Tim Pengabdian Masyarakat FILKOM UB Latih Guru SD Negeri Dono 2 Tulungagung Membuat Video Pembelajaran Berbasis AI

Tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menggelar pelatihan “Pembuatan Video Pembelajaran Interaktif Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Guru” di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dono 2 Tulungagung, Selasa (28/7/2026). Pelatihan ini membekali guru dengan kemampuan untuk membuat video pembelajaran sendiri tanpa memerlukan keahlian animasi profesional, dengan memakai serangkaian alat AI generatif yang tersedia gratis atau murah.
Tim diketuai oleh dosen FILKOM UB, Buce Trias Hanggara, S.Kom., M.Kom., dan beranggotakan Muhammad Aminul Akbar, S.Kom., M.T., serta Ir. Lutfi Fanani, S.Kom., M.T., M.Sc. Tiga mahasiswa turut dilibatkan sebagai asisten: Shelfina Khayla Anindita, Syifa Zahra Amelia Shofa, dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) dan Adhie Poejo Soehartono, dari Prodi Magister Sistem Informasi (MSI).
Modul pelatihan yang disusun oleh tim membagi proses produksi video menjadi tiga tahap utama secara sistematis. Tahap pertama dimulai dari perancangan karakter dan naskah, di mana para guru dilatih menyusun prompt terstruktur pada chatbot AI seperti ChatGPT atau Gemini untuk merancang konsep video, naskah dialog, hingga deskripsi karakter yang konsisten. Proses kemudian berlanjut ke tahap produksi visual dengan memanfaatkan platform seperti Ideogram atau Google Flow untuk menghasilkan gambar karakter serta latar adegan yang sesuai dengan materi ajar. Rangkaian tersebut diakhiri dengan tahap animasi dan penyuntingan, di mana Google Flow digunakan untuk mengubah gambar statis menjadi video pendek lengkap dengan gerakan dan suara, sebelum akhirnya dirapikan melalui aplikasi penyuntingan seperti CapCut. Pendekatan learning by doing dipakai sepanjang pelatihan — guru langsung mempraktikkan tiap tahap, bukan hanya menerima teori.

Menurut Buce, pemanfaatan AI generatif memberi peluang bagi guru untuk menghemat waktu dalam menyusun materi ajar yang menarik dan adaptif terhadap kebutuhan kelas.
“Penguasaan kompetensi digital ini penting agar guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembang media pembelajaran yang kreatif dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Kegiatan ini secara konkret menjawab dua target Sustainable Development Goals (SDGs). Pada SDG 4 (Quality Education), pelatihan ini menghasilkan luaran langsung berupa peningkatan kompetensi guru dalam memproduksi video pembelajaran secara mandiri guna meningkatkan kualitas penyampaian materi di kelas. Sementara pada SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), materi pelatihan secara spesifik mengajarkan pemanfaatan infrastruktur teknologi AI generatif—mulai dari chatbot, platform visual, hingga perangkat animasi—sebagai alat produksi konten, yang membedakannya secara signifikan dari pelatihan media pembelajaran konvensional. Inisiatif ini menjadi salah satu program pengabdian masyarakat FILKOM UB tahun 2026 yang berfokus pada transformasi digital di sektor pendidikan dasar dengan turut melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pelatihannya. (rr/bt)