Mengenal Lebih Dekat Laboratorium Robotika FILKOM UB

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) terus mendorong pengembangan teknologi masa depan melalui fasilitas riset yang memadai. Salah satu pusat inovasi yang aktif melahirkan prestasi adalah Laboratorium Robotika dan Embedded System.
Di bawah kepemimpinan Wijaya Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., laboratorium ini bukan sekadar ruang praktikum. Tempat ini merupakan pusat riset strategis yang mengintegrasikan pendidikan, pengabdian, dan teknologi masa depan di lingkungan kampus.
Dari ruangan inilah, lahir Tim ATOM Humanoid FILKOM UB kebanggaan fakultas yang terdiri dari tiga robot yaitu ATOM, Blacktop, dan Samsul. Ketiganya secara konsisten terus dikembangkan untuk mengharumkan nama universitas di kancah nasional maupun global.
Salah satu rekam jejak paling ikonik terjadi pada pertengahan tahun 2025 lalu. Dalam upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 20, di lapangan utama kampus, sebuah pemandangan tidak biasa mencuri perhatian seluruh peserta.
Berdiri berdampingan dengan Rektor UB di atas mimbar utama upacara, robot humanoid hasil riset mahasiswa FILKOM memberikan penghormatan yang presisi saat lagu Indonesia Raya berkumandang. Momen tersebut menjadi pembuktian visual betapa teknologi autonomous kini telah menyatu dengan semangat nasionalisme di bumi Brawijaya.
Baru-baru ini, tim ATOM Humanoid FILKOM UB baru saja dinyatakan lolos tahap technical qualification pada ajang bergengsi FIRA RoboWorld Cup and Summit 2026 untuk kategori HuroCup Kid Size United Soccer. Prestasi ini secara otomatis mengamankan posisi mereka untuk bertolak ke Kanada, bersaing dengan tim-tim robotika elite dari berbagai belahan dunia.
Membawa robot berbasis ROBOTIS OP3, tim melakukan modifikasi mendalam. Robot bipedal ini dirancang agar memiliki kemampuan layaknya manusia: berjalan stabil, melacak objek secara real-time, hingga mengeksekusi tendangan akurat.
Keunggulan utamanya terletak pada integrasi computer vision, humanoid locomotion, motion control, dan sensor fusion. Menggunakan kamera sebagai indra penglihatan utama dan sensor IMU (Inertial Measurement Unit) untuk keseimbangan, robot ini mampu mengambil keputusan mandiri (autonomous behavior) di tengah dinamisnya lapangan hijau.

“Keunggulan utama tim kami adalah penerapan riset berbasis proyek yang sangat terstruktur,” jelas Dinda, perwakilan tim ATOM.
Di bawah bimbingan intensif dari Dr.Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T., tim ini mengandalkan sistem transfer learning dan introductory training untuk menjaga regenerasi skill. Pendekatan multidisiplin yang mempertemukan keahlian mekatronika dan pemrograman secara utuh membuat pondasi riset mereka menjadi sangat solid.
Menanggapi perkembangan riset internasional tersebut, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., selaku Dekan FILKOM UB, segera memberikan atensi tinggi melalui peninjauan langsung terhadap kesiapan tim. Dalam evaluasi strategis ini, pihak dekanat secara proaktif melakukan supervisi mendalam guna memetakan timeline kompetisi yang paling efektif dan berdampak optimal bagi universitas. Berdasarkan pertimbangan matang mengenai manajemen logistik dan penyempurnaan performa, pimpinan fakultas mengarahkan Tim ATOM untuk memusatkan seluruh energi dan fokus mengikuti ajang yang tidak kalah bergengsi, yaitu Lomba Robot Sepak Bola Humanoid Unlimited 2026.
Langkah taktis ini diambil sebagai strategi akselerasi intensif agar saat berlaga di level nasional, seluruh aspek—mulai dari kematangan software, ketahanan hardware, hingga sinkronisasi mekanik—telah berada pada tingkat paripurna. Keterlibatan aktif pimpinan fakultas ini menegaskan komitmen kuat dalam mengawal aset ilmiah FILKOM UB. Tim ATOM kini diarahkan untuk mempercepat finalisasi riset mereka guna menghadapi seleksi wilayah sebelum pertengahan tahun, demi mengamankan tiket menuju putaran final Unlimited 2026 yang merupakan lomba Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 18-19 September 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP).
Tantangan teknis seperti sinkronisasi komponen visual pada kondisi pencahayaan yang berbeda dan kompleksitas koordinasi lintas bidang kini terus disempurnakan melalui simulasi berkala yang lebih ketat. Melalui persiapan yang jauh lebih intensif dan terukur ini, Tim ATOM tidak sekadar bersiap untuk bertanding, melainkan membawa misi besar untuk menegaskan supremasi inovasi teknologi FILKOM UB di panggung robotika nasional. (rr)