Sepuluh Mahasiswa FILKOM UB Terpilih sebagai Cohort Apple Developer Academy 2026

Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) angkatan 2023 berhasil lolos seleksi dan terpilih sebagai Cohort Apple Developer Academy 2026, sebuah program pengembangan talenta digital prestisius yang diinisiasi oleh Apple. Para mahasiswa terpilih akan mengikuti program Apple Developer Academy mulai Februari hingga Desember 2026 dan tersebar di berbagai lokasi Academy di Indonesia, yakni Bali, Batam, Jakarta, Surabaya, dan Tangerang.
Adapun mahasiswa FILKOM UB yang terpilih sebagai Cohort Apple Developer Academy 2026 berasal dari berbagai lokasi penyelenggaraan, yakni Christopher Jonathan dan Richard dari Program Studi Teknik Informatika pada Apple Developer Academy Bali – BINUS; Mufida Nur Khoiriya dari Program Studi Sistem Informasi pada Apple Developer Academy Batam – Infinite Learning; Muhammad Ridwan Novriansyah dari Program Studi Teknik Informatika pada Apple Developer Academy Jakarta – Universitas Ciputra; I Putu Natha Kusuma dan Jose Putra Perdana Taneo dari Program Studi Teknik Informatika pada Apple Developer Academy Surabaya – Universitas Ciputra; Pande Kadek Nathan Prabhaswara dari Program Studi Teknik Informatika; serta Amanda Diyanti Putri dari Program Studi Sistem Informasi, Sayyidah Fatimah Azzahra, dan Vannya Ade Gunawan dari Program Studi Teknik Informatika pada Apple Developer Academy Tangerang – BINUS.

Proses seleksi Apple Developer Academy Cohort 2026 berlangsung dalam dua batch dengan rentang waktu April hingga September 2025. Seleksi ini dikenal memiliki tingkat kompetisi yang tinggi, mencakup penilaian kemampuan teknis, portofolio, hingga aspek non-teknis seperti komunikasi dan kerja sama tim. Salah satu peserta, Richard menyampaikan bahwa keberhasilan lolos seleksi juga tidak lepas dari bekal akademik dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FILKOM UB. Pengalaman meraih juara lomba di ajang bergengsi National Hackathon ditahun 2025, (https://filkom.ub.ac.id/2025/08/28/mahasiswa-filkom-ub-raih-juara-1-hackathon-elevaite-indonesia-hub-2025/), juga menjadi salah satu modal penting. Selain juga kemampuan di bidang coding, desain, magang industri, kompetisi, serta proyek perkuliahan menjadi modal penting dalam penyusunan portofolio yang dipersyaratkan sejak tahap awal seleksi.
“Pengalaman dari mata kuliah di FILKOM, kegiatan magang, dan lomba sangat membantu. Semua itu saya rangkum dalam portofolio. Menurut saya, selain kemampuan teknis, sikap eager to learn dan kesiapan beradaptasi juga menjadi faktor penting untuk lolos seleksi,” jelasnya.
Christopher Jonathan, menambahkan bahwa tahapan paling menantang dalam proses seleksi adalah Leaderless Group Discussion (LGD). Menurutnya, LGD menjadi tahap krusial karena menilai sikap kolaboratif, kepemimpinan situasional, serta kemampuan berpikir solutif dalam tekanan.
“Tahap yang paling sulit adalah Leaderless Group Discussion. Di tahap ini kami harus menunjukkan kemampuan bekerja sama, membangun solusi, dan berkomunikasi secara efektif dengan peserta lain yang sebelumnya tidak kami kenal. Beberapa sesi LGD bahkan dilaksanakan secara luring di kota tertentu, seperti Surabaya dan Tangerang, sehingga membutuhkan persiapan mental dan koordinasi yang matang,” ujarnya.
Melalui keberhasilan ini, FILKOM UB berharap para mahasiswa terpilih dapat memanfaatkan Apple Developer Academy sebagai ruang pembelajaran dan inovasi, sekaligus menjadi duta prestasi yang membawa nama baik fakultas dan Universitas Brawijaya di tingkat nasional. Prestasi ini juga sejalan dengan komitmen FILKOM UB dalam mendukung pengembangan talenta digital, peningkatan kualitas pendidikan tinggi, serta penguatan koneksi antara dunia akademik dan industri teknologi global. (rr)