FILKOM Apps Hadirkan Layanan PKL dan Skripsi Paperless, Dukung Pencapaian SDGs 4, 9, dan 13 Universitas Brawijaya

FILKOM Apps Hadirkan Layanan PKL dan Skripsi Paperless, Dukung Pencapaian SDGs 4, 9, dan 13 Universitas Brawijaya

Dok. PSIK FILKOM UB

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) terus melakukan lompatan besar dalam transformasi digital untuk mendukung terciptanya ekosistem kampus yang ramah lingkungan. Melalui platform terintegrasi FILKOM Apps, fakultas kini telah mendigitalisasi penuh seluruh alur pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan Skripsi. Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata keselarasan tugas dan fungsi UPT Green Campus di lingkungan fakultas guna menyokong target Sustainable Development Goals (SDGs) UB.

Menariknya, rekam jejak digitalisasi di fakultas ini memiliki akar sejarah yang panjang. Cikal bakal platform ini telah dimulai sejak tahun 2015 melalui PTIIK Apps—saat fakultas ini masih bernama Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK). Selama lebih dari satu dekade, sistem ini tidak pernah berhenti berevolusi. Dari yang semula hanya menangani administrasi dasar, inovasi terus dilakukan secara berkelanjutan hingga bertransformasi menjadi FILKOM Apps, sebuah ekosistem digital mutakhir yang kini mampu memfasilitasi pelayanan akademik nir-kertas (paperless) secara holistik.

Penerapan sistem paperless pada proses PKL dan skripsi ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian tiga poin penting dalam SDGs, yaitu:

  • SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas): Integrasi sistem pengajuan, pemantauan bimbingan, hingga ujian melalui FILKOM Apps memberikan akses administrasi yang inklusif, transparan, dan efisien bagi seluruh mahasiswa. Proses akademik menjadi lebih terukur sehingga meningkatkan mutu layanan pendidikan.
  • SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Berangkat dari fondasi PTIIK Apps tahun 2015, inovasi infrastruktur digital ini dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh internal fakultas. Ini membuktikan ketangguhan FILKOM dalam membangun teknologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
  • SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Dengan menghapus kewajiban mencetak draf dokumen PKL, proposal, revisi, hingga penggandaan laporan akhir skripsi, FILKOM UB berhasil mereduksi berton-ton penggunaan kertas. Langkah ini secara langsung menekan timbulan limbah domestik dan menurunkan jejak karbon (carbon footprint) aktivitas operasional kampus.

Ketua Smart Green Campus (SGC) FILKOM UB, Dr. Tibyani, ST., MT., menyatakan bahwa digitalisasi PKL dan skripsi ini merupakan buah dari konsistensi inovasi yang panjang.

“FILKOM Apps yang kita gunakan hari ini tidak muncul instan, melainkan hasil evolusi dan penyempurnaan dari PTIIK Apps yang dirintis sejak 2015. Dengan basis sistem yang sudah matang ini, kami di SGC tinggal memperkuat fungsinya agar sejalan dengan aksi iklim (SDGs 13). Bayangkan berapa ribu lembar kertas yang bisa kita selamatkan setiap semesternya dari proses revisi skripsi dan PKL berkat konsistensi inovasi ini,” jelas Dr. Tibyani.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh jajaran pimpinan fakultas. Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., selaku  Dekan FILKOM UB menegaskan bahwa FILKOM akan terus menjadi motor penggerak bagi implementasi visi Green Campus yang diusung universitas.

“Sejak UPT Green Campus dibentuk di tingkat universitas, kami langsung tancap gas berbekal modal sistem digital yang sudah kami pupuk sejak lama. FILKOM Apps adalah jawaban kami bahwa pendidikan berkualitas tinggi (SDGs 4) harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam. Ke depan, seluruh layanan administrasi di FILKOM ditargetkan mencapai zero-paper,” tegas Tri Astoto.

Sementara itu, Dr. Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan II Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya FILKOM UB menambahkan bahwa inovasi digital yang terawat sejak tahun 2015 ini berdampak signifikan pada efisiensi tata kelola internal saat ini.

“Dari aspek manajemen, keberlanjutan inovasi dari era PTIIK Apps hingga FILKOM Apps membuat kami berhasil menghemat ruang arsip serta memangkas anggaran pengadaan alat tulis kantor secara drastis karena hilangnya tumpukan berkas fisik. Efisiensi anggaran ini dapat dialokasikan kembali untuk investasi infrastruktur hijau lainnya demi kenyamanan seluruh sivitas akademika,” pungkas Gembong.

Dengan keberhasilan FILKOM Apps memangkas birokrasi kertas pada PKL dan Skripsi, FILKOM UB optimis dapat memperkuat posisi UB dalam pemeringkatan internasional berbasis keberlanjutan, seperti UI GreenMetric dan Times Higher Education (THE) Impact Rankings untuk SDGs. (es/rr)