FILKOM UB Hadirkan Praktisi Industri, Bahas Peluang Karier dan Pengembangan Produk Digital

FILKOM UB Hadirkan Praktisi Industri, Bahas Peluang Karier dan Pengembangan Produk Digital

Malang, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya — Departemen Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menggelar program 3in1 Visiting Professor bertajuk eksplorasi peluang karier dan dinamika pengembangan produk digital, pada Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan Founder Algostudio dan Algorocks, Adib Toriq, yang juga merupakan alumnus FILKOM UB. Penyelenggaraan forum ini bertujuan untuk menjembatani wawasan akademis mahasiswa dengan pemahaman komprehensif mengenai realitas dan kebutuhan dunia industri teknologi terkini.

Dalam pemaparannya, Adib mengulas prospek strategis industri game development serta peta kompetensi yang dibutuhkan di dalamnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan sebuah produk digital tidak hanya bergantung pada kemampuan pengodean (coding), melainkan pada kolaborasi lintas fungsi yang mencakup perancangan sistem, manajemen proyek, hingga penjaminan mutu (quality assurance). Oleh karena itu, pemilihan jalur karier di bidang teknologi hendaknya didasarkan pada pemetaan minat dan kapabilitas personal secara terencana, bukan sekadar mengikuti tren pasar.

Lebih lanjut, pembahasan menekankan urgensi penguatan pengalaman praktis bagi mahasiswa selama masa studi. Adib menggarisbawahi bahwa inisiatif penggarapan proyek mandiri (personal project) merupakan instrumen krusial dalam mengasah keahlian teknis sekaligus membangun portofolio profesional yang kompetitif. Menurutnya, hambatan maupun kegagalan yang ditemui selama proses eksekusi proyek justru menjadi bagian dari proses evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas karya pada tahap berikutnya.

Pada aspek tata kelola dan eksekusi produk, mahasiswa diimbau untuk menerapkan pendekatan bertahap dalam mengorganisasi sebuah proyek. Pengembangan produk digital idealnya diawali dari lingkup yang terukur, diselesaikan sesuai target waktu, dan dilanjutkan dengan evaluasi secara konsisten. Pendekatan terstruktur ini dinilai efektif dalam meminimalkan risiko kegagalan, mengasah kepemimpinan, serta melatih adaptabilitas mahasiswa dalam mengelola proyek digital yang berorientasi pada standar persaingan internasional.

“Jangan menunggu sampai lulus untuk mulai membuat sesuatu. Bikin project personal, karena dari sana kita bisa belajar, meningkatkan kemampuan, dan membangun portofolio. Jangan takut gagal, karena kegagalan merupakan bagian dari proses untuk terus berkembang. Mindset kita juga harus siap untuk berkompetisi secara global,” jelas Adib Toriq.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, FILKOM UB terus berkomitmen memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung bersama para praktisi industri. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi institusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dalam menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha industri. (han)