FILKOM UB Terima Kunjungan ITEBIS PGRI Dewantara, Jombang

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menerima kunjungan studi banding (benchmarking) dari Institut Teknologi dan Bisnis (ITEBIS) PGRI Dewantara Jombang pada Senin (22/6/2026). Rombongan yang dipimpin oleh jajaran Wakil Rektor ITEBIS ini hadir dengan tujuan untuk melakukan diskusi mendalam mengenai pengembangan kurikulum berbasis teknologi informasi, serta mempelajari tata kelola akademik yang diterapkan di FILKOM UB.
Transformasi kelembagaan menjadi latar belakang utama di balik agenda kunjungan ini. Setelah resmi bermutasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) menjadi Institut Teknologi dan Bisnis (ITEBIS) PGRI Dewantara Jombang berdasarkan Surat Keputusan (SK) pada tahun 2024, institusi ini mulai mengimplementasikan kurikulum dan sistem pembelajaran baru bagi mahasiswa baru sejak tahun 2025. Langkah strategis tersebut diambil untuk menemukan formula terbaik dalam menavigasi transformasi ke ranah teknologi digital, dengan fokus utama untuk membedah keunikan karakteristik (uniqueness) kurikulum pada Program Studi Sistem Informasi FILKOM UB.
Demi menyerap strategi pengembangan tersebut secara komprehensif, ITEBIS PGRI Dewantara berkomitmen melakukan penataan ulang (restructuring) pada lini pembelajaran dengan memboyong jajaran pimpinan serta tim delegasi terbaiknya. Delegasi tersebut dipimpin langsung oleh Dr. Nuri Purwanto, S.ST., MM selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Erminati Pancaningrum, ST., MSM selaku Wakil Rektor Bidang SDM, Dr. Deni Widyo Prasetyo, SE., MM selaku Wakil Rektor Bidang Humas dan Kemahasiswaan, serta didampingi oleh Arbiati Faizah, S.Kom., M.Kom. selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi.
Disambut langsung oleh Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., didampingi oleh Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik). Pada kesempatan ini juga hadir Dr. Ir. Fajar Pradana, S.ST., M.Eng., Ketua Departemen (Kadep) Sistem Informasi, bersama, Ir. Satrio Agung Wicaksono, S.Kom., M.Kom., Sekretaris Departemen Sistem Informasi. Rekyan Regasari Mardi Putri, S.T., M.T., Ph.D., Kadep Teknik Informatika, Eko Setiawan, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., Sekretaris Departemen Teknik Informatika. Guna melengkapi jajaran, hadir pula para Ketua Program Studi (KPS), antara lain Bayu Priyambadha, S.Kom., M.Kom., Ph.D., KPS Teknik Informatika, Buce Trias Hanggara, S.Kom., M.Kom., KPS Teknologi Informasi, dan Mochamad Chandra Saputra, S.Kom., M.Eng., M.T., Ph.D., KPS Sistem Informasi.

Dalam sesi diskusi tersebut, salah satu poin utama yang menarik perhatian delegasi ITEBIS adalah pemaparan Dekan FILKOM UB mengenai program inovatif Mlebu Bareng Metu Bareng (2MB). Program ini dirancang sebagai jaring pengaman (safety net) bagi mahasiswa baru guna mengantisipasi tekanan akademik serta menyelaraskan persepsi terhadap beban perkuliahan di bidang teknologi digital.
Melalui optimalisasi peran peer counselor yang suportif dan penguatan struktur keorganisasian angkatan sejak dini, mahasiswa didorong untuk menjaga kesehatan mental (mental health). Pendekatan ini dilakukan dengan membangun interaksi sosial secara nyata di lingkungan kampus, sekaligus membatasi kecenderungan isolasi diri dalam ruang maya melalui gawai (gadget).
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FILKOM UB menekankan bahwa di tengah masifnya digitalisasi, mahasiswa sangat rentan mengalami isolasi sosial akibat ketergantungan pada gawai (gadget). Oleh karena itu, FILKOM UB berkomitmen untuk menggeser aktivitas para mahasiswa dari dunia maya kembali ke dunia nyata melalui ruang-ruang interaksi fisik. Tatap muka secara langsung dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kesehatan mental (mental health) yang stabil bagi generasi muda.
Ketika mahasiswa saling berkomunikasi secara langsung tanpa terdistraksi oleh layar gawai, terjadi proses validasi sosial yang natural dan sehat. Interaksi fisik ini memungkinkan mereka untuk membaca bahasa tubuh, merasakan empati, dan membangun ikatan emosional (emotional bonding) yang kuat dengan sesama temannya. Pengalaman sosial yang terbangun secara riil selama empat tahun di masa kuliah inilah yang akan membentuk ketangguhan mental (mental toughness) mereka saat menghadapi tekanan (pressure) di dunia kerja kelak.

Sabriansyah menekankan bahwa standardisasi mutu kelulusan masa kini tidak lagi sekadar bersandar pada selembar ijazah atau tingginya angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Di tengah pergeseran dunia digital yang bergerak dinamis, dunia profesional membutuhkan bukti kompetensi nyata yang tidak bisa digambarkan hanya melalui angka di atas kertas. Menjawab tantangan tersebut, FILKOM UB menggeser paradigma pendidikan dari yang semula berfokus pada teori murni menjadi pembelajaran berbasis keahlian (skill-based learning).
Salah satu manifestasi nyata dari komitmen ini adalah kewajiban menempuh Mata Kuliah (MK) Capstone bagi seluruh mahasiswa. Melalui MK wajib ini, mahasiswa tidak lagi diuji dengan ujian tertulis konvensional, melainkan ditantang untuk memecahkan problem riil yang sedang dihadapi oleh industri saat ini. Mereka harus bekerja secara kolaboratif untuk merancang, membangun, dan menguji solusi teknologi yang relevan. .
Kunjungan ITEBIS ini ditutup dengan agenda FILKOM Tour. Dipandu oleh Bayu Priyambadha, KPS Teknik Informatika dan Hermawan Dwi Putra, S.H., M.H., selaku Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa. Rombongan ITEBIS diajak meninjau langsung ekosistem pembelajaran modern UB, mulai dari Ruang Kelas Magister dan Doktor, Ruang Studio PSIK, Auditorium, Mini Museum, Gedung Kreativitas Mahasiswa, pusat pelayanan Akademik, hingga fasilitas Game Center. (rr)