FILKOM UB Gelar Kuliah Tamu Pascasarjana, Hadirkan Pakar NLP dan LLM

FILKOM UB Gelar Kuliah Tamu Pascasarjana, Hadirkan Pakar NLP dan LLM

Dok. PSIK FILKOM UB
Dr. Eng. Ayu Purwarianti, S.T., M.T. dari Institut Teknologi Bandung sebagai pembicara pada kuliah tamu, Kamis (10/9/2026).

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menggelar kuliah tamu untuk mahasiswa pascasarjana pada Kamis (10/9/2026) di Ruang A2, FILKOM UB. Kuliah tamu ini menghadirkan Dr. Eng. Ayu Purwarianti, S.T., M.T. dari Institut Teknologi Bandung sebagai pembicara, dengan Randy Cahya Wihandika, S.ST., M.Kom., Ph.D. bertindak sebagai moderator. Ayu merupakan salah satu peneliti terkemuka di bidang natural language processing (NLP) di Indonesia.

Kehadiran Ayu di FILKOM UB berlanjut sehari setelah ia tampil sebagai salah satu pembicara utama pada Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) ke-11, Rabu (9/9/2026). Mahasiswa pascasarjana mengikuti kuliah tamu ini dengan antusias, terlihat dari diskusi yang hidup sepanjang sesi.

Dua topik besar disampaikan Ayu dalam kuliah tamu ini. Pertama, perkembangan penelitian natural language processing (NLP) di Indonesia sejak sekitar tahun 1998 hingga sekarang. Kedua, perjalanan pribadinya di bidang ini, mulai dari masa S1 yang saat itu masih membangun sistem NLP berbasis rules tanpa machine learning, hingga S3 dan sekarang, termasuk pengalamannya bergabung dengan sebuah startup di bidang NLP.

Ayu turut membagikan pandangannya soal arah pengembangan NLP dan large language model (LLM) secara global. Ia menyebut LLM sebagai aplikasi AI yang paling banyak digunakan di dunia saat ini, sehingga perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba menjaring pengguna dengan cara membangun ciri khas masing-masing.

“Kalau Claude, dia jadi expert di bagian kode program, mereka berusaha untuk meningkatkan kualitasnya di situ. Gemini ini yang paling banyak dipakai ternyata malah anak-anak sekolahan,” ujarnya, mencontohkan pula Grok yang menonjol di ranah humor media sosial.

Dok. PSIK FILKOM UB
Sesi foto bersama kuliah tamu, Kamis (10/9/2026).

Menurut Ayu, kecenderungan pengguna untuk memakai lebih dari satu layanan LLM sekaligus turut mendorong perusahaan menjaga ciri khas masing-masing agar tetap kompetitif.

“Kecenderungan sekarang, orang banyak yang menggunakan beberapa platform sekaligus, bukan hanya satu saja, tergantung kebutuhannya, dan persaingan ini pun tidak hanya terjadi di pasar konsumen (B2C), tapi juga sudah merambah ke segmen bisnis ke bisnis (B2B),” ujarnya.

Ayu turut menyoroti persaingan pengembangan LLM antarnegara, yang menurutnya kini didominasi oleh Amerika Serikat dan China, kendati Eropa turut berupaya masuk lewat model seperti Mistral. Ia menyebut DeepSeek dan Qwen sebagai representasi kekuatan China di bidang ini, dan menilai negara-negara besar akan terus mendukung industri LLM masing-masing karena nilai data yang mengalir ke platform-platform tersebut.

“Datanya kaya sekali, dan bahkan orang kadang lupa memasukkan data pribadi ke sana, misalnya data medical check-up,” ujar Ayu, mengingatkan sisi sensitif dari data pengguna yang mengalir ke berbagai platform LLM.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari kontribusi FILKOM UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan wawasan akademik mahasiswa pascasarjana, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui diskusi arah pengembangan teknologi NLP dan LLM yang aplikatif bagi industri, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi keilmuan antara FILKOM UB dan Institut Teknologi Bandung. (rr)

#Universitas Brawijaya_SDG4, #Universitas Brawijaya_SDG9, #Universitas Brawijaya_SDG17