FILKOM UB Gelar UAS Ganjil 2025/2026: Meneguhkan Integritas dan Budaya Akademik

FILKOM UB Gelar UAS Ganjil 2025/2026: Meneguhkan Integritas dan Budaya Akademik

dok. PSIK FILKOM UB

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada 3–17 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas proses pembelajaran melalui evaluasi yang terukur. Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., yang juga bertugas sebagai pengawas UAS pada periode ini—sebagaimana yang secara rutin beliau lakukan pada periode-periode sebelumnya—menyampaikan bahwa pengalaman langsung di ruang ujian menjadi salah satu dasar dalam melihat peran UAS bagi perkembangan akademik mahasiswa, baik secara hardskills maupun softskills. Pengalaman tersebut menguatkan pandangan beliau bahwa UAS tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penilaian, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter belajar dan penguatan budaya akademik di FILKOM UB.

“UAS menjadi salah satu instrumen untuk memastikan bahwa mahasiswa benar-benar memahami capaian pembelajaran (CPL) yang telah ditetapkan pada setiap mata kuliah. Evaluasi ini membantu dosen melihat efektivitas strategi pembelajaran sekaligus mengidentifikasi area yang perlu diperkuat. Hal yang perlu kita perhatikan, bahwa disiplin ilmu komputer berkembang sangat cepat. Dosen dituntut untuk mampu menyesuaikan materi ajar, metode penyampaian, serta bentuk evaluasi agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Mahasiswa dituntut mampu menganalisis masalah dan merumuskan solusi berbasis logika maupun pendekatan ilmiah.” jelas beliau.

dok. PSIK FILKOM UB

Selain itu, beliau menekankan bahwa persiapan menghadapi UAS mengajarkan mahasiswa untuk mengatur waktu, menyusun strategi belajar, dan bertanggung jawab terhadap progres akademiknya. Kejujuran dalam proses pengerjaan ujian menjadi fondasi penting dalam membentuk disiplin akademik dan etika belajar, sebuah nilai yang turut membangun profesionalisme ketika mahasiswa memasuki dunia kerja, di mana integritas merupakan prinsip utama.

Pada pelaksanaan UAS daring, FILKOM UB kembali menerapkan Safe Exam Browser (SEB) sebagai sistem pengawasan. Mahasiswa dituntut mematuhi ketentuan ujian dan mengedepankan kejujuran dalam setiap tahapan. SEB yang setiap periode UAS selalu dievaluasi dan diperbarui oleh FILKOM UB menjadi langkah preventif penting untuk mencegah praktik kecurangan dan memastikan proses ujian berlangsung adil, transparan, dan akuntabel.

“Teknologi pengawasan seperti SEB bukan sekadar alat teknis, tetapi bagian dari pendidikan karakter. Mahasiswa diajak memahami bahwa kejujuran, kepatuhan pada prosedur, serta kedisiplinan merupakan bentuk penghormatan terhadap proses akademik dan tanggung jawab pribadi sebagai calon profesional,” ujar beliau.

Dekan berharap pelaksanaan UAS di FILKOM UB dapat terus menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang sehat, berintegritas, dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa. Namun demikian, Dekan juga berencana untuk melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap pelaksanaan UAS agar betul-betul mampu menjadi salah satu instrumen pengukuran pencapaan kompetensi mahasiswa secara proporsional. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia UAS, dosen, tenaga kependidikan, serta tim teknis yang telah bekerja keras mempersiapkan dan mengawal jalannya ujian sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar. Pada akhirnya, Dekan berharap mahasiswa dapat memperoleh hasil terbaik dari UAS ini dan menjadikan proses persiapan, kejujuran, serta kedisiplinan sebagai pembelajaran berharga dalam perjalanan akademik mereka. Dengan dukungan seluruh sivitas akademika, UAS tidak hanya menjadi penilaian akhir, tetapi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan FILKOM UB. (rr/tak)