K3L FILKOM UB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Kebakaran dan Penggunaan APAR

K3L FILKOM UB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Kebakaran dan Penggunaan APAR

dok. PSIK FILKOM UB

Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Tanggap Darurat Kebakaran Ringan dan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja tahunan K3L ini dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 bertempat di Teater Heuristic, Gedung FILKOM UB. Acara yang dipandu oleh Yuita Arum Sari, S.Kom., M.Kom., Ph.D., ini dihadiri oleh berbagai elemen stakeholder di lingkungan kampus, mulai dari perwakilan dosen, tenaga kependidikan (tendik), perwakilan mahasiswa, petugas keamanan (security), hingga para kepala laboratorium.

Kegiatan diawali dengan laporan dari Ketua K3L FILKOM UB, Rakhmadhany Primananda, S.T., M.Kom. Dalam laporannya, pria yang akrab disapa Dhany ini menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah krusial dalam membangun kewaspadaan dini yang terkendali di lingkungan kampus. Secara garis besar, terdapat lima tujuan utama dari penyelenggaraan pelatihan K3L tahun 2026 ini. Tujuan tersebut meliputi peningkatan pengetahuan peserta mengenai potensi risiko kebakaran ringan di lingkungan fakultas yang berkaitan dengan penggunaan instalasi listrik, pemberian pemahaman tentang prosedur tanggap darurat dan mekanisme evakuasi, serta pelatihan penggunaan APAR secara benar sesuai prosedur keselamatan kerja.

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendukung implementasi program Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) sekaligus mendorong terbentuknya budaya sadar keselamatan dan kesiapsiagaan darurat di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer. Sebelum adanya pelatihan ini, mungkin sudah ada beberapa orang yang paham, namun masih banyak juga di lingkungan FILKOM yang belum paham sehingga semua elemen diundang agar lebih awas terhadap kondisi tanggap darurat,” tambah Dhany.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa implementasi K3L sangat penting bagi FILKOM mengingat aktivitas harian di fakultas ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan perangkat komputer dan sistem kelistrikan secara masif. Kondisi tersebut menempatkan laboratorium komputer sebagai aset vital yang memiliki potensi risiko tersendiri. 

“Saya berharap, civitas akademika untuk berpikir secara sistemik dalam membangun budaya organisasi yang baik, dimulai dari memperhatikan hal-hal kecil yang bersifat preventif. Capaian besar itu bermula dari hal yang kecil-kecil, di mana proses membangun budaya organisasi yang baik ini harus mengikat kepada pimpinannya, dosennya, serta tendiknya, dan komitmen tersebut harus dimulai dari pimpinan tertinggi,” tegas beliau.

dok. PSIK FILKOM UB

Memasuki inti acara, peserta menerima pemaparan materi teori secara komprehensif dari praktisi ahli Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Malang. Hadir langsung sebagai narasumber yaitu Galih Joko P.A.H.S.H.Y., A.Md selaku Pemadam Kebakaran Terampil dan M. Fanfa’la Burhan S selaku Pemadam Kebakaran Pemula. Galih menjelaskan secara detail mengenai tiga faktor utama penyebab terjadinya kebakaran. Faktor pertama adalah faktor manusia, di mana kebakaran terjadi akibat adanya campur tangan manusia baik karena unsur kesengajaan maupun akibat kelalaian. Selanjutnya ada faktor alam yang murni dipicu oleh fenomena alam secara alami seperti sambaran petir, lelehan lahar gunung api, hingga gesekan antar pepohonan yang menimbulkan percikan api. Terakhir, kebakaran juga dapat dipicu oleh penyalaan sendiri yang terjadi pada beberapa bahan kimia tertentu, di mana zat-zat tersebut bereaksi dengan sendirinya dalam keadaan khusus hingga menghasilkan akumulasi panas atau percikan api.

“Beberapa langkah preventif untuk mencegah kebakaran, di antaranya adalah menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk serta kewajiban memastikan instalasi listrik dan sekring pemutus arus telah memenuhi standar SNI,” ulasnya.

Dia juga menambahkan, teknik evakuasi mandiri saat terjadi keadaan darurat, seperti keharusan untuk tetap menjaga ketenangan, bergerak merangkak jika ruangan penuh asap, hingga pemanfaatan tangga darurat demi keselamatan jiwa.

dok. PSIK FILKOM UB

Selanjutnya, peserta diarahkan menuju Edutech Garden FILKOM UB untuk melakukan sesi simulasi luar ruangan. Di area terbuka ini, tim Damkar Malang membimbing langsung para peserta untuk mempraktikkan teknik pemadaman api ringan secara aman. Pada sesi praktik ini, peserta diajarkan prosedur penggunaan APAR yang benar menggunakan metode PASS (Pull – Aim – Squeeze – Sweep). Pull yaitu menarik pin pengaman (safety pin) pada tabung APAR, Aim yaitu mengarahkan corong ke sumber api, Squeeze yaitu menekan tuas secara berkala, dan yang terakhir Sweep yaitu menyapukan media pemadam api ke sumber api. Selain menggunakan APAR, tim Damkar juga mendemonstrasikan metode tradisional menggunakan karung goni basah. Teknik ini memanfaatkan prinsip penyelimutan untuk menghentikan pasokan oksigen (O2) dari permukaan api, sehingga kebakaran dapat dipadamkan dengan cepat dan aman.

Melalui pelatihan kolaboratif ini, pihak pimpinan berharap seluruh level jenjang kepemimpinan, staf, dan mahasiswa di FILKOM UB dapat terus menumbuhkan komitmen bersama demi menjaga keselamatan lingkungan kerja. Sebagai penutup acara, Dhany mengungkapkan rencana bahwa agenda kerja K3L tidak berhenti sampai di sini. Setelah pelatihan tanggap darurat kebakaran ringan selesai, K3L FILKOM UB telah menjadwalkan program kerja berikutnya, yaitu pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) demi menjamin keselamatan menyeluruh bagi seluruh civitas akademika FILKOM UB. (rr/rp)