“Mlebu Bareng, Metu Bareng”, Pesan Dekan FILKOM UB untuk Mahasiswa Baru

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FILKOM UB 2026.
Memasuki rangkaian PKKMB FILKOM UB 2026, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga diajak membangun karakter selama menjalani kehidupan perkuliahan. Salah satu pesan yang ditekankan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menekankan pentingnya memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai proses dan tantangan.
Sejalan dengan tema PKKMB FILKOM UB 2026, “Empowering Resilient Students to Grow, Adapt, and Create Impact Together”, Tri Astoto menekankan bahwa ketidakberhasilan merupakan bagian yang wajar dalam proses. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bangkit dan kembali melangkah ketika menghadapi kegagalan.
“Ketidakberhasilan itu sesuatu yang lumrah di dalam diri Anda. Tapi yang luar biasa adalah ketika Anda belum berhasil, Anda bangkit, bangkit, dan bangkit kembali. Tidak ada kata menyerah, itulah karakter mahasiswa tangguh,” ujar Tri Astoto.
Tri Astoto juga mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan FILKOM UB sebagai rumah kedua. Menurutnya, lingkungan fakultas perlu dibangun sebagai ruang yang memungkinkan seluruh sivitas akademika untuk saling membantu, mengingatkan, dan menguatkan.
“Membangun FILKOM sebagai rumah besar kita bersama, tempat di mana semua orang, termasuk mahasiswa yang meskipun baru, diperlakukan layaknya keluarga besar saling membantu, saling mengingatkan, saling menguatkan,” katanya.
Semangat kebersamaan tersebut juga tercermin dalam pesan “mlebu bareng, metu bareng” yang menggambarkan harapan agar mahasiswa dapat saling mendukung dan membersamai satu sama lain sejak awal hingga menyelesaikan perjalanan pendidikannya di FILKOM UB. Rasa kebersamaan itu juga tercermin lewat perhatian FILKOM UB terhadap lingkungan kampus yang ramah dan kesejahteraan mahasiswa. Pada tahun 2026, FILKOM UB menerima 6 mahasiswa baru dengan disabilitas. Perhatian bagi mahasiswa juga mencakup masalah kesehatan mental, termasuk permasalahan kesepian yang bisa dialami oleh mahasiswa selama mereka menjalani studi. Dengan adanya bimbingan dan dukungan yang disediakan, FILKOM UB berusaha untuk menciptakan suasana yang membuat mahasiswa merasa diterima, didukung, dan tidak harus menjalani proses perkuliahan sendirian.

Keterangan gambar dari kiri ke kanan: Riswan Septriayadi Sianturi, S.Si., M.Sc., Ph.D., Dr.Eng.; Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs., Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Dr.Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T.
Selain itu, Tri Astoto mengingatkan mahasiswa baru untuk mensyukuri kesempatan dalam menempuh pendidikan tinggi. Keberhasilan menjadi mahasiswa FILKOM UB, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk orang tua dan guru.
“Keberadaan Anda di sini bukan semata-mata hasil usaha Anda sendiri, tapi banyak orang yang terlibat. Maka tidak ada tempat untuk sombong, karena pada hakikatnya keberhasilan kita tidak bisa sendiri, pasti didukung oleh orang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Astoto turut menyoroti pentingnya keseimbangan antara aktivitas organisasi dan kewajiban akademik. Menurutnya, mahasiswa dapat aktif dalam organisasi untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, serta berbagai soft skill lainnya, selama tetap menjaga tanggung jawab akademik.
“Boleh jadi Ketua BEM, Ketua DPM, IPK-nya tetap di atas, lulus tepat waktu empat tahun. Itu luar biasa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa aktivitas organisasi seharusnya menjadi proses pengembangan diri mahasiswa tanpa mengesampingkan kewajiban utama untuk belajar. Dengan keseimbangan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman di luar kelas sekaligus menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Pesan mengenai ketangguhan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan perkuliahan tersebut menjadi upaya FILKOM UB untuk membekali mahasiswa baru untuk menghadapi perjalanan akademiknya. Melalui semangat untuk terus tumbuh, beradaptasi, dan menciptakan dampak bersama, mahasiswa diharapkan mampu berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan FILKOM UB yang saling mendukung. (wu/an/rr/rsp)