FILKOM UB Gelar Kuliah Tamu Adjunct Professor 2026 Bahas Kewirausahaan Digital dan Business Model Canvas

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) kembali memperkuat kualitas pembelajaran dan jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan kuliah tamu dalam rangkaian kegiatan Program Adjunct Professor Batch 1 Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Riswan Septriayadi Sianturi, S.Si., M.M., M.Sc., Ph.D. dengan menghadirkan Prof. Dr. Deden Witarsyah Jacob dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) sebagai narasumber.
Kuliah tamu ini dilaksanakan sebanyak dua kali secara online atau dalam jaringan menggunakan Google Meet pada tanggal 16 April 2026 dan 30 April 2026. Perkuliahan dihadiri oleh mahasiswa sarjana dan magister dari beberapa mata kuliah yang diampu oleh Dr. Sianturi, di antaranya Kewirausahaan serta Analitik dan Visualisasi Data. Kehadiran mahasiswa dari jenjang dan mata kuliah yang berbeda memperkaya diskusi karena materi kewirausahaan digital tidak hanya relevan bagi pengembangan ide bisnis, tetapi juga berkaitan dengan pemanfaatan data, analitik, dan teknologi informasi dalam membangun solusi inovatif.
Pada sesi pertama, Prof. Deden membawakan materi terkait Ideation, Innovation, dan Cyber Entrepreneurship. Sementara itu, sesi kedua membahas Business Model Canvas sebagai pendekatan praktis dalam merancang dan mengevaluasi model bisnis. Melalui dua sesi tersebut, mahasiswa diajak memahami kewirausahaan tidak hanya sebagai aktivitas membuka usaha, tetapi sebagai proses sistematis untuk mengenali masalah, menciptakan solusi, menguji nilai, serta membangun model bisnis yang relevan dengan perkembangan teknologi digital.
Dalam pembahasan mengenai ideation, Prof. Deden menekankan bahwa proses menemukan ide bisnis perlu dimulai dari pemahaman terhadap masalah nyata di lingkungan sekitar. Ide yang kuat lahir dari kemampuan membaca kebutuhan pengguna, mengamati perubahan perilaku masyarakat, serta menghubungkan peluang dengan solusi yang bernilai. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menghasilkan ide secara kreatif, tetapi juga menilai apakah ide tersebut memiliki relevansi, kelayakan, dan potensi untuk dikembangkan menjadi inovasi.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai innovation. Inovasi dipahami sebagai proses mengubah ide menjadi nilai nyata, baik dalam bentuk produk, layanan, proses, maupun model bisnis. Dalam konteks kewirausahaan modern, inovasi menjadi faktor penting karena pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perubahan pasar, perkembangan teknologi, dan kebutuhan pengguna yang terus bergerak dinamis. Dengan demikian, inovasi tidak hanya berkaitan dengan penciptaan sesuatu yang baru, tetapi juga kemampuan memperbaiki solusi yang sudah ada agar lebih efektif, efisien, dan berdampak.
Topik cyber entrepreneurship menjadi salah satu bagian penting dalam kuliah tamu ini. Prof. Deden memperkenalkan bagaimana teknologi digital, internet, platform daring, media sosial, dan ekosistem bisnis berbasis teknologi membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha. Cyber entrepreneurship menuntut calon wirausahawan untuk memiliki pola pikir adaptif, memahami perilaku konsumen digital, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana penciptaan nilai. Pembahasan ini relevan dengan bidang keilmuan Sistem Informasi karena mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dengan proses bisnis, kebutuhan pengguna, data, dan strategi organisasi.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa memperoleh materi mengenai Business Model Canvas. Melalui materi ini, peserta dikenalkan pada cara memetakan ide bisnis ke dalam sembilan elemen utama, yaitu segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, aliran pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, mitra utama, dan struktur biaya. Business Model Canvas membantu mahasiswa memahami bahwa sebuah ide bisnis perlu dirancang secara utuh, mulai dari siapa pengguna yang dilayani, nilai apa yang ditawarkan, bagaimana layanan disampaikan, hingga bagaimana bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan.

Riswan Septriayadi Sianturi, S.Si., M.M., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FILKOM UB dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan global, khususnya pada bidang kewirausahaan digital, inovasi, dan pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan bisnis. Menurutnya, mahasiswa Sistem Informasi perlu dibekali kemampuan untuk tidak hanya memahami aspek teknis teknologi, tetapi juga mampu melihat peluang, merancang solusi, menganalisis data, dan mengembangkan model bisnis yang memiliki nilai bagi masyarakat maupun industri.
Kehadiran Prof. Dr. Deden Witarsyah Jacob sebagai Adjunct Professor memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran karena mahasiswa memperoleh perspektif internasional dari akademisi yang aktif mengajar di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia. Kegiatan ini juga memperkuat atmosfer akademik lintas negara serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara FILKOM UB dan mitra internasional.
Selain penyelenggaraan kuliah tamu, kolaborasi antara Dr. Sianturi dan Prof. Deden juga diwujudkan melalui kegiatan akademik lainnya, termasuk penelitian bersama yang ditargetkan menghasilkan publikasi bersama pada jurnal terindeks Scopus Q2. Prof. Deden juga terlibat aktif sebagai Guest Editor dan Reviewer pada JUST-SI, salah satu jurnal yang dikelola oleh FILKOM UB. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa kerja sama dalam Program Adjunct Professor tidak hanya berdampak pada kegiatan pembelajaran, tetapi juga mendukung penguatan budaya riset, pengelolaan jurnal ilmiah, dan internasionalisasi akademik di lingkungan FILKOM UB.
Penyelenggaraan kuliah tamu ini sejalan dengan dukungan FILKOM UB terhadap SDG 4 melalui peningkatan kualitas pendidikan dan perluasan wawasan global mahasiswa. Kegiatan ini juga mendukung SDG 8 dengan mendorong pemahaman kewirausahaan dan penciptaan peluang ekonomi berbasis digital, SDG 9 melalui penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi, serta SDG 17 melalui kemitraan akademik internasional antara Universitas Brawijaya dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.
Melalui Program Adjunct Professor Batch 1 Tahun 2026, FILKOM UB menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam berpikir kreatif, inovatif, analitis, dan strategis, sekaligus mendorong lahirnya gagasan kewirausahaan digital yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. (rs)