Angkat Metafora Wayang Kulit dan Sindir Manipulasi Opini Digital, Tim Vissionaire FILKOM UB Melenggang ke Final LIDM 2026

Angkat Metafora Wayang Kulit dan Sindir Manipulasi Opini Digital, Tim Vissionaire FILKOM UB Melenggang ke Final LIDM 2026

dok. Pribadi
Dari kiri ke kanan.
Akhmad Syafiul Anam, Amelia Raisa Arifien, Dr. Okta Purnawirawan, S.Pd., M.Pd., Anindya Ratna Paramitha, dan Constanta Brian Krisna Arienta

Tim Vissionaire dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) lolos sebagai finalis nasional pada ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 Divisi Poster Digital Pendidikan (PDP). Di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Okta Purnawirawan, S.Pd., M.Pd., tim ini berhasil mencuri perhatian juri lewat karya poster bertajuk “Cerdas di Dunia Nyata, atau Tenggelam di Layar”.

Tim Vissionaire diketuai oleh Amelia Raisa Arifien, dengan anggota Anindya Ratna Paramitha, Akhmad Syafiul Anam, dan Constanta Brian Krisna Arienta. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa aktif Program Studi Teknologi Informasi FILKOM UB. Ajang ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebagai wadah penampung talenta dan kreativitas digital mahasiswa Indonesia di bidang pendidikan.

Mengusung pesan utama “Tidak Semua yang Ramai Itu Benar”, karya ini mengangkat isu kritis soal manipulasi opini digital (astroturfing) dan fenomena bandwagon effect di media sosial. Poster ini memanfaatkan metafora budaya lokal wayang kulit — akun bot digambarkan sebagai “wayang” dan algoritma AI sebagai “dalang” yang mengendalikan opini publik secara tersembunyi.

Isu ini diangkat merespons maraknya disinformasi yang dicatat Kementerian Komunikasi dan Digital RI, yakni 1.674 isu hoaks sepanjang periode Oktober 2024–Oktober 2025, serta 3.943 konten disinformasi pada periode Agustus–Oktober 2025.

Ketua Tim Vissionaire, Amelia Raisa Arifien, menyampaikan bahwa maraknya rekayasa opini di ruang digital menjadi alasan utama di balik terciptanya karya ini.

“Melalui visualisasi wayang kulit ini, kami ingin mengedukasi dan meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih kritis serta tidak mudah terpengaruh oleh opini yang direkayasa oleh algoritma. Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak di dunia nyata daripada sekadar tenggelam mengikuti arus di media sosial,” ungkap Amelia.

Proses perancangan poster berlangsung sejak Januari hingga Juni 2026, melalui studi literatur, penyusunan konsep visual, hingga pengerjaan digital yang mencakup line-art, pewarnaan, shading, dan lighting menggunakan Clip Studio Paint dan Ibis Paint X. Orisinalitas karya ini turut divalidasi lewat tiga platform deteksi AI (Was It AI, Hive Moderation, dan ZeroGPT), yang mengonfirmasi ilustrasi poster sepenuhnya hasil karya manusia.

Setelah diumumkan lolos sebagai finalis pada 18 Agustus 2026, Tim Vissionaire kini bersiap mengikuti babak final tingkat nasional pada 16–20 November 2026. Sebagai bentuk aksi nyata, tim turut merencanakan sosialisasi luring ke sejumlah sekolah di Kota Malang (SMPN 4, SMAN 8, SMKN 2 Malang), lingkungan kampus UB, hingga Car Free Day (CFD) Malang, serta publikasi daring dan penulisan artikel ilmiah di Jurnal JADECS. Masyarakat dapat memberikan tanggapan dan evaluasi terhadap poster ini lewat tautan clips.biz.id/SurveyPoster-CerdasDiDuniaNyataAtauTenggelamDiLayar.

Karya ini selaras dengan SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, lewat penguatan literasi digital dan daya nalar kritis masyarakat, serta SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, lewat kontribusi terhadap akses informasi publik yang bersih dari manipulasi dan disinformasi.

Selamat dan sukses kepada Tim Vissionaire serta Dr. Okta Purnawirawan, S.Pd., M.Pd.! Semoga perjuangan di babak final nasional LIDM 2026 membuahkan hasil terbaik dan membawa kebanggaan bagi almamater. 

FILKOM JUARA! FILKOM FOR SOCIETY! FEEL COMMUNITY! WE ARE FILKOM!

#Universitas Brawijaya_SDG4, #Universitas Brawijaya_SDG16