Perkuat Fondasi Kepemimpinan Empatik, FILKOM UB Dorong Perubahan Performa Tim 1% Setiap Hari

Perkuat Fondasi Kepemimpinan Empatik, FILKOM UB Dorong Perubahan Performa Tim 1% Setiap Hari

dok. PSIK FILKOM UB

Komitmen besar dalam merawat budaya kerja yang sehat terus digulirkan oleh Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB). Sukses meletakkan fondasi awal pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu, estafet peningkatan kapasitas manajerial tersebut kini resmi berlanjut secara daring melalui platform Zoom Workplace pada Minggu, 24 Mei 2026. Agenda bertajuk Leader as Counselor Sesi 2 ini digelar guna mempertajam strategi taktis pimpinan, sekaligus menjadi langkah nyata kampus setelah sebelumnya sukses berkomitmen dalam menghadirkan kepemimpinan empatik pimpinan FILKOM UB.

Webinar bertajuk Leader as Counselor Sesi 2 ini dihadiri langsung oleh Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. beserta jajaran pimpinan dekanat lainnya. Agenda penting ini kembali menghadirkan Damayanti Aha, S.Pd., S.Psi., M.Sc. Psi. dari Akademi Trainer selaku pemateri utama. Program pelatihan intensif ini dirancang khusus untuk membekali para pemangku kebijakan di lingkungan kampus dengan keterampilan konseling taktis. Kemampuan ini dinilai sangat krusial untuk mendeteksi dini sekaligus memulihkan hambatan emosional maupun penurunan performa kerja yang tengah dihadapi oleh anggota tim.

Dalam pemaparannya, Damayanti menegaskan bahwa seorang pemimpin yang adaptif harus jeli memetakan kondisi psikologis timnya. Pemimpin dituntut mampu mengidentifikasi tingkat motivasi (motivation) serta kompetensi (skills/knowledge) para staf.

dok. PSIK FILKOM UB

Pertama adalah directing (mengarahkan), yang diterapkan ketika kompetensi dan motivasi staf berada di tingkat rendah (low), dengan tujuan memastikan langkah kerja berjalan benar melalui instruksi yang ringkas, jelas, dan lengkap. Kedua adalah counselling (konseling), yang diambil saat kompetensi staf sebenarnya tinggi (high) namun motivasinya merosot (low), guna membantu mereka mengatasi sumbatan emosional. Ketiga adalah mentoring (pendampingan), yang diaplikasikan saat motivasi staf tinggi tetapi kompetensinya masih rendah, demi mendongkrak keahlian lewat umpan balik (feedback) langsung. Keempat adalah coaching (pelatihan), yang digunakan saat kompetensi dan motivasi staf berada di titik puncak untuk merangsang pemikiran kreatif dalam melahirkan solusi mandiri.

“Ada saatnya kita harus melakukan directing di saat kondisi rekan kita berada dalam keadaan low. Sebenarnya secara kualitas skill mereka bagus, namun perlu kita sentuh dengan mentoring atau counselling agar kapasitas knowledge dan motivasinya kembali pulih,” urai Damayanti.

Untuk merealisasikan misi pemulihan tersebut, para pimpinan di lingkungan FILKOM UB wajib menguasai empat keterampilan dasar konseling. Keterampilan itu meliputi rapport & relationship building (membangun kedekatan awal), best listening to get best result (mendengarkan secara aktif demi kenyamanan), change your life with powerful questions (mengajukan pertanyaan berbobot yang menggugah), serta speak with positive vibes (berbicara dengan menyalurkan energi positif).

dok. PSIK FILKOM UB

Keunikan webinar kali ini juga terletak pada hadirnya sentuhan naratif komparatif lewat kisah kebangkitan paling legendaris dalam sejarah olahraga dunia, yaitu tim balap sepeda Inggris. Sir Dave Brailsford yang ditunjuk sebagai direktur performa tim balap sepeda Inggris pada tahun 2003. Memulai dari kondisi medioker—bahkan sempat ditolak oleh produsen sepeda top Eropa demi menjaga citra merek mereka—Brailsford membawa filosofi radikal bernama the aggregation of marginal gains. Konsep ini meyakini bahwa akumulasi perbaikan sebesar 1% pada setiap detail kecil akan menghasilkan lompatan performa yang masif.

Perubahan super detail yang mereka lakukan bahkan menyentuh aspek yang sekilas terdengar tidak biasa. Selain mendesain ulang kursi dan memanaskan otot celana pembalap, tim ini menerapkan standar kebersihan ekstrem. Mereka membawa dokter khusus untuk mengajari metode mencuci tangan yang benar demi menangkal virus flu, serta mengecat bagian dalam truk tim dengan warna putih bersih agar debu sekecil apa pun yang dapat mengganggu mekanis sepeda bisa terdeteksi. Tidak hanya itu, demi menjaga kualitas tidur optimal, kasur dan bantal pribadi pembalap selalu diangkut ke setiap hotel tempat mereka menginap. Aspek aerodinamika pun ditingkatkan lewat pengujian kain baju balap di dalam wind tunnel (terowongan angin).

Hasil dari konsistensi perubahan kecil tersebut terbukti luar biasa. Dalam rentang waktu 2007 hingga 2017, tim balap sepeda Inggris sukses mendominasi panggung dunia dengan torehan 178 kejuaraan dunia, 66 medali emas Olimpiade dan Paralimpiade, serta meraih 5 kali kemenangan dalam ajang bergengsi Tour de France.

Filosofi perubahan perilaku yang konstan ini sangat selaras dengan prinsip buku Atomic Habits karya James Clear. Dalam dunia kerja, pemimpin dapat mengadopsi empat hukum perubahan perilaku untuk membangun kebiasaan produktif baru atau menghancurkan kebiasaan buruk. Hukum tersebut bergerak melalui empat tahapan utama: Cue (Isyarat), Craving (Gairah), Response (Tanggapan), dan Reward (Hasil). Sebagai contoh nyata, implementasi program kerja ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti menyapa rekan sejawat secara ramah atau membiasakan aktivitas jalan kaki terprogram (mindful walking). Tindakan kecil tersebut terbukti membawa dampak (impact) psikologis yang luar biasa besar bagi produktivitas harian.

Melalui berakhirnya seluruh rangkaian sesi kedua ini, diharapkan para pemangku kebijakan di bawah naungan FILKOM UB mampu mengaplikasikan ilmu konseling taktis ini secara berkelanjutan. Langkah nyata ini diharapkan dapat melahirkan ekosistem dan lingkungan kerja kampus yang jauh lebih sehat, harmonis, serta adaptif dalam menghadapi segala tantangan ke depan. (rr)