FILKOM UB dan BPSDM Komdigi Bahas Penguatan Talenta Digital, Teaching Factory, dan Kewirausahaan Berbasis Teknologi

Jakarta, 5 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melakukan kunjungan ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (BPSDM Komdigi RI) pada Selasa pagi, 5 Mei 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pengembangan talenta digital nasional, khususnya pada bidang kecerdasan artifisial, kewirausahaan teknologi, dan penguatan ekosistem industri digital.
Tim FILKOM UB yang hadir dalam kunjungan tersebut terdiri atas Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng.; Ketua Departemen Teknik Informatika, Rekyan Regasari Mardi Putri, S.T., M.T., Ph.D.; Ketua Bidang Kerja Sama, Andi Reza Perdanakusuma, S.Kom., M.MT.; serta Dr. Ir. Arief Andy Soebroto, S.T., M.Kom. Rombongan FILKOM UB diterima langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi RI, Said Mirza Pahlevi, D.Eng.
Pertemuan diawali dengan pembahasan mengenai rangkaian keberhasilan pelaksanaan program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang telah melibatkan FILKOM UB dan BPSDM Komdigi dalam berbagai kegiatan strategis. Beberapa kegiatan yang menjadi bagian dari perjalanan kolaborasi tersebut antara lain Workshop ke-4 AITF yang diselenggarakan di FILKOM UB, pembukaan Workshop 1 Artificial Intelligence Talent Factory 2026, Workshop 2 AITF 2026, serta kunjungan Tim AITF FILKOM UB ke SRMA 22 untuk pemantapan program kerja. Rangkaian kegiatan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pembelajaran kecerdasan artifisial yang lebih terstruktur, aplikatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, FILKOM UB dan BPSDM Komdigi juga membahas pengembangan konsep teaching factory entrepreneurship sebagai pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga mendorong mahasiswa dan talenta digital untuk mampu menghasilkan solusi, produk, maupun rintisan usaha berbasis teknologi. Konsep ini dipandang relevan karena tantangan pengembangan talenta digital saat ini tidak berhenti pada kemampuan memahami teknologi, tetapi juga pada kemampuan mengubah pengetahuan menjadi inovasi yang dapat digunakan oleh masyarakat dan dunia industri.
Selain itu, pembahasan juga mengarah pada rencana penguatan program AITF pada semester berikutnya. Salah satu poin yang dibicarakan adalah kemungkinan keterlibatan BPJS dalam workshop AITF berikutnya. Keterlibatan mitra strategis seperti BPJS diharapkan dapat memperluas konteks pembelajaran peserta, terutama dalam memahami kebutuhan nyata sektor publik, layanan masyarakat, pengelolaan data, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam skala institusional.
FILKOM UB dan BPSDM Komdigi juga menyoroti adanya kesamaan indikator strategis antara Universitas Brawijaya dan BPSDM Komdigi, yaitu mendorong tercapainya zero unemployment serta terbentuknya komunitas wirausaha berbasis teknologi. Kesamaan visi ini menjadi dasar penting untuk memperkuat kolaborasi lanjutan, terutama dalam menyiapkan lulusan dan talenta digital yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui inovasi teknologi.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pentingnya menghubungkan talent pool yang telah dimiliki oleh UB dan BPSDM Komdigi dengan industry pool. Saat ini, baik UB maupun BPSDM Komdigi telah memiliki komunitas talenta digital yang besar. Namun, agar talenta tersebut dapat berkembang secara optimal, diperlukan jembatan yang lebih kuat dengan dunia industri. Keterhubungan antara talenta, komunitas, program pelatihan, dan kebutuhan industri dinilai menjadi kunci agar pengembangan sumber daya manusia digital tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar menghasilkan dampak ekonomi dan sosial.

Pembahasan juga menyinggung kondisi literasi kecerdasan artifisial di masyarakat. Berdasarkan gambaran dari Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), yang menggunakan pendekatan survei kuantitatif dan kualitatif, kualitas pengetahuan masyarakat mengenai kecerdasan artifisial masih perlu terus ditingkatkan. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada individu, tetapi juga pada perusahaan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta komunitas yang mulai berhadapan dengan kebutuhan transformasi digital. Oleh karena itu, program seperti AITF dinilai tetap sangat relevan untuk dilanjutkan dan diperluas.
Melalui kunjungan ini, FILKOM UB menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan talenta digital nasional. Kolaborasi dengan BPSDM Komdigi diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan pelatihan, tetapi juga melahirkan ekosistem yang lebih menyeluruh, mulai dari peningkatan literasi teknologi, penguatan kompetensi kecerdasan artifisial, pengembangan kewirausahaan digital, hingga keterhubungan dengan kebutuhan industri.
Ke depan, FILKOM UB dan BPSDM Komdigi diharapkan dapat terus memperkuat kerja sama dalam berbagai program strategis yang berdampak langsung bagi mahasiswa, masyarakat, pelaku industri, dan ekosistem digital Indonesia. Dengan sinergi yang semakin erat, pengembangan talenta digital diharapkan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, tetapi juga insan inovatif yang mampu menjawab tantangan transformasi digital nasional. (anh)