01_tim_wekocy_saat_mempresentasikan_karyanya
15:52

Monitoring dan Evaluasi Internal FILKOM untuk PKM Pendanaan Tahun 2017

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menyelenggarakan monitoring dan evaluasi internal (Monevin) bagi mahasiswa FILKOM yang proposal Program Kreativitas Mahasiswanya (PKM) terpilih untuk mendapatkan pendanaan dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI) pada tahun 2017. Bertempat di gedung A FILKOM kegiatan monevin tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 13 Mei 2017.

Pada kesempatan itu tiga dosen FILKOM hadir sebagai juri. Mereka adalah Admaja Dwi Herlambang , S.Pd., M. Pd., Rekyan Regasari Mardi Putri, S.T, M.T dan Adam Hendra Brata, S.Kom., M.T., M.Sc. Sementara itu mahasiswa FILKOM yang pada PKM 2016 lolos pendanaan DIKTI tahun 2017 sejumlah tiga kelompok. Kelompok pertama diketuai oleh Cipto Bagus Jati Kusumo (2014) dengan karyanya yang berjudul Smart – Electronic Biometric Securing System (S – EBS). Kelompok kedua diketuai oleh Rizky Haryandi Rahman (2014) dengan karyanya yang berjudul Sistem Pendeteksi Tanda Tangan (SI PEDANG). Sementara kelompok ketiga diketuai oleh Fransnesa (2013) dengan karyanya yang berjudul Web Konsultasi Cyberbullying (WEKOCY).

02_penyampaian_feedback_oleh_juriDisampaikan oleh Hermawan Dwi Putra, S.H. selaku panitia monevin sekaligus staf sub bagian Kemahasiswaan FILKOM bahwa monevin ini bertujuan untuk membantu mempersiapkan mahasiswa menjelang monevin tingkat universitas pada 21 Mei 2017 mendatang. Dalam monevin tersebut setiap kelompok mahasiswa yang hadir diberikan kesempatan untuk mempresentasikan perkembangan karyanya. Kemudian diakhir presentasinya setiap kelompok akan mendapatkan feedback dari juri mengenai perbaikan yang perlu dilakukan untuk memperbesar kemungkinan terpilih sebagai kelompok yang lolos ke PIMNAS.

“Disampaikan para juri bahwa yang masih perlu diperbaiki dari setiap kelompok adalah kemampuan presentasi dan meyakinkan juri mengenai potensi positif karya mereka. Kemudian rata-rata setiap kelompok sudah mencapai 70% tahapan penyelesaian karyanya,” jelas Putra. 

 

Share