Solusi Pembelajaran Inklusif Berbasis AI Antar Tim FILKOM UB Raih Juara di Ajang Nasional Polines

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) berhasil meraih prestasi di tingkat nasional. Tim FILKOM UB berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) dalam ajang Polines Weekend Technology XIII yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Semarang (Polines) pada 24–25 Januari 2026.
Melalui kompetisi ini, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi dalam pemaparan gagasan dan inovasi ilmiah yang relevan dengan tema “Inovasi Teknologi untuk Keberlanjutan: Mewujudkan SDGs sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045”. Setelah melalui tahapan seleksi abstrak, penilaian karya tulis, hingga presentasi final di hadapan dewan juri, tim FILKOM UB berhasil menempati posisi kedua terbaik. Adalah Dayang Alyssa Raisaputri, Ananda Ravi Kuntadi, Naufal Afkaar, Nisma Fadillah Abdul Rahman Onge, dan Salsa Zufar Radinka Akmal yang tergabung dalam tim KChampion. Dengan mengangkat karya tulis berjudul “STUDEAF: Aplikasi Pembelajaran Inklusif dengan Dual Translation Technology (Speech-to-Text & 3D BISINDO Avatar) untuk Penyandang Tuli”. Karya tersebut mengangkat isu kesenjangan akses pendidikan bagi mahasiswa Tuli di lingkungan perguruan tinggi, yang masih menghadapi hambatan komunikasi, keterbatasan ketersediaan juru bahasa isyarat, serta kesulitan memahami materi perkuliahan secara setara dengan mahasiswa dengar.
Penelitian yang dilakukan mengindikasikan bahwa pendidikan inklusif di Indonesia masih membutuhkan inovasi teknologi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi antara dosen dan mahasiswa Tuli. Atas dasar tersebut, tim KChampion merancang pendekatan berbasis kecerdasan artifisial yang menggabungkan transkripsi suara dan visualisasi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) ke dalam satu sistem pembelajaran terpadu.
Dayang, perwakilan dari tim, menyampaikan bahwa mahasiswa Tuli masih menghadapi tantangan besar dalam mengikuti perkuliahan, mulai dari keterbatasan akses informasi lisan hingga ketergantungan pada juru bahasa isyarat yang tidak selalu tersedia.
“Gagasan ini tidak hanya berangkat dari kajian literatur, tetapi juga dari pengamatan langsung terhadap kondisi di lapangan. Kami ingin menawarkan solusi yang bukan hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan nyata teman-teman Tuli di lingkungan akademik,” lanjutnya.
Tim KChampion mengusung slogan “Dengar dengan Mata, Paham dengan Rasa” sebagai representasi semangat inklusivitas dalam pendidikan, yang menekankan bahwa proses pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai modalitas dengan dukungan visual dan bahasa isyarat. Karya ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas (SDG 4) dan pengurangan kesenjangan (SDG 10), sejalan dengan visi Polines Weekend Technology dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan. Prestasi ini menjadi bukti keunggulan mahasiswa FILKOM UB tidak hanya dalam aspek akademik dan riset, tetapi juga dalam kepekaan sosial serta penyediaan solusi yang aplikatif dan berdampak. (rr)