Pengabdian Masyarakat FILKOM UB: Pelatihan Embedded Fuzzy Control untuk Smart Hidroponik di SMAK St. Yusup Malang

Jennifer Jestina dan Afifah Zuriah Mindarini sedang memberikan penjelasan di gedung serbaguna di SMA Katolik Kolese St. Yusup Malang
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Laboratorium Robotika dan Embedded System (LAB RES), menyelenggarakan pelatihan Embedded Fuzzy Control untuk Smart Hidroponik di SMAK Kolese Santo Yusup (KOSAYU), Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu siang, 12 September 2026, diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 28 siswa kelas XI dan XII peminatan Informatika serta 2 guru pendamping.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh MC, sambutan Kepala KOSAYU, dan sambutan Ketua Pelaksana Dosen, Wijaya Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D.. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan FILKOM UB dan Program Studi Teknik Komputer oleh Prof. Dr.Eng. Fitri Utaminingrum, S.T., M.T., serta pengenalan LAB RES dan komunitas ROBOTIIK oleh pemateri mahasiswa. Sesi materi berikutnya membahas pengenalan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang disampaikan oleh Edita Rosana Widasari, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D.. Materi ini menjadi jembatan bagi peserta sebelum masuk ke sesi bedah modul dan praktik perakitan alat.
Wijaya, sebagai alumni KOSAYU, menyampaikan bahwa pengmas ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang pemanfaatan teknologi berbasis perangkat keras cerdas di lingkungan sekolah.
“KOSAYU Malang memiliki fasilitas laboratorium komputer dan fisika yang memadai serta komitmen terhadap gerakan Green School, namun integrasi teknologi otomatisasi modern ke dalam program lingkungan sekolah, khususnya hidroponik, belum terwujud. Siswa juga dinilai masih mengalami kesenjangan pengetahuan dalam menjembatani logika matematika dengan kondisi dunia nyata yang penuh ketidakpastian,” jelas Wijaya.
Memasuki sesi inti, peserta mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal, kemudian dilanjutkan dengan bedah modul Embedded Fuzzy Logic Control. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada komponen ESP32 sebagai mikrokontroler, sensor DHT22 untuk suhu dan kelembapan udara, Capacitive Soil Moisture Sensor untuk kelembapan tanah, serta tiga LED indikator berwarna merah, kuning, dan hijau. Sistem menggunakan dua input dengan masing-masing tiga himpunan fuzzy dan metode inferensi Sugeno orde-nol dengan sembilan rule base.

Prof. Dr.Eng. Fitri Utaminingrum, S.T., M.T., sedang menjawab pertanyaan dari peserta.
Puncak kegiatan adalah sesi hands-on pembuatan alat. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil dan didampingi mahasiswa mentor. Setiap kelompok merakit rangkaian monitoring hidroponik pintar dan menyusun rule base fuzzy ke dalam kode program, kemudian mengamati perubahan LED berdasarkan kondisi input yang diberikan. Peserta juga melakukan dua percobaan utama, yaitu pembacaan kondisi lingkungan untuk memastikan sensor berfungsi, serta implementasi metode pengambilan keputusan dengan menggabungkan pembacaan sensor dan proses fuzzy.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah mahasiswa yang merupakan gabungan antara asisten LAB RES dan anggota komunitas Robotiik FILKOM UB, antara lain: Jennifer Jestina, Afifah Zuriah Mindarini, Aaisyah Aura Wijaya Kusuma, Christama Ezra Yudianto, Akbar Bintang Kusuma, Arin Alexia, Meylisa Putri Veramita, Muhamad Al Fadli Akbar, Abdallah Ilham Zamzami, Kukuh Satrio Buditomo, Akhtar Kael, Michael Aditya Patria Wijanarko, dan Syarief Choirul Anwar.
Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada beberapa aspek, seperti penghematan air pada penyiraman berbasis sensor (naik dari 75% menjadi 86,67%), peran sensor pada sistem otomatis (naik dari 89,29% menjadi 93,33%), dan tujuan praktik alat pemantau otomatis (naik dari 89,29% menjadi 93,33%). Meskipun demikian, terdapat penurunan pada aspek pemahaman fungsi Arduino IDE, kalibrasi sensor, dan sistem keputusan fleksibel, yang dapat disebabkan oleh perbedaan tingkat kesulitan dan spesifisitas pertanyaan pada post-test, serta jumlah responden post-test yang lebih sedikit (15 responden) dibandingkan pre-test (28 responden).
Dari sisi kepuasan peserta, hasil feedback dengan skala 1–5 menunjukkan nilai rata-rata yang tinggi, yaitu 4,47 untuk pemahaman konsep, 4,40 untuk penyampaian materi, 4,47 untuk kejelasan slide dan modul, 4,60 untuk kebermanfaatan contoh studi kasus, serta 4,47 untuk kepuasan keseluruhan. Nilai rata-rata di atas 4,40 pada seluruh aspek menandakan bahwa peserta merasa puas terhadap materi, penyampaian, dan fasilitas pendukung yang diberikan.

Sesi foto bersama
Melalui kegiatan Pengmas ini, diharapkan siswa KOSAYU tidak hanya memahami teori fuzzy logic, tetapi juga mampu merakit dan mengamati perilaku sistem embedded sederhana secara mandiri, sehingga program transfer knowledge ini dapat mendukung keberlanjutan program Green School di sekolah tersebut. Tidak hanya menghadirkan solusi teknologi tepat guna bagi SMAK St. Yusup Malang, FILKOM UB melalui kegiatan ini juga memperkuat kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pelatihan Embedded Fuzzy Control untuk Smart Hidroponik ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer knowledge dan penguatan literasi teknologi bagi siswa sekolah menengah. Kegiatan ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong inovasi teknologi embedded system dan IoT di lingkungan pendidikan. Selain itu, pengenalan sistem otomatisasi pada hidroponik mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui efisiensi sumber daya dan praktik pertanian berkelanjutan. Ke depan, pengembangan sistem dengan sensor kelembapan tanah dan otomatisasi penyiraman berpotensi memperluas dampak pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi) melalui penghematan air. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah ini menjadi model pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan, inovasi, dan keberlanjutan. (rr)
#UniversitasBrawijaya_SDG4 #UniversitasBrawijaya_SDG9 #UniversitasBrawijaya_SDG12 #UniversitasBrawijaya_SDG6