FILKOM UB dan Kelurahan Ketawanggede Susun Kerja Sama Pengembangan Kampung Lingkar Kampus

FILKOM UB dan Kelurahan Ketawanggede Susun Kerja Sama Pengembangan Kampung Lingkar Kampus

dok. PSIK FILKOM UB
Konsinyering penyusunan perjanjian kerja sama pengembangan Kampung Lingkar Kampus (KLK) antara FILKOM UB dan Kelurahan Ketawanggede, Kamis (24/09/2026). Tampak dari kiri ke kanan: Lurah Ketawanggede Raden Agung Harjaya Buana, S.E., M.SE., Dekan FILKOM UB Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., Ketua KLK FILKOM UB Ir. Edy Santoso, S.Si., M.Kom., dan Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Dr. Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T.

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) dan Kelurahan Ketawanggede menggelar konsinyering penyusunan perjanjian kerja sama pengembangan Kampung Lingkar Kampus (KLK) pada Kamis (24/9) di FILKOM UB. Forum yang berlangsung akrab namun serius ini bertujuan merumuskan kerja sama yang sistemik, holistik, dan berkelanjutan.

Konsinyering dihadiri oleh jajaran pimpinan FILKOM UB, yaitu Dekan Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. dan Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Dr. Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T. Turut hadir tim pengelola program, yaitu Ketua KLK FILKOM UB Ir. Edy Santoso, S.Si., M.Kom., serta Ketua Smart Green Campus (SGC) FILKOM UB Dr. Tibyani, S.T., M.T. dan Dr. Okta Purnawirawan, S.Pd., M.Pd. 

Dari pihak kelurahan hadir Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana, S.E., M.SE., didampingi drg. Dani Sugeng selaku Ketua RT 04 RW 03 sekaligus Wakil Ketua Karang Taruna, Wahyu Kristiyansyah, pegiat digital marketing dan mantan Ketua Karang Taruna 2021. Dani dan Wahyu turut memberikan insight terkait program-program yang telah berjalan di Kelurahan Ketawanggede. 

Bertindak sebagai moderator, Ketua KLK FILKOM UB, Edy Santoso, menyampaikan bahwa program KLK ini merupakan kelanjutan dari kunjungan pemetaan wilayah tim KLK FILKOM UB ke Kelurahan Ketawanggede yang telah dilakukan sebelumnya.

Dalam forum tersebut, Dekan FILKOM UB, Tri Astoto, menegaskan bahwa konsep pengembangan KLK FILKOM UB berpeluang direplikasi ke kelurahan lain. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang sistemik dan holistik, bukan sporadis, agar program berjalan berkelanjutan, dengan harapan utama adanya keberlanjutan yang jelas. 

“Sangat mungkin kegiatan kita direplikasi ke kelurahan lain dan kita tidak memulai dari nol. Semoga bisa kita rumuskan bersama hari ini. Ini kan harapannya ada keberlanjutan, sustainability jelas. Jangan sampai kegiatan ini hanya berhenti pada satu periode saja,” ujar beliau.

dok. PSIK FILKOM UB
Foto bersama jajaran pimpinan FILKOM UB, Lurah Ketawanggede, dan tim pengelola program dalam konsinyering penyusunan perjanjian kerja sama pengembangan Kampung Lingkar Kampus (KLK), Kamis (24/09/2026).

Pernyataan itu menunjukkan komitmen FILKOM UB untuk membangun fondasi kerja sama yang tidak hanya berdampak sesaat, tetapi juga bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Tri Astoto turut menyampaikan bahwa tujuan besar dari kerja sama ini adalah meningkatkan status Kelurahan Ketawanggede menjadi kampung berkelas. Menurutnya, FILKOM UB tengah berupaya mengonsolidasikan berbagai potensi kerja sama yang bisa dijalankan dalam skema KLK, mengingat banyak hal yang dapat dikolaborasikan antara fakultas dan kelurahan. Ia menekankan bahwa relasi ini bersifat setara, di mana kedua pihak “sama-sama bisa saling memberi dan menerima.”

Senada dengan itu, Raden Agung menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan oleh FILKOM UB. Menurutnya, manfaat KLK yang dirasakan selama ini masih cukup sporadis. Karena itu, perlu dibangun building block sebagai fondasi untuk lima tahun ke depan.

“Terlebih jabatan lurah dapat berganti sewaktu-waktu. Jadi, nanti siapa pun lurahnya, fondasinya telah ada dan tinggal dilanjutkan. Kami melihat KLK ini bukan sekadar program sepihak, tetapi kolaborasi yang saling menguatkan. Warga merasakan manfaatnya, dan kampus juga mendapatkan ruang untuk mengabdi dan belajar dari masyarakat,” ujarnya.

Tim KLK FILKOM UB juga telah menanam pohon pisang serta bambu di bantaran Sungai Brantas pada 28 Mei 2026. Dalam konsinyering kali ini, isu yang dibahas meliputi pengelolaan sampah dan digitalisasi surat. Digitalisasi surat disebut sudah berjalan, sedangkan pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus yang perlu diperkuat.

Konsinyering ini diharapkan menghasilkan rumusan perjanjian kerja sama yang matang dan berkelanjutan. Dengan begitu, pengembangan KLK dapat memberi manfaat nyata bagi warga Kelurahan Ketawanggede serta sivitas akademika FILKOM UB.

Kerja sama ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengembangan kampung yang lebih tertata dan berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan yang setara antara FILKOM UB dan Kelurahan Ketawanggede. (rr)

#Universitas Brawijaya_SDG11, #Universitas Brawijaya_SDG17