Neural Talk 2026 Batch 3 FILKOM UB Bahas Peran Data dan Cloud Computing dalam Kecerdasan Buatan
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk Neural Talk 2026 Batch 3, Jumat 8 Mei 2026 yang mengangkat tema Peran Data & Cloud Computing Dalam Kecerdasan Buatan. Kegiatan yang digelar oleh Laboratorium Komputasi Cerdas di Mini Teater Heuristic Gedung A lt. 2 FILKOM UB ini menjadi wadah diskusi ilmiah bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan riset dan implementasi kecerdasan buatan dari berbagai perspektif, mulai dari data, optimasi, hingga integrasi cloud computing dalam kehidupan nyata. Neural Talk sendiri merupakan forum sharing session yang dirancang untuk memperkuat konektivitas akademik antara dosen dan mahasiswa, sekaligus membuka ruang kolaborasi riset serta pengembangan ide tugas akhir di bidang kecerdasan buatan dan komputasi cerdas, yang selaras dengan Positioning FILKOM UB, Smart Digital Solution & Innovation.
Kegiatan ini dibuka oleh Edy Santoso, S.Kom., M.Kom selaku pemandu acara dan moderator yang menjelaskan outline materi di Neural Talk 2026 Batch 3 ini. Dilanjutkan dengan presentasi pertama disampaikan oleh Dr. Ir. Dian Eka Ratnawati, S.Si., M.Kom dengan topik “AI Tidak Cerdas Tanpa Data”. Dalam materinya, beliau menekankan bahwa kualitas sistem kecerdasan buatan sangat ditentukan oleh kualitas data yang digunakan. Mahasiswa diajak memahami pentingnya data yang relevan, bersih, dan cukup sebagai fondasi utama pengembangan AI modern. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada pendekatan data-centric AI yang kini menjadi fokus baru dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
“AI yang baik bukan hanya soal model yang canggih, tetapi tentang bagaimana kita memahami dan mengelola data secara benar,” ujarnya.
Materi kedua dipaparkan oleh Bayu Rahayudi, ST., MM yang membahas “Posisi Data Mining, Optimasi, dan Isu Data Saat Ini”. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara data science, data mining, dan optimasi dalam proses analisis data modern. Bayu juga menyoroti tren terkini seperti synthetic data, pemanfaatan RAG & LLM, hingga isu privasi dan keamanan data yang semakin relevan di era AI generatif.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa perkembangan AI juga membawa tanggung jawab etika dalam pengelolaan data,” jelasnya.
Selanjutnya, Prof. Ir. Wayan Firdaus Mahmudy menyampaikan materi bertajuk “Data dalam Ekosistem Digital Modern”. Beliau menjelaskan bagaimana data dari berbagai perangkat seperti IoT, wearable device, dan aplikasi mobile diproses melalui cloud computing untuk menghasilkan sistem cerdas berbasis AI. Paparan ini memberikan gambaran mengenai alur ekosistem data modern yang berjalan secara real-time, cloud-based, dan multi-format.
“Konvergensi antara data, cloud, dan AI akan menjadi fondasi utama transformasi digital di masa depan,” ungkapnya.
Pada sesi berikutnya, Dr. Drs. Marji membahas topik “Sistem Terintegrasi Digital”. Dalam pemaparannya, beliau menunjukkan berbagai implementasi integrasi IoT, mobile, cloud, dan AI pada skenario kehidupan nyata seperti smart health, smart home, ride-hailing, hingga aplikasi kebugaran digital. Materi ini memperlihatkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem digital yang saling terhubung.
“Masa depan teknologi terletak pada kemampuan mengintegrasikan berbagai sistem menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Topik mengenai optimasi dibawakan oleh Dr. Ir. Diva Kurnianingtyas melalui materi “Optimasi: Kunci Efisiensi di Era Kompleksitas”. Beliau menjelaskan peran algoritma metaheuristik dalam menyelesaikan berbagai persoalan kompleks yang sulit diselesaikan secara konvensional. Peserta dikenalkan pada konsep eksplorasi dan eksploitasi dalam optimasi, serta dampak nyata optimasi terhadap efisiensi operasional dan pengambilan keputusan di berbagai bidang.
“Optimasi membantu kita menemukan solusi terbaik dari berbagai kemungkinan yang sangat kompleks,” jelasnya.
Sementara itu, Nurul Hidayat, S.Pd., M.Sc. memaparkan materi mengenai “Metode Optimasi dalam Machine Learning dan Studi Kasus Optimasi”. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai metode optimasi seperti gradient descent, stochastic gradient descent, momentum, hingga algoritma Adam yang banyak digunakan dalam machine learning dan large language model (LLM). Selain teori, Nurul juga menghadirkan berbagai studi kasus penerapan optimasi pada distribusi logistik, penentuan rute wisata, hingga distribusi produk UMKM.
“Optimasi bukan sekadar teori matematika, tetapi alat penting untuk menyelesaikan persoalan nyata secara lebih efisien,” paparnya.
Melalui Neural Talk 2026 Batch 3 ini, FILKOM UB berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep teknis kecerdasan buatan, tetapi juga mampu melihat keterkaitan antara data, cloud computing, optimasi, dan implementasi AI dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan riset, membangun kolaborasi akademik, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis kecerdasan buatan yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan industri di era transformasi digital. (ed)