FACE IT 2026 Perluas Dampak Internasionalisasi FILKOM UB melalui Pertukaran Akademik dan Budaya

FACE IT 2026 Perluas Dampak Internasionalisasi FILKOM UB melalui Pertukaran Akademik dan Budaya

dok. FACE IT

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) resmi menyelesaikan offline session FILKOM UB Academic and Cultural Exchange on Information Technology (FACE IT) 2026 yang berlangsung pada 6–12 September 2026 di Malang. Sebanyak 80 peserta terpilih dari 414 peserta online session berkesempatan mengikuti program secara langsung di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB). Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 peserta akhirnya hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan FACE IT 2026 offline session secara langsung di Malang. Sementara itu, sebagian peserta lainnya berhalangan hadir karena berbagai kondisi, mulai dari adanya agenda atau kegiatan akademik lain di universitas asal hingga kendala yang disebabkan oleh kondisi alam. 

Keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan utama FACE IT 2026. Tercatat 68 peserta dari 27 negara, dengan 51 peserta (75%) berasal dari Asia dan 17 peserta (25%) dari Afrika. Data tersebut menunjukkan bahwa FACE IT 2026 tidak hanya menjadi ruang pembelajaran teknologi informasi, tetapi juga menjadi wadah pertemuan lintas negara dan budaya. Melalui berbagai aktivitas akademik dan budaya, peserta memperoleh kesempatan untuk berbagi perspektif, mengenal budaya Indonesia, serta membangun jejaring internasional.

Sekretaris International Relations Office (IRO) FILKOM UB pada sesi penutupan offline session menegaskan bahwa FACE IT 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman internasional yang lebih luas kepada peserta. Ia juga menekankan bahwa berakhirnya kegiatan tatap muka di Malang bukan berarti berakhirnya program FACE IT 2026, karena peserta masih akan melanjutkan online session hingga 30 November 2026.

“FACE IT is not only about learning Information Technology, but also about learning from one another, experiencing different cultures, building friendships, and discovering how technology can connect people across borders,” ujarnya. 

dok. FACE IT

Melalui keberlanjutan pembelajaran dan interaksi secara daring, FACE IT 2026 diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta, khususnya dalam memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan global. 

“An international network becomes meaningful when we continue to communicate, exchange knowledge, and create opportunities to work together,” tambahnya. 

FACE IT merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh FILKOM UB sebagai salah satu upaya untuk memperkuat internasionalisasi melalui perpaduan pendidikan teknologi informasi, pertukaran budaya, dan persahabatan lintas negara. Kegiatan FACE IT terdiri atas dua rangkaian utama, yaitu online session dan offline session. Pada online session, peserta mengikuti 27 kali pertemuan pembelajaran yang membahas berbagai topik di bidang teknologi informasi, dengan topik yang ditawarkan pada tahun ini meliputi Biomedical Signal Processing and Wearable Intelligence serta Deep Learning and AI for Images. Selanjutnya, offline session diperuntukkan bagi peserta terpilih berdasarkan beberapa kriteria, yaitu reciprocal collaboration between universities, keberagaman peserta (participants diversity), serta hasil penilaian asesmen selama online session (grades from online assessment scores). Rangkaian offline session dirancang untuk memadukan pembelajaran akademik, pertukaran budaya, networking, dan pengalaman internasional melalui berbagai kegiatan, seperti guest lectures, FILKOM Tour, UB Tour, batik course, pembelajaran Bahasa Indonesia, pengenalan tari tradisional, Cultural and Tourism Visit, hingga Cultural Performance. (dna)