FILKOM UB Gelar Monitoring dan Evaluasi MMD 2026 di Desa Jambepawon

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Tahun 2026 di Desa Jambepawon, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Tim pimpinan fakultas mengunjungi lokasi pengabdian untuk meninjau secara langsung capaian dan efektivitas program kerja yang telah dijalankan oleh Kelompok 30 MMD FILKOM UB.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Jambepawon, Edi Antoro, beserta jajaran perangkat desa di balai desa setempat. Turut hadir dalam jajaran peninjau antara lain Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., Ketua Departemen Sistem Informasi, Dr. Ir. Fajar Pradana, S.ST., M.Eng., serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 30, Dr. Okta Purnawirawan, S.Pd., M.Pd., Gr.
Dalam sambutannya, Sabriansyah menekankan pentingnya keberlanjutan dari setiap inisiatif teknologi yang digagas oleh mahasiswa. Ia berharap program-program kerja yang dirancang tidak hanya tepat sasaran dan memberikan manfaat instan bagi warga lokal, tetapi juga memiliki daya tahan (sustainability) sehingga dapat terus dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Jambepawon dalam jangka panjang.

Menanggapi hal tersebut, Edi Antoro, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras serta dedikasi Kelompok 30. Ia juga menyambut positif kehadiran pimpinan FILKOM UB dalam agenda monev ini, yang dinilainya sangat krusial untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana, mengevaluasi kendala di lapangan, serta menjamin hasil pengabdian benar-benar memberikan dampak nyata bagi desanya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan laporan hasil pelaksanaan program kerja oleh mahasiswa Kelompok 30. Dalam pilar pendidikan, mahasiswa mengusung Pelatihan Dasar Computational Thinking guna mengenalkan konsep algoritma sederhana untuk melatih pola pikir sistematis dan logis pada siswa sekolah. Selain itu, mereka juga memberikan pengajaran mengenai etika dan keamanan berinternet untuk membekali generasi muda dengan pemahaman keselamatan digital serta pemanfaatan internet secara bijak.
Pada pilar ekonomi dan pemberdayaan UMKM, Kelompok 30 melakukan pendampingan digitalisasi bagi pelaku usaha lokal melalui integrasi penanda lokasi di Google Maps, penyediaan pembayaran non-tunai via QRIS, dan optimalisasi fitur WhatsApp Business. Langkah ini diperkuat dengan pelatihan strategi pemasaran digital guna memperluas jangkauan promosi produk-produk unggulan desa. Tak hanya itu, di sektor pelayanan publik, mereka menginisiasi sistem digitalisasi pelayanan Desa Jambepawon berbasis WhatsApp untuk mempermudah warga dalam mengakses informasi dan administrasi dokumen secara cepat serta transparan.

Seusai pemaparan, Okta menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen dan kerja keras para mahasiswa bimbingannya. Ia berharap sinergi erat yang telah terbangun antara akademisi dan pemerintah desa dapat terus dipelihara demi kemajuan Desa Jambepawon. Kegiatan Monev ini menjadi bukti nyata komitmen FILKOM UB dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi informasi yang berdampak langsung bagi pembangunan masyarakat.
Kegiatan Monev ini menjadi bukti nyata komitmen FILKOM UB dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi informasi yang berdampak langsung bagi pembangunan masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).(rr)
SATU HATI SATU JIWA FILKOM!