Menembus Batas Samudra: Kisah Ketangguhan Tim Amarine FILKOM UB Lolos Kualifikasi Robotika Internasional SAUVC 2026

Menembus Batas Samudra: Kisah Ketangguhan Tim Amarine FILKOM UB Lolos Kualifikasi Robotika Internasional SAUVC 2026

dok. PSIK FILKOM UB

Kompetensi dan tradisi inovasi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) kembali diakui di panggung dunia. Setelah melalui fase kurasi cetak biru yang sangat ketat, Tim Amarine FILKOM UB di bawah bimbingan dosen, Wijaya Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., resmi dinyatakan lolos tahap shortlisted dan mendapat undangan langsung untuk berlaga di ajang bergengsi Singapore Autonomous Underwater Vehicle Challenge (SAUVC) 2026 yang diselenggarakan di Sanya, China.

SAUVC sendiri merupakan kompetisi robotika bawah air internasional prestisius yang menantang mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk merancang, membangun, dan memprogram Autonomous Underwater Vehicle (AUV).

Selama satu dekade, ajang ini menjadi barometer global dalam menguji ketahanan sistem, keandalan integrasi, serta kemampuan robot dalam mengeksekusi misi bawah air yang rumit secara mandiri tanpa intervensi manusia. Menembus seleksi kompetisi ini membutuhkan dedikasi luar biasa; sebuah pertaruhan kecerdasan dan energi yang menguras waktu bermulan-bulan di laboratorium.

Perjuangan luar biasa Tim Amarine dimulai sejak pertengahan November 2025. Memasuki babak penyisihan yang berlangsung hingga awal Januari 2026, tim riset ini harus mengorbankan waktu istirahat demi merumuskan arsitektur sistem, menguji algoritma, dan mematangkan desain struktural kapal selam mereka.

Para peneliti muda ini dihadapkan pada realitas ganda: menjaga performa akademik di tengah jadwal kuliah yang padat, sekaligus merakit jalur elektrikal di laboratorium hingga larut malam.

Komitmen tak kenal lelah tersebut berbuah manis pada akhir Januari 2026, saat panitia internasional SAUVC mengirimkan surat undangan resmi bagi Tim Amarine untuk melaju ke venue utama di Sanya, China.

Keberhasilan gemilang dalam mengukir prestasi internasional ini lahir dari sinergi solid para mahasiswa lintas program studi yang memiliki visi seragam. Mereka adalah:

  • Reditya Imanuel Yuwono – Ketua Tim  (Teknik Komputer – 2023)
  • Muhammad Zurin Hanandi Abdillah – Elektrikal (Teknik Komputer ‘23)
  • Wildan Aziz Hidayat – Programming Vision (Teknik Komputer ‘23)
  • Fawwas Aliy – Programming Motion (Teknik Komputer ‘23)
  • Jhons Janner Samuel. S – Mekanikal (Teknik Komputer ‘24)
  • Muhammad Dzakwan Ikram – Programming Motion (Teknik Komputer ‘24)
  • Muhammad Raihan Aqeela Akbar – Elektrikal (Teknik Komputer ‘24)
  • Christama Ezra Yudianto – Programming Vision (Teknik Komputer ‘24)
  • I Gede Tio Pradipta Jasapada – Mekanikal (Teknik Komputer ‘24)
  • Regas Ryandhi Aditama – Mekanikal (Teknik Komputer ‘22)
dok. PSIK FILKOM UB

Meski berkompetisi dengan deretan universitas top dunia, teknologi yang disuntikkan oleh Tim Amarine ke dalam lambung robot bawah air mereka memiliki spesifikasi yang sangat kompetitif dan visioner:

  • Sistem Visi Otonom Berbasis AI: Mengintegrasikan pemrosesan citra (image processing) cerdas, memungkinkan kapal mendeteksi orientasi gerbang (gate) dan mengidentifikasi objek target secara mandiri secara real-time.
  • Arsitektur Hidrodinamis Efisien: Rangka mekanik dirancang ulang dengan perhitungan hidrodinamika matang untuk mereduksi hambatan air, sehingga pergerakan lebih lincah dan hemat konsumsi baterai.
  • Sistem Elektrikal Modular: Desain kompartemen kedap air yang modular, mempermudah proses lokalisasi masalah (troubleshooting) secara instan serta meminimalkan risiko korsleting akibat rembesan air.

Setelah merampungkan prototipe fisik dan menyempurnakan sistem sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026, sebuah fase krusial menghadang di ujung garis persiapan. Dihadapkan pada akumulasi kendala logistik global eksternal dan dinamika penyelarasan prosedural yang sangat kompleks di luar kendali teknis, Tim Amarine akhirnya mengambil keputusan manajerial yang sangat berani, matang, dan realistis: memilih untuk memusatkan fokus pada penguatan portofolio riset domestik ketimbang memaksakan keberangkatan ke Sanya, China.

Keputusan ini bukanlah sebuah kekalahan, melainkan sebuah bentuk kedewasaan strategi. Meskipun kapal selam hasil kerja keras mereka tidak sempat mengarungi kolam kompetisi di China, esensi kemenangan sejati telah mereka kantongi.

Pengalaman berharga dalam merancang teknologi AUV tingkat dunia, ketahanan mental saat diuji tantangan non-teknis, serta soliditas tim yang terbentuk adalah modal riset yang luar biasa mahal.

Perjuangan Tim Amarine telah meletakkan fondasi yang sangat kokoh bagi masa depan peta jalan riset teknologi kelautan berbasis kecerdasan artifisial FILKOM UB yang akan terus dikembangkan secara berkelanjutan demi membawa nama almamater dan Indonesia ke puncak tertinggi di masa depan. (riy/rr)