Dosen FILKOM UB dan Profesor UTM Malaysia Kolaborasi Riset Algoritma Cuckoo Search, Terbit di Jurnal Q1 Tanpa Biaya Publikasi

Dosen FILKOM UB dan Profesor UTM Malaysia Kolaborasi Riset Algoritma Cuckoo Search, Terbit di Jurnal Q1 Tanpa Biaya Publikasi

dok. pribadi
Kuliah tamu Prof. Dr. Azlan bin Mohd Zain secara daring bagi mahasiswa FILKOM UB.

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) mencatatkan capaian riset internasional lewat kontribusi Dr. Tibyani, S.T., M.T., peneliti Program Studi Teknologi Informasi FILKOM UB, dalam tim riset internasional yang menghasilkan publikasi di jurnal Swarm and Evolutionary Computation — jurnal kategori Q1 dengan impact factor 9,8 — tanpa dikenai biaya publikasi (Non-Article Processing Charge/Non-APC). Riset ini merupakan hasil kolaborasi Tibyani dengan Prof. Dr. Azlan Mohd Zain, Wakil Dekan Faculty of Computing Universiti Teknologi Malaysia (UTM), bersama tiga peneliti lain: Shao-Qiang Ye, Kai-Qing Zhou, dan Yusliza Yusoff.

Artikel berjudul “Collaborative Many-Objective Cuckoo Search: Enhancing Convergence-Diversity Balance via Nα-Dominance and Two-Stage Selection” ini telah terbit di Swarm and Evolutionary Computation Volume 108, edisi September 2026, dengan nomor artikel 102507, dan dapat diakses melalui DOI 10.1016/j.swevo.2026.102507.

Riset ini lahir dari Program Adjunct Professor Batch 6 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya, menghadirkan Prof. Azlan yang memiliki kepakaran di bidang artificial intelligence, machine learning, dan material science. Program ini mencakup empat komponen utama: kolaborasi penulisan naskah dengan dosen UB untuk jurnal internasional terindeks Scopus Q1, dukungan terhadap reputasi UB di kancah internasional, peran sebagai reviewer atau guest editor jurnal afiliasi UB, serta pemberian kuliah tamu di program studi terkait di lingkungan UB.

dok. tangkapan layar Peeref Profil jurnal Swarm and Evolutionary Computation pada platform Peeref.

Riset ini berfokus pada pengembangan algoritma Cuckoo Search (CS) — metode optimasi yang terinspirasi dari perilaku brood parasitism burung cuckoo, yakni kebiasaan menitipkan telur di sarang burung inang. Dalam versi komputasinya, “telur” merepresentasikan kandidat solusi, “sarang” merepresentasikan populasi solusi, sementara kualitas solusi dinilai lewat fungsi objektif tertentu. Sejak dikembangkan pertama kali oleh Yang dan Deb pada 2009, CS telah diaplikasikan secara luas di berbagai bidang, mulai dari rekayasa teknik, pengenalan pola, penjadwalan, jaringan komputer, hingga jaringan sensor nirkabel.

Publikasi ini mengusulkan kerangka kerja baru bernama Nα-CMaOCS untuk mengatasi tantangan optimasi dengan banyak tujuan sekaligus (many-objective optimization) — khususnya pada kasus-kasus rumit di mana banyak solusi sulit dibandingkan satu sama lain, sehingga menghambat proses pencarian solusi terbaik. Kerangka ini menggabungkan beberapa strategi baru: mekanisme koevolusi kolaboratif dalam proses pencarian, kombinasi operator matematis untuk menyeimbangkan eksplorasi solusi baru dan penajaman solusi yang sudah ada, mekanisme dominasi adaptif yang divalidasi secara matematis, serta strategi seleksi dua tahap untuk menjaga keragaman solusi. Dalam pengujian pada 15 skenario benchmark dan empat masalah rekayasa teknik nyata, metode ini terbukti unggul dibandingkan delapan algoritma sejenis lainnya yang selama ini jadi rujukan di bidang optimasi multi-tujuan.

Kolaborasi riset ini selaras dengan SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, lewat pengembangan metode komputasi baru yang aplikatif untuk berbagai persoalan rekayasa dan industri, serta SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, lewat kerja sama riset lintas negara antara FILKOM UB dan UTM Malaysia yang menghasilkan luaran ilmiah bereputasi internasional. (tib/rr)