FILKOM UB Jadi Tuan Rumah Workshop ke-4 AITF: Perkuat Ekosistem Talenta Digital

FILKOM UB Jadi Tuan Rumah Workshop ke-4 AITF: Perkuat Ekosistem Talenta Digital

dok. PSIK FILKOM UB

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) kembali mendapat amanah sebagai tuan rumah pelaksanaan Workshop ke-4 Artificial Intelligence Talent Framework (AITF) yang berlangsung selama dua hari (12/12 dan 13/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian program transformasi pembelajaran digital nasional, khususnya dalam menyiapkan talenta muda Indonesia di bidang kecerdasan artifisial dan teknologi berbasis data. Workshop ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., yang menyampaikan dukungan penuh UB terhadap penguatan kompetensi digital generasi muda. Hadir pula Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Dr. Said Mirza Pahlevi, M.Eng., serta Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D. Kegiatan ini turut melibatkan para dosen pendamping dan mahasiswa FILKOM UB sebagai peserta use case, sehingga tercipta ekosistem pembelajaran kolaboratif yang memperkuat komitmen UB dan FILKOM dalam menyiapkan talenta digital masa depan.

Pada sambutan pembuka, Prof. Imam, menyampaikan pemanfaatan teknologi berbasis AI bukan lagi kebutuhan masa depan, melainkan kebutuhan dunia saat ini. Indonesia, Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan talenta unggul dan startup inovatif apabila diberikan akses pembelajaran, praktik, serta fasilitas yang memadai.

“Intinya, kita memfasilitasi sebanyak mungkin talenta muda dari negara kita. Adik-adik yang belajar kecerdasan artifisial ini perlu ruang aktualisasi karena AI kini sudah menjadi kebutuhan dunia, bukan hanya Indonesia. Kita bisa menyiapkan resource yang sangat baik, bukan hanya untuk negeri kita tetapi juga berkontribusi untuk dunia. Pentingnya proses pembelajaran yang berorientasi pada praktik, project-based learning, dan case study yang relevan dengan kebutuhan industri digital,” ungkapnya.

Prof. Imam menambahkan, bahwa ekosistem pembelajaran berbasis proyek tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga membuka ruang bagi dosen untuk menghasilkan inovasi, riset terapan, serta kolaborasi yang memperkuat kompetensi di bidang digital. Karena forum seperti ini memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk belajar dari aktivitas nyata, sekaligus memberi ruang bagi dosen untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi baru.

dok. PSIK FILKOM UB

Sabriansyah mengatakan, FILKOM UB siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan talenta digital melalui program AITF ini. Harapannya, workshop yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan dan kebutuhan industri digital masa kini.

“Melalui pendalaman use case, sesi expert lecture, serta show case yang melibatkan mahasiswa secara langsung, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat keterampilan teknis, menumbuhkan kemampuan kolaboratif, serta menanamkan pola pikir inovatif yang relevan dengan ekosistem teknologi global,” jelas Sabriansyah.

Kegiatan Workshop ke-4 AITF di FILKOM UB diharapkan menjadi ruang belajar yang memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang kecerdasan artifisial dan teknologi digital. FILKOM UB menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, tutor, dan mahasiswa yang telah berpartisipasi. Semoga hasil kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi peserta untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam ekosistem digital Indonesia. (rr)