FILKOM UB Gelar Pelatihan Pemanfaatan Augmented Reality (AR) Bagi Guru SD Negeri 3 Dono Tulungagung

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menyelenggarakan kegiatan pelatihan inovatif bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Augmented Reality (AR) untuk Pembelajaran pada Guru di SD Negeri 3 Dono Tulungagung”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (28/07/2026), bertempat di SD Negeri 3 Dono, Dusun Karangasem, Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Pelatihan ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi digital para tenaga pendidik di tingkat sekolah dasar dalam mengintegrasikan teknologi Augmented Reality (AR) ke dalam proses belajar mengajar. Sebanyak 13 guru SD Negeri 3 Dono hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dengan penuh antusiasme.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi dan dipimpin oleh tim dosen dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) FILKOM UB yang diketuai oleh Uun Hariyanti, S.Pd., M.Pd., Ph.D., bersama Dr. Maurish Sofie Rahmi Batita, S.Pd., M.Ed. dan Ir. Tri Afirianto, S.T., M.T. sebagai dosen anggota. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Prodi S1 PTI, yaitu Irvan Nabil Firdaus dan Muhammad Ahmad Rofi’us Su’ud, yang bertindak sebagai asisten pemateri. Selama pelatihan berlangsung, Uun dan Tri Afirianto mendampingi peserta secara langsung untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan optimal sesuai dengan rancangan kurikulum yang telah ditetapkan.
Uun menyampaikan, tahapan pelatihan diawali dengan tes awal (pre-test) untuk mengukur pemahaman dasar peserta mengenai konsep AR. Rangkaian dilanjutkan dengan sesi pengantar materi AR serta pengenalan platform Assemblr EDU sebagai media visual interaktif. Sesi ini membekali guru tentang pemanfaatan AR dalam mendobrak keterbatasan ruang kelas, di mana teknologi ini mampu memvisualisasikan objek-objek abstrak atau sulit dijangkau—seperti struktur anatomi, objek astronomi, hingga reaksi kimia—menjadi proyeksi 3D yang nyata dan interaktif. Dengan menghadirkan pengalaman belajar visual yang lebih imersif, AR terbukti dapat meningkatkan daya tarik, daya ingat, serta pemahaman konsep murid sekolah dasar secara signifikan.
“Sesi inti berupa praktik pembuatan media pembelajaran AR berbasis Assemblr EDU dipandu langsung oleh tim dosen dan asisten pemateri dengan mengacu pada modul panduan khusus agar para guru dapat merancang alat peraga digitalnya sendiri sesuai kebutuhan kurikulum, yang kemudian ditutup dengan sesi refleksi diri serta tes akhir (post-test) untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis peserta,” jelas Uun.

dok. Pribadi
Pelatihan ini disambut hangat oleh para peserta yang merasakan langsung potensi besar teknologi AR dalam mentransformasi suasana kelas.
“Saya berencana menerapkan proyek AR ini sebagai bahan ajar tambahan agar siswa lebih interaktif selama proses belajar, sekaligus sebagai bahan latihan mandiri bagi siswa saat belajar di rumah,” ungkap Galuh Dwipa Ratri, S.Pd., salah satu peserta pelatihan.
Senada dengan hal tersebut, Pramita Pahlawati, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kemudahan platform yang diajarkan.
“Ini adalah pengalaman baru bagi saya yang sangat membantu dalam penyampaian materi IPA, khususnya pemanfaatan fitur titik teks dan anotasi. Mata pelajaran lain pun sangat berpotensi untuk dikembangkan menggunakan default editor yang ada,” ujarnya.
Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen FILKOM UB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas digital tenaga pendidik untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui perwujudan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar. (uun/rr)