Pengabdian Masyarakat FILKOM UB: Workshop Pemanfaatan Generative AI untuk Mengoptimalkan Smartboard sebagai Media Pembelajaran Interaktif bagi Guru SRMA 22 Kota Malang

Putra Pandu Adikara, S.Kom., M.Kom., menyampaikan materi pemrosesan bahasa alami di SRMA 22, Malang pada Senin (28 September 2026).
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) melalui workshop pemanfaatan teknologi Generative AI untuk meningkatkan produktivitas yang beretika bagi guru Sekolah Rakyat Menengah Atas 22 (SRMA 22) Kota Malang. Kegiatan yang berfokus pada Gemini Canvas, fitur Google Gemini untuk membangun media pembelajaran interaktif yang dapat langsung dipakai di Smartboard kelas, ini digelar pada Senin, 28 September 2026, di SRMA 22 Kota Malang.
Workshop didanai DIPA FILKOM 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan guru dalam memanfaatkan Generative AI secara produktif dan bertanggung jawab. Lewat Gemini Canvas, guru dapat membangun platform pembelajaran interaktif berbasis web, termasuk kuis, simulasi, dan kartu belajar (flashcard), tanpa memerlukan keahlian pemrograman.
Workshop ini menjadi wujud konkret dari kolaborasi antara FILKOM UB dan SRMA 22. Kerja sama itu dimulai ketika tim AI Talent Factory (AITF) FILKOM UB mengunjungi SRMA 22 pada April 2026. Saat itu, SRMA 22 ditetapkan sebagai pilot project pengembangan AI untuk Sekolah Rakyat dalam program Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB pun menegaskan komitmen untuk mendampingi sekolah, baik dalam meningkatkan kompetensi guru maupun mengembangkan infrastruktur digital. Pada 11 September 2026, tim berkoordinasi dan mewawancarai kepala sekolah serta para guru untuk menggali permasalahan di lapangan. Survei kebutuhan guru secara daring menyusul pada 21–25 September 2026.
Rancangan workshop disusun berdasarkan data lapangan tersebut. Hasil survei dan wawancara menunjukkan bahwa guru SRMA 22 sudah cukup akrab dengan teknologi AI. Sebagian besar responden pernah mencoba ChatGPT, Google Gemini, dan fitur AI pada Canva, serta menyatakan kebutuhan pelatihan yang tinggi untuk mengintegrasikan AI ke dalam kegiatan mengajar maupun administrasi. Para guru pun sudah mampu membuat soal dan materi dengan bantuan AI. Tantangan sesungguhnya justru terletak pada pemanfaatan Smartboard di kelas yang belum optimal: selama ini perangkat tersebut baru digunakan untuk presentasi, kuis umum seperti Wordwall, Kahoot, dan Quizizz, atau sekadar layar proyektor. Di sisi lain, motivasi belajar siswa cenderung menurun pada jam pelajaran siang. Temuan inilah yang mendasari pemilihan Gemini Canvas sebagai fokus workshop, karena layanan tersebut gratis dengan akun Gmail, tidak memerlukan pemrograman, dan hasilnya langsung dapat dibuka di Smartboard melalui tautan.

Rizal Setya Perdana, S.Kom., M.Kom., Ph.D, menyampaikan materi kecerdasan buatan di SRMA 22, Malang pada Senin (28 September 2026).
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SRMA 22 Kota Malang, Rahmah Dwi Nor Wita Imtikhanah, S.Pd., M.Sc., yang hadir beserta sekitar 20 guru peserta workshop, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada FILKOM UB atas ilmu dan keterampilan yang dibagikan melalui workshop Gemini Canvas ini.
“Ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan para guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif di kelas. Ilmu yang diberikan benar-benar membuka wawasan kami tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana workshop, Rizal Setya Perdana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FILKOM UB untuk mendampingi sekolah-sekolah di lingkungan Sekolah Rakyat dalam mengadopsi teknologi AI secara produktif dan beretika.
“Kami ingin memastikan bahwa pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi langsung dapat diterapkan di kelas. Sangat penting pemahaman pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, sehingga teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi guru dan siswa,“ jelas Rizal.
Rizal menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa FILKOM UB. Tim dosen terdiri atas dirinya selaku ketua yang membidangi kecerdasan buatan; Putra Pandu Adikara, S.Kom., M.Kom., yang membidangi pemrosesan bahasa alami; serta Dr. Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs., yang membidangi komputasi dan sistem cerdas. Mereka dibantu oleh tiga mahasiswa fasilitator, yakni Dionisius Seraf Saputra (Teknologi Informasi), Muzhaffar Ammar (Teknik Informatika), dan M. Fahrezel Ravie Iskandar (Teknik Informatika).

Dr. Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs., menyampaikan materi komputasi dan sistem cerdas di SRMA 22, Malang pada Senin (28 September 2026).
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan konsep Generative AI dan Gemini Canvas. Pemateri bersama mahasiswa fasilitator kemudian mendemonstrasikan langsung cara membuat permainan interaktif, merevisinya, dan membagikannya lewat tautan (share link). Puncak kegiatan adalah sesi praktik mandiri (hands–on), ketika setiap guru membuat media interaktif sesuai mata pelajaran masing-masing, sebelum ditutup dengan sesi tips prompting, troubleshooting, dan evaluasi. Dalam sesi praktik tersebut, guru dipandu untuk mengubah perintah berbahasa sehari-hari menjadi halaman pembelajaran interaktif yang siap dipakai di Smartboard, dengan memanfaatkan fitur Select & Ask, Previous Version, serta berbagi tautan untuk merevisi dan mendistribusikan media yang mereka buat.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program AI Talent Factory (AITF) yang digagas Komdigi melalui BPSDM Komdigi dan melibatkan Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam program tersebut, FILKOM UB mengembangkan enam tim riset AI yang mengerjakan sistem untuk Sekolah Rakyat, mulai dari Emotion Analyzer, Learning Content Expert, Content Generator, Game Asset Generator, Private Mentor Chatbot, hingga MVP Platform. Praktik membangun konten belajar interaktif dengan AI yang dilakukan para guru SRMA 22 sejalan langsung dengan misi tim-tim tersebut.
Melalui workshop ini, guru SRMA 22 Kota Malang diharapkan dapat secara mandiri membangun media pembelajaran interaktif berbasis AI yang kreatif, efisien, dan etis, sekaligus menjadikan SRMA 22 pelopor pemanfaatan Generative AI di lingkungan Sekolah Rakyat Indonesia. (rsp/rr)
#Universitas Brawijaya_SDG4, #Universitas Brawijaya_SDG9