Rekam Jejak dan Transformasi Unit Layanan Konseling Terpadu FILKOM UB

Di balik pesatnya inovasi teknologi dan ketatnya kompetisi akademis di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB), tersimpan sebuah komitmen kemanusiaan yang kokoh. Komitmen tersebut mewujud dalam sebuah wadah perlindungan dan ruang aman bagi seluruh civitas akademika, yang kini dikenal sebagai Unit Layanan Konseling Terpadu (ULKT) FILKOM UB.
Sebagai sebuah ekosistem pendidikan modern, FILKOM UB memahami bahwa prestasi akademis yang tinggi harus berjalan beriringan dengan kesehatan mental (mental health) yang stabil. Kehadiran unit ini menjadi bukti nyata bahwa institusi hadir secara utuh, memberikan rasa aman, dan membangun ruang ramah bagi pertumbuhan psikologis mahasiswanya.
Perjalanan unit ini dimulai dari sebuah langkah visioner pada masa kepemimpinan Dekan Prof. Ir. Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si., M.T., Ph.D. Pada bulan Agustus 2021, fakultas secara resmi melakukan peresmian ruang konseling dan layanan kemahasiswaan sebagai fondasi awal. Mengingat urgensi penanganan isu sosial di lingkungan pendidikan tinggi, wadah ini kemudian dikristalisasikan menjadi Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) FILKOM UB sampai pada akhir tahun 2024.
Pada periode awal berdirinya, unit strategis ini diketuai oleh Ir. Edy Santoso, S.Si., M.Kom. Di bawah kepemimpinannya, ULTKSP bergerak aktif membangun kesadaran (awareness) massal di kalangan mahasiswa.
Salah satu tonggak program yang krusial adalah kolaborasi dalam menggelar bakti sosial kesehatan mental untuk memperingati Self-Harm and Self-Injury Awareness Day. Langkah preventif ini berhasil membuka mata banyak pihak bahwa kerentanan psikologis di kalangan mahasiswa merupakan isu nyata yang membutuhkan penanganan profesional.
Kini, setelah meletakkan fondasi yang kuat, Ir. Edy, mengemban amanah baru di tingkat fakultas sebagai bagian dari Tim Penanganan, Pengaduan, dan Pengendalian Gratifikasi (TP3G) FILKOM UB.
Memasuki babak baru, pada awal tahun 2025 tongkat estafet kepemimpinan ULTKSP diamanahkan kepada Yuita Arum Sari, S.Kom., M.Kom., Ph.D. Di bawah arahan dekanat yang kini dipimpin oleh Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., unit ini mengalami transformasi nomenklatur menjadi Unit Layanan Konseling Terpadu (ULKT) FILKOM UB.
Perubahan nama ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah perluasan fungsi yang komprehensif. ULKT kini tidak hanya menjadi tempat pengaduan represif, melainkan pusat pembinaan preventif dan edukatif yang menyentuh berbagai aspek psikologis mahasiswa.
Di bawah kepemimpinan Yuita, dibantu oleh Tirana Noor Fatyanosa, S.Kom., M.Kom., Ph.D., dan Prasetyo Iskandar, S.T. ULKT bergerak masif melahirkan berbagai program inovatif. Salah satu produk unggulan yang rutin dilaksanakan adalah serial FILKOM EduHealth. Melalui platform sharing session ini, berbagai topik hangat dikupas tuntas secara ilmiah namun populer, mulai dari strategi mengelola beban pikiran (overthinking), bangkit dari kegagalan, hingga penanganan pertama psikologis (psychological first aid) bagi mahasiswa yang mengalami trauma.
Tidak hanya menyasar mahasiswa, ULKT juga memperluas dampaknya ke jajaran struktural. Melalui pelatihan bertajuk Leader as Counselor, unit ini mendorong hadirnya kepemimpinan empatik di lingkungan dosen dan pimpinan fakultas. Tujuannya jelas: menciptakan perubahan performa tim sebesar 1% setiap hari (1% better everyday) melalui pendekatan interpersonal yang humanis.
Menyadari bahwa mahasiswa lebih nyaman mencurahkan isi hatinya kepada sesama rekan sejawat, ULKT memperkuat lini pertahanan kesehatan mental di tingkat akar rumput melalui program Peer Counselor (Konselor Sebaya) bertajuk “Rekan Melangkah”.
Melalui workshop intensif, para mahasiswa pilihan dibekali kemampuan dasar konseling, tata krama, serta kepekaan emosional. Para konselor sebaya ini dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan di lapangan, termasuk saat diterjunkan dalam agenda besar seperti pembekalan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) FILKOM UB 2026.
Fakultas memastikan bahwa pintu ULKT selalu terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan, menjamin kerahasiaan penuh, dan menyediakan penanganan yang berbasis empati. Melalui integrasi antara kecakapan teknologi dan kepedulian mental, FILKOM UB membuktikan bahwa inovasi terbaik adalah inovasi yang memanusiakan manusianya. (rr)