Tim Pengmas FILKOM UB Terapkan Sistem Deteksi Kebocoran Gas Berbasis IoT di Dapur Katering Sonokembang

Barlian Henryranu Prasetio, S.T., M.T., Ph.D., memberikan penjelasan terkait manfaat sistem deteksi kebocoran gas berbasis IoT di dapur katering Sonokembang
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melalui pendanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) FILKOM UB melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) berupa pemasangan alat pendeteksi kebocoran gas berbasis Internet of Things (IoT) di dapur CV Sonokembang, Malang, Selasa (15/9/2026). DIPA FILKOM UB merupakan dana yang dialokasikan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan pengembangan riset berkelanjutan, peningkatan mutu akademik, serta hilirisasi produk teknologi bagi masyarakat.
CV Sonokembang Catering merupakan perusahaan jasa boga berpengalaman di Indonesia yang menyediakan layanan katering pernikahan, acara korporat, dan nasi kotak. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan buku panduan penggunaan sistem deteksi kebocoran gas berbasis IoT sebagai acuan bagi pengelola dan pekerja dalam mengoperasikan dan memantau perangkat yang telah disusun sebelumnya. Pemasangan disambut langsung oleh pihak manajemen perusahaan, yang diwakili oleh Supeno (Manajer Produksi), Rey (teknisi), Suwardi selaku Production Planning and Inventory Control (PPIC), dan Bambang Setiawan (security).
Manajer Produksi CV Sonokembang, Supeno, menyampaikan apresiasinya atas pemasangan detektor gas tersebut. Ia menyebut ada sekitar 50 karyawan yang setiap hari bekerja berhubungan dengan kompor dan masakan, sehingga risiko kebocoran gas menjadi perhatian serius.
“Pemasangan detektor gas ini sangat bermanfaat. Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan, dan training-nya sudah lengkap sehingga bisa segera dimulai,” ujar Supeno.

Mahasiswa FILKOM UB memberikan penjelasan dan praktik penggunaan aplikasi sistem deteksi kebocoran gas berbasis IoT di dapur katering Sonokembang
Selain pemasangan perangkat, tim FILKOM UB memberikan pelatihan kepada pengelola dan pekerja mengenai cara membaca informasi pada alat, menerima notifikasi melalui smartphone, mengenali kondisi peringatan, serta melakukan langkah respons awal ketika terdapat indikasi kebocoran gas. Pelatihan dilakukan melalui demonstrasi dan praktik langsung agar sistem dapat digunakan secara mandiri oleh mitra
Ketua kegiatan, Barlian Henryranu Prasetio, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa panduan lengkap mengenai penggunaan alat akan diberikan oleh mahasiswa, sekaligus menegaskan bahwa seluruh peralatan detektor gas ini diberikan secara gratis dari DIPA FILKOM UB.
“Kami tidak hanya menyerahkan perangkat. Tim juga mendampingi mitra mulai dari instalasi, konfigurasi, pemantauan melalui smartphone, hingga pemahaman terhadap respons awal ketika sistem memberikan peringatan. Harapannya, teknologi ini dapat digunakan secara mandiri dan berkelanjutan oleh mitra,” ujar Barlian.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga langsung melakukan pemasangan alat di CV Sonokembang, sekaligus menjelaskan dan mempraktikkan cara penggunaannya kepada tim CV Sonokembang. Lutfi Maulana , salah satu mahasiswa yang terlibat, menjelaskan bahwa notifikasi kebocoran gas dapat diterima melalui aplikasi Smart Life pada smartphone: Smart Life. Aplikasi ini harus diunduh terlebih dahulu melalui Google Play Store dan tersedia secara gratis.
“Jika terjadi kebocoran, pengguna akan mendapat notifikasi di smartphone, sehingga bisa segera menghubungi teknisi atau penanggung jawab di lokasi,” jelas Lutfi.

Kolase kegiatan pemasangan sistem deteksi kebocoran gas berbasis IoT di dapur katering Sonokembang
Alat ini dirancang untuk mendeteksi gas LPG dan gas alam (CH4) di area dapur produksi. Sistem akan mengaktifkan alarm suara, lampu indikator merah, dan mengirimkan notifikasi ke smartphone melalui koneksi Wi-Fi 2,4 GHz. Perangkat ditempatkan pada titik prioritas berdasarkan kondisi dapur dan karakteristik gas, terutama di sekitar jalur gas, sambungan, kran, dan area penggunaan kompor.
Kegiatan pengabdian ini dikoordinasikan oleh Barlian sebagai ketua, dengan anggota Dr.Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T. dan Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D.. Kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa FILKOM UB Teknik Komputer (Asisten Laboratorium Robotika dan Embedded System), yaitu Lutfi Maulana, Jhons Janner Samuel S., Keirio Omar Attallah dan Samuel Fransjemima. Mereka berperan dalam proses pemasangan, pengenalan alat, serta pendampingan teknis kepada pihak CV Sonokembang.
Dengan adanya alat ini, CV Sonokembang diharapkan dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi kebocoran gas, meningkatkan keselamatan kerja, dan mendukung operasional yang lebih aman. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). (rr)
#Universitas Brawijaya_SDG3, #Universitas Brawijaya_SDG9