Mahasiswa MMD FILKOM UB 2026 Resmi Diterima di Kecamatan Wates Blitar, Fokus pada Digitalisasi dan Potensi Lokal
BLITAR – Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) resmi menerjunkan sebanyak 104 mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2026 di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Acara penerimaan dan pembukaan kegiatan ini berlangsung khidmat di Kantor Kecamatan Wates pada Kamis (9/7).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama oleh seluruh hadirin, kemudian dilanjutkan dengan laporan serta sambutan dari perwakilan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) FILKOM UB. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Wates beserta jajaran Muspika Kecamatan Wates, perwakilan dari Polsek Wates, Koramil Wates, Puskesmas Wates, serta kepala desa dari 8 desa yang menjadi lokasi penempatan MMD.
Dalam pelaksanaannya, 104 mahasiswa tersebut dibagi secara merata ke dalam 8 desa, yaitu Desa Wates, Desa Mojorejo, Desa Purworejo, Desa Ringinrejo, Desa Sukorejo, Desa Sumberarum, Desa Tugurejo, dan Desa Tulungrejo, dengan alokasi masing-masing 13 mahasiswa per desa. Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa didampingi oleh tim DPL yang terdiri dari Ir. Primantara Hari Trisnawan, M.Sc., Buce Trias Hanggara, S.Kom., M.Kom., Agi Putra Kharisma, S.T., M.T., dan Andi Reza Perdanakusuma, S.Kom., M.MT.
Perwakilan DPL FILKOM UB, Ir., Primantara Hari Trisnawan, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas diterimanya para mahasiswa di Kecamatan Wates. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan kecamatan dalam menyukseskan program kerja yang telah dirancang.
“Kami mohon dukungan dan arahan dari Bapak Camat beserta jajaran dan seluruh Kepala Desa selama mahasiswa kami melaksanakan program kerja di sini. Kami juga berharap mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat,” ujar Primantara Hari.
Sementara itu, Camat Wates, Windu Susilo, S.E., M.M., menyambut baik kehadiran para mahasiswa FILKOM UB. Beliau memaparkan berbagai potensi sosiogeografis yang dimiliki Kecamatan Wates, mulai dari inovasi sistem administrasi digital ‘Jolo Sutro’, sektor pertanian ‘Republik Melon’, hingga potensi wisata alam seperti Pantai Jolo Sutro dan Air Terjun Jurok Bening. Windu berharap kehadiran mahasiswa rumpun ilmu komputer ini dapat memberikan akselerasi pada perkembangan teknologi di desa-desa tersebut, menyusul kesuksesan Desa Wates yang sebelumnya telah masuk dalam 15 besar tingkat nasional untuk kategori desa digitalisasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada FILKOM UB yang telah memilih Kecamatan Wates sebagai lokasi MMD. Kami berharap ilmu-ilmu yang didapatkan adik-adik mahasiswa di bangku perkuliahan dapat langsung diterapkan untuk membantu kemajuan desa-desa di sini, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi dan digitalisasi,” ungkap Windu dalam pengarahannya.
Kegiatan MMD ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sosial dan kepemimpinan secara langsung di tengah masyarakat. Bagi pihak desa, program ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata berbasis teknologi terhadap kebutuhan penataan administrasi maupun pengembangan potensi ekonomi lokal. Sementara bagi FILKOM UB sendiri, pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah demi keberlanjutan program-program pendidikan dan pengabdian di masa depan.