FILKOM UB Lepas Tim Atyabrama ke IKN untuk Final KRTI 2026

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Dr. Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs., bersama Tim Atybrama pada acara pelepasan tim, Jumat (18/09/2026).
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) resmi melepas Tim Atyabrama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mengikuti babak final Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. Pelepasan berlangsung di FILKOM UB pada Jumat, 18 September 2026, dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Dr. Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs., pembimbing tim, Eko Setiawan, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D. dan Wijaya Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D. selaku Ketua Laboratorium Robotika dan Embedded System (LAB RES) FILKOM UB, bersama seluruh anggota tim.
Pelepasan ini menjadi penanda kesiapan Tim Atyabrama berlaga di tingkat nasional. Sebelumnya, Universitas Brawijaya juga telah melepas kontingen robotika UB dalam sebuah acara resmi di tingkat universitas. Kini, seluruh perhatian tertuju pada perjuangan tim di IKN.
Tim Atyabrama dinyatakan lolos ke tahap final KRTI 2026 divisi Technology Development (TD) berdasarkan surat resmi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) Nomor 3180/DST/B2/DT.01.02/2026 yang dirilis 20 Agustus 2026. Pencapaian ini diraih setelah tim melewati Seleksi Proposal dan Seleksi Tahap II (Penilaian Kemajuan dan Wilayah).
Tahap final KRTI Tingkat Nasional 2026 akan berlangsung pada Senin–Sabtu, 21–26 September 2026, bertempat di Institut Teknologi Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Di divisi TD, Tim Atyabrama akan bersaing dengan 10 tim finalis lain dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Gadjah Mada, serta Institut Teknologi Kalimantan selaku tuan rumah.
Pada kompetisi tahun ini, Tim Atyabrama membawa sistem pemetaan spasial tiga dimensi berbasis Rotating LiDAR 2D bernama AkashaNetra. Sistem ini dirancang sebagai payload modular yang dapat diintegrasikan pada platform UAV hexacopter untuk menghasilkan rekonstruksi lingkungan tiga dimensi secara real-time selama wahana beroperasi di udara.
Fokus utama AkashaNetra adalah misi pemantauan wilayah bencana alam secara cepat dan mandiri. Inovasi ini lahir dari upaya tim untuk menghadirkan solusi pemetaan 3D yang lebih terjangkau dan adaptif dibandingkan dengan sensor LiDAR 3D komersial yang selama ini mendominasi pasar. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan konfigurasi resolusi spasial secara adaptif melalui variasi RPM motor, yang memungkinkan wahana melakukan pemetaan area luas maupun inspeksi struktur secara detail sesuai kebutuhan misi.
Tim Atyabrama yang akan bertanding di Balikpapan terdiri atas 15 mahasiswa FILKOM UB lintas program studi, dipimpin oleh Zaskia Fitri Nur Azizah (Teknik Komputer, 2024) selaku Ketua Tim. Di bawah bimbingan intensif Eko Setiawan, persiapan menuju IKN dipacu melalui serangkaian pengujian teknis dan penyempurnaan sistem.
Berbulan-bulan waktu dihabiskan di laboratorium untuk pemodelan, perakitan mekanik, pengembangan algoritma pemrosesan data, hingga serangkaian uji coba terbang (flight test) guna memastikan keandalan sistem AkashaNetra saat menghadapi penilaian dewan juri KRTI.
Partisipasi Tim Atyabrama di KRTI 2026 tidak hanya tentang meraih kemenangan. Inovasi seperti AkashaNetra berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung misi kemanusiaan, khususnya dalam pemantauan wilayah terdampak bencana alam.
Keikutsertaan Tim Atyabrama di KRTI 2026 sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) , khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi pemetaan 3D yang aplikatif, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pemanfaatan teknologi untuk pemantauan wilayah bencana. (rr)
#Universitas Brawijaya_SDG9