Monev MMD Kelompok 26 FILKOM UB di Desa Genengan: Kawal Edukasi Literasi Digital, AI, dan Aplikasi AKSARA

Dalam upaya memastikan keberlanjutan dampak serta efektivitas pelaksanaan program pengabdian masyarakat, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya melaksanakan peninjauan langsung melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) pada Senin (27/07/2026). Kunjungan Monev ke Kelompok 26, di Desa Genengan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., Ketua Departemen Sistem Informasi, Dr. Ir. Fajar Pradana, S.ST., M.Eng., serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 26, Widhi Yahya, S.Kom., M.T., M.Sc., Ph.D.
Agenda Monev ini diselenggarakan guna melihat secara langsung progres realisasi program kerja yang telah dirancang mahasiswa, sekaligus meninjau kondisi tata kelola dan interaksi sosial anggota kelompok bersama warga setempat. Langkah ini menjadi wujud komitmen fakultas dalam menjaga mutu pelaksanaan pengabdian berbasis ilmu komputer dan teknologi informasi.

“Monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar peninjauan rutin, melainkan ruang pendampingan untuk memastikan bahwa setiap solusi teknologi dan edukasi digital yang dibawa mahasiswa benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat desa secara berkelanjutan,” jelas Sabriansyah di sela-sela peninjauan.
Adapun program kerja utama yang diusung oleh Kelompok 26 berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di era digital. Meskipun siswa sekolah dasar mulai mengenal berbagai aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI), pemanfaatannya belum diimbangi dengan pemahaman mengenai konsep, manfaat, risiko, hingga etika penggunaan yang tepat. Kondisi ini berpotensi memicu pemanfaatan teknologi yang kurang bijak sejak dini.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kelompok 26 menghadirkan program “Genengan Cerdas Digital: Program Edukasi Literasi Artificial Intelligence (AI) bagi Siswa SD Desa Genengan”. Melalui metode pembelajaran interaktif, para siswa dibekali pemahaman dasar-dasar AI, etika digital, serta ketangkasan membedakan antara konten asli dan hasil olahan AI. Program ini diharapkan dapat membangun literasi digital siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.

Guna mendukung efisiensi tata kelola pemerintahan desa, tim juga merancang “AKSARA” (Sistem Administrasi Desa Genengan), yakni aplikasi berbasis web yang digunakan Pemerintah Desa Genengan untuk memodernisasi layanan penerbitan surat keterangan bagi warga.
Cara kerja sistem ini menyerupai mekanisme mail merge: petugas cukup memilih template surat dan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga, lalu sistem akan mengisi seluruh data kependudukan ke dalam format surat resmi secara otomatis. Setiap dokumen yang diterbitkan langsung tersimpan dalam arsip digital dengan nomor terintegrasi yang mencegah terjadinya duplikasi, sekaligus menggantikan sistem pencatatan manual pada buku agenda fisik.
Dalam kesempatan tersebut, Widhi menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program kerja yang disusun oleh mahasiswa telah melalui tahap koordinasi intensif bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Perencanaan yang matang ini dilakukan demi memastikan bahwa setiap intervensi teknologi dan edukasi digital yang dibawa benar-benar presisi, relevan, serta menjawab kebutuhan riil masyarakat Desa Genengan secara berkelanjutan.
Langkah pengawasan dan pendampingan MMD ini sejalan dengan komitmen UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), serta poin ke-11 mengenai Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities).
Melalui kegiatan Monev yang terstruktur, FILKOM UB terus menegaskan peran aktifnya dalam mengawal transformasi digital masyarakat desa secara bertanggung jawab dan berdampak luas. (rr)