Departemen SI FILKOM UB Ulas Strategi Manajemen Proyek Lewat Prinsip “Think Slow, Act Fast” bersama Praktisi Industri

Malang, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya — menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu dalam rangkaian Program 3in1 Visiting Professor dan Dosen Praktisi yang berfokus pada penguatan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah Rekayasa Sistem Informasi (RSI), pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan yang berlangsung secara luring di lingkungan Gedung FILKOM UB ini menghadirkan alumni sekaligus praktisi industri berpengalaman, Adib Toriq, yang merupakan pendiri dari Algostudio dan Algorocks. Kehadiran praktisi industri ini bertujuan untuk membagikan wawasan mendalam mengenai lanskap industri pengembangan perangkat lunak modern, dinamika kerja di lapangan, serta berbagai metodologi praktis dalam mengelola dan mengeksekusi proyek software engineering secara efektif.
Dalam pemaparannya, Adib Toriq mengulas secara mendalam realitas tantangan yang kerap dihadapi oleh tim pengembang maupun pendiri startup pemula di dunia industri. Salah satu fokus utama yang disoroti adalah fenomena startup panic, yaitu kecenderungan pengembang pemula yang terburu-buru melakukan eksekusi teknis dan penulisan kode (coding) tanpa melalui analisis kebutuhan pengguna, formulasi produk, maupun riset target pasar yang matang. Kebiasaan mengeksekusi ide secara tergesa-gesa ini sering kali menjadi pemicu utama kegagalan proyek, di mana aplikasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun pada akhirnya harus dibongkar total dan diulang dari awal karena tidak relevan dengan kebutuhan pengguna maupun pasar.
Selain fenomena startup panic, Adib membagikan insight penting mengenai bias psikologis yang dikenal sebagai planning fallacy. Bias ini menggambarkan kondisi di mana tim pengembang memiliki rasa percaya diri berlebih (overconfidence) sehingga memberikan estimasi waktu penyelesaian proyek yang terlalu optimistis. Berdasarkan pengalaman empiris dan studi di industri, durasi pengerjaan proyek aktual kerap membengkak hingga dua atau tiga kali lipat dari proyeksi awal. Untuk menanggulangi bias tersebut, pembuatan prototype di tahap awal serta elisitasi kebutuhan yang mendalam menjadi fondasi krusial untuk memetakan alur sistem, menyelaraskan ekspektasi pengembang dengan pemangku kepentingan, dan mengukur estimasi waktu secara lebih objektif.
Pada tahap pengembangan dan tata kelola proyek, Adib menggarisbawahi pentingnya menerapkan kerangka berpikir “Think Slow, Act Fast”. Kerangka kerja ini mengajarkan para pengembang untuk mengambil waktu sejenak di fase awal guna menganalisis masalah secara kritis, memahami arsitektur perangkat lunak, serta mengidentifikasi potensi risiko sebelum eksekusi dilakukan. Ketika perencanaan dan konsep produk sudah matang, proses eksekusi teknis, pembagian peran dalam tim, hingga penyelarasan fungsi dapat dilakukan dengan sangat cepat dan minim hambatan. Kedisiplinan dalam tahap perencanaan ini terbukti mampu menghemat alokasi sumber daya serta mencegah kerja ulang (rework) di tengah siklus pengembangan.
“Sering kali kita mengalami yang dinamakan startup panic. Asal membuat saja terlebih dahulu tanpa memikirkan rumusnya, kesenangannya di mana, atau siapa target pasarnya. Setelah berjalan hingga dua tahun, baru disadari bahwa bangunannya harus dibongkar lagi dari awal,” jelas Adib Toriq di hadapan para mahasiswa peserta kuliah tamu.
Melalui terselenggaranya kegiatan ini, DSI FILKOM UB berharap wawasan dan pengalaman langsung yang dibagikan oleh praktisi industri dapat membekali mahasiswa agar memiliki pola pikir yang lebih terstruktur, bijak, dan matang dalam mengelola proyek-proyek teknologi di masa depan. Pembekalan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FILKOM UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan industri, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dalam mendorong inovasi teknologi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi erat antara akademisi dan praktisi profesional. (han)