FILKOM UB Gelar Visiting Lecturer Pemanfaatan Deep Learning untuk Pencitraan Medis

FILKOM UB Gelar Visiting Lecturer Pemanfaatan Deep Learning untuk Pencitraan Medis

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan akademik serta memperkuat internasionalisasi melalui penyelenggaraan program Visiting Lecturer. Kegiatan ilmiah ini menghadirkan pakar tingkat internasional untuk membedah perkembangan terkini di bidang Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, serta Deep Learning. Rangkaian kuliah tamu yang digelar secara daring ini dirancang untuk membekali para mahasiswa secara komprehensif. Tidak hanya mengasah penguasaan teknis pemanfaatan teknologi modern, agenda ini juga menanamkan pemahaman etika profesional yang krusial dalam implementasi kecerdasan buatan di era digital.

Sesi pertama rangkaian kegiatan ini sukses dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026) dengan menghadirkan Assistant Professor (Specially Appointed) dari Institute of Science Tokyo, Dr. Wahyu Rahmaniar. Membawakan paparan bertajuk “Deep Learning for Medical Imaging”, ia membagikan hasil riset mutakhirnya terkait pemanfaatan algoritma Convolutional Neural Networks (CNN) untuk analisis citra medis modern. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah inovasi metode otomatisasi pengukuran Cobb Angle serta spine segmentation untuk mendeteksi deformitas tulang belakang, seperti skoliosis. Implementasi Deep Learning ini terbukti mampu membantu tenaga medis dalam mengolah data visual guna melakukan diagnosis penyakit secara jauh lebih cepat, presisi, dan akurat.

Diskusi interaktif yang terbangun antara narasumber dan mahasiswa FILKOM UB menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara ilmu komputer dan dunia medis. Penguasaan algoritma tingkat lanjut ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovator-inovator muda yang siap menciptakan solusi teknologi berdampak luas bagi masyarakat.

Inisiatif penguatan iklim akademik berstandar global ini turut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui perancangan inovasi teknologi untuk mendukung sektor kesehatan, SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan berkualitas tinggi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi riset antarlembaga tingkat internasional. (asw)