Kunjungan Dinas Dekanat FILKOM UB ke Blitar: Tinjau Implementasi Digitalisasi Desa oleh Kelompok 46 MMD

Kehadiran program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) di Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar pada tahun 2026 ini, menandai kembalinya aktivitas pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi setelah kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terakhir pada tahun 1980-an. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Desa Balerejo, Wardi, saat menyambut kunjungan dinas jajaran Dekanat FILKOM UB yang meninjau langsung program kerja Kelompok 46 MMD di desa tersebut.
Wardi juga menyampaikan potensi besar Desa Balerejo yang didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas jagung, palawija, serta bawang merah. Potensi hasil bumi tersebut dapat menjadi pertimbangan program kerja bagi Kelompok 46 MMD FILKOM UB dalam menyusun strategi digitalisasi dan promosi desa. .
Kunjungan dinas ini dipimpin langsung oleh Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., yang didampingi oleh seluruh jajaran pimpinan. Hadir di antaranya Wakil Dekan Bidang Akademik, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya, Dr.Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Dr. Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs.. Turut serta dalam rombongan, Ketua MMD FILKOM UB 2026, Hariz Farisi, S.Kom., M.T., dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 46, Dr. Ir. Heru Nurwarsito, M.Kom..
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FILKOM UB menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menyerap kearifan lokal yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Belajar langsung dari masyarakat melalui MMD adalah bentuk adaptasi nyata, mengingat komunikasi di wilayah pedesaan memiliki karakteristik unik yang jauh berbeda dengan dinamika perkotaan.
“Keterampilan komunikasi sosial dan problem solver yang matang ini sekaligus menjadi bagian dari mitigasi risiko mahasiswa agar mampu mengabdi secara aman, humanis, dan berdampak luas,” ujar beliau.

Dalam kunjungan yang diselenggarakan secara hybrid dari Balai Desa Balerejo dan terhubung dengan kelompok MMD di desa-desa lainnya, Dekan FILKOM UB berharap agar teori yang telah diterima mahasiswa di ruang kelas dapat menjadi bekal nyata untuk beradaptasi dengan karakteristik dan dinamika komunikasi di masyarakat.
Nathaniel Vito Nararya (‘22-Teknik Informatika), Ketua Kelompok 46, menyampaikan bahwa kelompoknya telah merancang tiga program kerja strategis yang berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi untuk mendorong transformasi digital di Desa Balerejo. Program-program ini diselaraskan dengan komitmen institusi dalam mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Program kerja pertama berfokus pada sosialisasi AI dan literasi digital, di mana mahasiswa memberikan pelatihan penggunaan platform AI NotebookLM bagi guru untuk penyusunan materi pembelajaran interaktif, serta penyuluhan etika bermedia sosial dan pencegahan cyberbullying bagi siswa. Selanjutnya, Kelompok 46 membangun website profil resmi desa yang memuat data kependudukan dan struktur pemerintahan, yang dilengkapi dengan katalog UMKM digital serta peta interaktif potensi wisata untuk mendukung perekonomian lokal. Sebagai program penguat, tim mahasiswa memproduksi video profil dan konten promosi yang menonjolkan komoditas unggulan desa seperti jagung dan bawang merah untuk dipublikasikan melalui media sosial.

Salah satu anggota Kelompok 46, Ezra Fara Al Ihsan (‘24-Sistem Informasi), mengatakan bahwa kelompoknya yang terdiri dari 13 anggota, dengan komposisi 9 pria dan 4 wanita, telah berkoordinasi dan memohon izin kepada perangkat desa terkait pelaksanaan program kerja yang akan berjalan selama satu bulan ke depan. Ezra bersyukur karena masyarakat setempat memberikan sambutan yang sangat baik serta mendukung penuh rencana kegiatan mereka.
Program MMD Kelompok 46 FILKOM UB ini merepresentasikan langkah konkret FILKOM UB dalam mendukung capaian target tujuan pembangunan berkelanjutan global (Sustainable Development Goals/SDGs). Fokus pergerakan inovator muda di lapangan ini diarahkan secara taktis untuk menyokong indikator pendidikan berkualitas melalui program literasi digital (SDG 4: Quality Education), mendukung pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi lewat digitalisasi UMKM (SDG 8: Decent Work and Economic Growth), serta mendorong pembangunan komunitas desa yang berkelanjutan (SDG 11: Sustainable Cities and Communities) digital di tingkat pedesaan. (rr/efa)