Mahasiswa Internasional FILKOM UB Raih Juara 1 Festival Tutur Pertiwi 2026

Mahasiswa Internasional FILKOM UB Raih Juara 1 Festival Tutur Pertiwi 2026

dok. Pribadi
Andry Njakatiana Anthonio

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Andry Njakatiana Anthonio, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi angkatan 2024 asal Madagaskar, meraih Juara 1 pada Festival Tutur Pertiwi 2026 yang digelar sepanjang Agustus 2026.

Festival Tutur Pertiwi merupakan ajang perdana yang melibatkan peserta dari 10 negara, yaitu Mesir, Yaman, Malaysia, Sudan, Pakistan, Korea Selatan, Madagaskar, Panama, Nigeria, dan Mali. Mengusung slogan “Menuturkan Indonesia pada Dunia”, festival ini menjadi ruang bagi warga negara asing untuk memperkenalkan Indonesia melalui bahasa Indonesia dan karya kreatif.

Sepanjang Agustus 2026, peserta ditantang untuk membuat karya video digital berbahasa Indonesia dengan memilih salah satu dari empat tema: alasan mencintai Indonesia dan bahasa Indonesia, ulasan kuliner Nasi Padang, cerita destinasi wisata Bukittinggi dan Puncak Lawang, atau kekayaan bahasa daerah di Indonesia. Setiap video wajib menggunakan bahasa Indonesia dan dilengkapi dengan terjemahan dalam bahasa Inggris atau bahasa negara asal peserta, sehingga karya tersebut sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan Indonesia kepada audiens internasional. Kompetisi ini berlangsung sepenuhnya secara daring.

Andry berhasil menyisihkan peserta dari berbagai negara. Posisi Juara 2 diraih Mitzel Libania Rodríguez Lino dari Panama, sedangkan Han Seungik dari Korea Selatan memperoleh gelar Juara Favorit. Dalam karyanya, Andry mengangkat kisah personal tentang kecintaannya terhadap Indonesia dan bahasa Indonesia. Rasa tertarik itu bermula sejak kecil ketika sering mendengar orang tuanya memutar lagu-lagu Indonesia, termasuk karya Betharia Sonata. Rasa penasaran terhadap makna lagu kemudian mendorongnya untuk mempelajari bahasa Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, ketertarikan Andry terhadap budaya Indonesia semakin berkembang. Ia mulai mendengarkan lebih banyak lagu Indonesia dan menonton berbagai film Indonesia. Beberapa musisi yang sering ia dengarkan antara lain Yura Yunita, Tulus, serta Yovie & Nuno. Namun, Cassandra Band dan Feby Putri menjadi dua musisi favoritnya.

Kecintaannya terhadap musik Indonesia juga ia wujudkan melalui kegiatan menyanyi. Menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia telah menjadi salah satu hobinya. Selain membawakan lagu-lagu Indonesia dalam berbagai kesempatan dan tampil di atas panggung, Andry juga telah membuat dan mengunggah banyak video cover lagu Indonesia di berbagai media sosial, seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan Facebook. Ia pernah membawakan lagu-lagu dari berbagai musisi Indonesia, di antaranya Geisha serta Yovie & Nuno. Bagi Andry, menyanyikan lagu-lagu Indonesia bukan hanya menjadi sebuah hobi, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap bahasa dan budaya Indonesia.

Meskipun Andry tidak memiliki keturunan Indonesia secara langsung, kedua orang tuanya dan keluarganya berasal dari Madagaskar. Namun, secara historis, masyarakat Malagasy di Madagaskar memiliki hubungan leluhur dengan masyarakat Austronesia dari wilayah Asia Tenggara, termasuk kawasan Indonesia. Sejumlah penelitian genetik dan linguistik menunjukkan adanya kontribusi leluhur Austronesia dalam sejarah populasi Madagaskar. Hubungan tersebut juga tercermin dalam bahasa Malagasy, yang termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia dan memiliki hubungan linguistik yang kuat dengan bahasa-bahasa di Asia Tenggara, khususnya bahasa Ma’anyan di Kalimantan bagian tenggara.

Bagi Andry, kecintaannya terhadap Indonesia bukan hanya sekadar ketertarikan terhadap musik dan bahasa, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pribadinya selama mengenal dan mempelajari Indonesia.

“Menjadi mahasiswa asing di Indonesia memberikan saya kesempatan luar biasa untuk belajar. Kompetisi ini memotivasi saya untuk terus mengasah kemampuan bahasa Indonesia dan memahami makna budaya Indonesia,” ujar Andry.

Andry menilai bahasa Indonesia sebagai bahasa yang ramah dan santun. Melalui karya-karya berbahasa Indonesia, ia mengenal keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.

Pencapaian Andry di Festival Tutur Pertiwi bukan yang pertama. Sebelumnya, ia juga meraih Juara III pada kompetisi bahasa nasional Telkom University Language Festival (LAFEST) 2026 untuk kategori Mendeskripsikan Gambar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

LAFEST 2026 diselenggarakan oleh Telkom University Language Center dengan tema “Empowering Global Communication in the Era of Safe AI“. Andry melewati babak penyisihan daring sejak 7 April 2026 dan melaju ke final yang digelar di Kampus Telkom University, Bandung, pada Kamis (21/5/2026). Pada babak final, ia ditantang mendeskripsikan visual bertema “Indonesian in Words” yang kaya nilai kultural.

Andry merupakan penerima Brawijaya International Student Scholarship (BISS) angkatan 2024. Ia telah dua tahun menempuh studi di FILKOM UB dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik.

Pencapaian Andry Njakatiana Anthonio sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pengembangan kompetensi mahasiswa di ajang internasional, serta SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui keterbukaan akses pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai negara. (rr)

#Universitas Brawijaya_SDG4, #Universitas Brawijaya_SDG10