Kolaborasi Internasional FILKOM UB dan FCSIT Universiti Malaya: Responsible Use of AI Tools in Programming

Kolaborasi Internasional FILKOM UB dan FCSIT Universiti Malaya: Responsible Use of AI Tools in Programming

dok. Pribadi

Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan berstandar global melalui program Adjunct Professor yang menghadirkan Prof. Por Lip Yee dari Universiti Malaya pada Selasa, 28 April 2026. Di bawah koordinasi Dr. Ir. Diva Kurnianingtyas, S. Kom. dan Drs. M. Arif Rahman, kolaborasi internasional bertajuk “Responsible Use of AI Tools in Programming” ini menjadi langkah nyata dalam pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya IKU 6 mengenai kerja sama program studi dengan mitra kelas dunia dan IKU 3 melalui kehadiran pengajar pakar internasional di lingkungan kampus. Dalam sesi yang diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Teknik Informatika tersebut, Prof. Por mengupas tuntas transformasi pemrograman di era kecerdasan buatan, di mana alat seperti ChatGPT dan Gemini kini berperan sebagai katalisator efisiensi dalam penulisan kode serta debugging.

Melalui pemaparan ini, mahasiswa diharapkan mencapai beberapa learning outcomes strategis, yakni kemampuan membedakan penggunaan AI yang tepat dan tidak tepat, serta pemahaman mendalam terhadap pertimbangan etis dalam mengaplikasikan perangkat AI. Selain itu, program ini bertujuan memberikan kesadaran praktis agar mahasiswa mampu mengevaluasi relevansi dan kebenaran output AI, sekaligus memiliki kompetensi untuk memahami dan memodifikasi kode yang dihasilkan secara mandiri. Hal ini sejalan dengan upaya pencapaian IKU 2, yakni memberikan pengalaman belajar yang kaya akan perspektif global bagi mahasiswa agar siap bersaing di industri masa depan. Penting bagi setiap calon pengembang perangkat lunak untuk tetap memegang kendali penuh atas setiap baris kode yang dihasilkan, karena tanggung jawab moral dan teknis tetap berada di tangan manusia sebagai kreator utamanya.

dok. Pribadi

Sebagai penutup, kegiatan ini membawa pesan optimisme bahwa penguasaan teknologi yang dibarengi dengan etika akan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Mari kita jadikan kecerdasan buatan sebagai jembatan untuk melampaui batasan diri, tanpa pernah melupakan kejujuran intelektual sebagai jati diri seorang pembelajar sejati. Dengan semangat kolaborasi lintas negara ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya tumbuh menjadi teknokrat yang andal, tetapi juga individu bijaksana yang mampu menavigasi disrupsi digital dengan kepala tegak dan nurani yang terjaga. Selamat mengeksplorasi cakrawala baru dan teruslah berkarya dengan integritas yang tinggi. (dk)