Wujudkan Visi Kampus Berdampak, FILKOM UB Tebar Keberkahan Lewat Green Qurban Idul Adha 1447 H di Kawasan Ketawanggede Lowokwaru

Mengintegrasikan ibadah keagamaan dengan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menggelar aksi inspiratif bertajuk Green Qurban & Trees Planting 1447 H / 2026 M. Kegiatan sosial yang sarat makna ini dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Mei 2026, bertempat di Kampung Lingkar Kampus FILKOM UB (KLK FILKOM UB), yang berlokasi di tepi Sungai Brantas, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Acara penting ini dihadiri secara langsung oleh Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., dengan didampingi oleh Dr. Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T. selaku Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya, serta Dr. Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs. yang menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa.
Hadir pula Ketua Takmir Mushola Ulul Albab FILKOM UB, Ir. Primantara Hari Trisnawan, M.Sc., serta perwakilan lembaga mahasiswa yang diwakili oleh Shandyka Aditya Putra selaku Ketua Umum Lembaga Kajian Islam Al-Fatih Muslim Drenalin (LKI-AMD).
Pada sambutan pembuka, Dr. Tibyani, S.T., M.T., dalam kapasitasnya sebagai Ketua Green Qurban FILKOM UB 2026, menyampaikan kolaborasi perdana ini menjadi jembatan bagi untuk terus melahirkan dampak positif yang nyata bagi pelestarian lingkungan sekitar.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap perangkat Kelurahan Ketawanggede yang telah menyambut hangat dan membuka ruang komunikasi yang begitu terbuka. Sinergi awal ini diharapkan tidak hanya berhenti pada momentum perayaan keagamaan saja, melainkan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya program-program kemitraan berbasis sustainability di masa depan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Dekan FILKOM UB menekankan bahwa agenda ini dapat menjadi jembatan pembuka untuk merancang program-program pengabdian masyarakat selanjutnya yang dapat dikolaborasikan antara FILKOM UB dengan warga.
“Kegiatan ini juga implementasi nyata dari program KLK yang digagas oleh UB untuk membangun hubungan timbal balik yang harmonis antara kampus dengan warga sekitar. Jugai langkah konkret untuk mewujudkan visi strategis dari Kementerian serta program akselerasi Rektor UB agar perguruan tinggi memberikan dampak sosial-ekonomi langsung pada lingkungan sekitarnya,” jelas Dekan FILKOM UB.
Kehadiran program ini mendapat respons yang sangat positif dari pemerintah daerah setempat. Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana, S.E., M.SE., mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian sosial dan lingkungan yang ditunjukkan oleh FILKOM UB. Menurutnya, kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam menyambung tali silaturahmi yang erat antara warga dengan institusi kampus.
Beliau memberikan apresiasi khusus kepada FILKOM UB yang telah menginisiasi kerja sama produktif ini, sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam melalui tindakan nyata yang ramah lingkungan.

Secara spesifik, Agung memuji langkah taktis panitia yang memilih besek bambu tradisional sebagai media pengemasan daging. Inovasi tersebut dinilai memiliki nilai edukasi ekologi yang sangat tinggi bagi masyarakat urban dalam mengurangi ketergantungan pada material polimer sekali pakai (single-use plastic).
“Kegiatan penggunaan besek ramah lingkungan ini akan segera saya sampaikan kepada Bapak Camat Lowokwaru agar dapat dipertimbangkan untuk direplikasi dan digunakan secara massal di wilayah Kelurahan Ketawanggede serta kelurahan lainnya,” ulas Lurah Ketawanggede dalam sambutannya.
Dalam pelaksanaan qurban tahun ini, panitia berhasil menghimpun dan menyalurkan hewan qurban dari institusi dan swadaya civitas akademika. Perolehan tersebut meliputi satu ekor sapi dari pihak FILKOM UB, serta tiga ekor kambing yang masing-masing berasal dari Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., Prof. Ir. Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si., M.T., Ph.D., dan Dr. Candra Dewi, S.Kom., M.Sc.
Lebih dari sekadar ritual ibadah, konsep green yang diusung diimplementasikan secara konkret melalui penggunaan besek bambu sebagai wadah distribusi daging, menggantikan kantong plastik sekali pakai (single-use plastic). Langkah ini dipilih sebagai kontribusi nyata fakultas terhadap capaian SDGs, khususnya dalam mengurangi limbah plastik dan mendukung konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.
FILKOM UB membuktikan bahwa inovasi dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai religius demi masa depan bumi yang lebih hijau. (rr)