FILKOM UB Terima Kunjungan Strategis Politeknik Sekayu, Sumatera Selatan dan Universitas Dipa, Makassar

FILKOM UB Terima Kunjungan Strategis Politeknik Sekayu, Sumatera Selatan dan Universitas Dipa, Makassar

dok. PSIK FILKOM UB

Dalam waktu yang berdekatan, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menerima kunjungan studi banding dari dua institusi pendidikan tinggi sekaligus, yaitu Politeknik Sekayu, Sumatera Selatan dan Universitas Dipa Makassar. 

Rangkaian pertemuan tatap muka (face-to-face) ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi (sharing) pengalaman, memperkuat tata kelola organisasi, serta menyelaraskan kurikulum pendidikan teknologi yang semakin berkembang pesat. 

Rangkaian kunjungan diawali oleh delegasi Politeknik Sekayu yang hadir secara luring pada Senin, 15 Juni 2026 di FILKOM UB. Dipimpin langsung oleh Direktur Politeknik Sekayu, Harpiansi, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Direktur I, Henki Juliansa, S.Kom., M.Kom., dan Wakil Direktur III, Rusman Ariyanto, S.E., M.M., serta perwakilan mahasiswa, rombongan menempuh perjalanan darat yang panjang menuju FILKOM UB.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Sekayu menjelaskan bahwa kunjungan tahunan ini bertujuan untuk meng-upgrade pengetahuan institusi agar kurikulum vokasi yang mereka kelola tetap relevan dengan ekosistem industri modern di era kecerdasan buatan. Sejarah Politeknik Sekayu yang awalnya dirancang sebagai percontohan kawasan pendidikan vokasi terpadu di Sumatera Selatan kini tengah beradaptasi menghadapi tantangan regulasi dan dinamisasi status tata kelola kampus swasta. Melalui tiga program studi utama—termasuk Teknik Informatika—mereka berharap dapat menyerap praktik terbaik (best practices) dari FILKOM UB. 

dok. Pribadi

Sinergi antar kampus berlanjut pada akhir pekan, di mana FILKOM UB kembali menerima kunjungan resmi dari Universitas Dipa, Makassar pada Jumat, 19 Juni 2026. 

Delegasi dari Makassar ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Dipa Makassar, Dr. Y. Johny W. Soetikno, S.E., M.M., didampingi oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Komang Aryasa, S.Kom., M.T., Ph.D. Pertemuan ini secara khusus memfokuskan pembahasan pada studi banding sistem penjaminan mutu eksternal, pengembangan departemen, serta penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi digital. 

Kedua kunjungan tersebut diterima langsung oleh Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. Khusus pada kunjungan Universitas Dipa Makassar, Dekan didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., bersama jajaran Ketua dan Sekretaris Departemen Teknik Informatika dan Sistem Informasi, Ketua Program Studi, serta Ketua dan Sekretaris Gugus Jaminan Mutu (GJM). 

Dekan FILKOM UB mengatakan, meskipun FILKOM UB tergolong fakultas yang muda di Universitas Brawijaya, namun semangat yang diusung adalah semangat eksponensial. 

“Artinya, meskipun kita muda, capaiannya ingin melebihi yang tua. Mengapa? Karena keilmuan computing sangat memungkinkan untuk melompat tinggi. Di bidang teknologi tidak ada senioritas kemapanan, melainkan siapa yang inovatif dan berani mengambil tantangan, itulah yang memimpin ke depan,” ujar beliau. 

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa fokus utama pendidikan bukan sekadar mencetak lulusan berijazah, melainkan membentuk talent yang memiliki kompetensi riil dan ketahanan mental yang kuat (strong). Pimpinan fakultas tidak ingin para mahasiswa mudah terdistraksi oleh isu mental health yang rapuh akibat enggan berproses keras. 

“Proses pematangan emosi itu harus turun langsung dan divalidasi lewat interaksi nyata, bukan sekadar bermain jari di smartphone. Kita ingin melahirkan lulusan berkompeten yang minimal mampu meluluskan dirinya sendiri tanpa merepotkan negara, dan syukur-syukur bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tegas beliau. 

Di tengah atmosfer pekan padat menyambut penilaian lapangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) oleh Inspektorat Jenderal, FILKOM UB membuktikan dedikasinya dalam menjaga kualitas layanan publik dan kemitraan. Kesibukan internal ini tidak menghalangi fakultas untuk tetap memberikan penyambutan terbaik, sekaligus merefleksikan bahwa pembenahan birokrasi dilakukan secara nyata demi kenyamanan mahasiswa sebagai pengguna layanan utama. (rr)