FILKOM UB Perluas Kawasan Lahan Hijau dan Taman Terbuka Kampus

Komitmen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) untuk menghadirkan atmosfer akademik yang asri, rindang, dan menyehatkan terus direalisasikan secara masif. Memasuki pertengahan tahun 2026, fakultas secara taktis melanjutkan proyek perluasan lahan hijau serta penataan taman terbuka ramah lingkungan di sekeliling area kompleks gedung perkuliahan utama.
Langkah besar penataan ekosistem ini sejatinya telah diawali sejak tahun 2025 lalu melalui keputusan strategis merobohkan Gedung H FILKOM UB yang telah berusia lebih dari seperempat abad. Lahan bekas gedung lawas tersebut kini dialihfungsikan sepenuhnya, di mana proses pembangunan lanskap perkotaan hijau dan penataan vegetasinya terus dikebut hingga Juli 2026 ini agar dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga kampus.
Perluasan lahan hijau ini dirancang secara matang sebagai paru-paru mini fakultas yang berfungsi strategis untuk menyaring polusi udara, menurunkan suhu mikro di sekitar gedung perkuliahan, serta menyediakan ruang terbuka publik yang representatif. Area ini diproyeksikan menjadi ruang komunal yang nyaman bagi seluruh sivitas akademika sebagai tempat berdiskusi, belajar kelompok, maupun melepas kejenuhan (healing) di sela-sela padatnya rutinitas perkuliahan.

Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menyampaikan bahwa penataan ulang ruang publik ini merupakan bentuk investasi jangka panjang institusi untuk mendukung kesejahteraan psikologis (psychological well-being) mahasiswa. Kehadiran taman baru ini dipastikan akan semakin memperkuat ekosistem lingkungan fakultas yang berkelanjutan.
“Jika sebelumnya FILKOM telah memiliki Edutech Garden sebagai ikon ruang terbuka hijau yang familier, maka perluasan lahan baru ini hadir sebagai jawaban taktis atas pertumbuhan jumlah sivitas akademika kami yang bergerak sangat masif dari tahun ke tahun,” ungkap beliau.
Langkah perluasan lanskap ini dirasa kian mendesak mengingat saat ini jumlah mahasiswa aktif di lingkungan FILKOM UB telah menembus angka lebih dari 2.000 jiwa. Dengan volume massa yang begitu besar, penyediaan area komunal luar ruangan (outdoor) yang sehat dan memadai menjadi prioritas utama demi mengimbangi sekaligus memecah keterbatasan ruang publik yang ada sebelumnya.
Melalui integrasi lanskap hijau yang semakin luas, fakultas tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik semata, melainkan berkomitmen menciptakan ruang interaksi sosial yang sehat dan humanis. Lingkungan yang asri ini diproyeksikan mampu mereduksi kejenuhan akademis mahasiswa secara signifikan, memacu lahirnya ide-ide kreatif yang inovatif, sekaligus menjaga kesehatan mental (mental health) seluruh warga kampus di tengah padatnya aktivitas riset.
Proyek perluasan lahan hijau ini sekaligus merepresentasikan langkah nyata UB dalam mewujudkan konsep smart green campus guna mendukung capaian target pembangunan berkelanjutan global (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui penyediaan infrastruktur ramah lingkungan ini, FILKOM UB berkontribusi aktif pada empat pilar sasaran utama global sekaligus.
Infrastruktur ini secara taktis menyokong SDG 03: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui reduksi stres, serta SDG 04: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) lewat penyediaan ruang belajar terbuka yang kondusif. Di samping itu, proyek ini juga memenuhi indikator SDG 05: Kesetaraan Gender (Gender Equality) dengan menyediakan ruang publik yang aman, setara, dan ramah bagi semua gender, serta SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) lewat tata kelola infrastruktur kampus yang inklusif, aman, dan tangguh. (es/rr)