Etika Profesional dan Pengambilan Keputusan di Era AI: FILKOM UB Hadirkan Adjunct Professor dari Malaysia

Integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kian masif di berbagai sektor industri membawa tantangan baru, tidak hanya pada aspek teknis, melainkan juga pada dimensi etika dan pengambilan keputusan. Merespons dinamika tersebut, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya menyelenggarakan program Adjunct Professor yang menghadirkan pakar internasional dari INTI International University, Malaysia, Prof. Deshinta Arrova Dewi, Ph.D., pada Selasa dan Rabu (16–17/6/2026). Prof. Deshinta hadir untuk membedah secara komprehensif mengenai penerapan kecerdasan buatan dari sudut pandang etika profesional. Langkah ini menjadi wujud komitmen fakultas dalam membekali calon talenta digital agar tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.
Dalam rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut, Prof. Deshinta menyampaikan dua materi utama yang dirancang untuk memperkuat fondasi etis mahasiswa. Materi hari Pertama (16 Juni 2026) – Professional Ethics in the Digital and AI Era: Berfokus pada pentingnya penerapan responsible AI, pemeliharaan integritas akademik, perlindungan privasi data, serta tanggung jawab moral dalam pengelolaan data di ekosistem digital. Pada hari Kedua (17 Juni 2026) – Ethical Decision-Making in Professional Life: Membedah dinamika dilema etika di dunia kerja nyata, penanganan benturan kepentingan (conflict of interest), strategi menghadapi disinformasi, akuntabilitas publik, hingga pentingnya pembentukan kode etik personal bagi profesional muda.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para mahasiswa FILKOM UB sepanjang sesi berlangsung. Hal ini terlihat dari aktifnya ruang diskusi interaktif dan pemikiran kritis yang disampaikan mahasiswa saat merespons berbagai studi kasus yang dipaparkan oleh pemateri internasional tersebut. Penyelenggaraan program Adjunct Professor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman akademis mahasiswa terhadap eskalasi teknologi AI, melainkan juga membentuk karakter lulusan yang adaptif, inovatif, serta teguh memegang prinsip etika profesional di tingkat global. Inisiatif akademis ini turut mendukung pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan bermutu berstandar internasional, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui penanaman nilai integritas, akuntabilitas, dan tata kelola etis sejak dini. (faiz)