Menuju Akreditasi Unggul: FILKOM UB Gelar Penyamaan Persepsi LED dan LKPS Bersama LAM-INFOKOM

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) mengambil langkah strategis dalam memperkuat penjaminan mutu akademiknya. Pada Rabu, 10 Juni 2026, FILKOM UB menyelenggarakan kegiatan “Penyamaan Persepsi Penjaminan Mutu” khususnya terkait penyamaan persepsi penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM-INFOKOM). Acara yang berlangsung di Ruang Mini Teater Heuristic ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, tim penjaminan mutu, tim penyusun akreditasi prodi, serta para Ketua Program Studi (PS) di lingkungan FILKOM UB.
Acara ini dipandu langsung oleh Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FILKOM UB, Edita Rosana Widasari, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., yang sekaligus bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan.

Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., dalam sambutan pembukanya memaparkan peta jalan (roadmap) akreditasi fakultas yang cukup padat. Dua departemen besar di FILKOM UB tengah bersiap menghadapi tenggat waktu krusial.
“Di Departemen Sistem Informasi (DSI), fokus kita ada pada Program Studi (Prodi) S2 Sistem Informasi dan Departemen Teknik Informatika (DTIF) Prodi S3 Ilmu Komputer yang keduanya baru saja berdiri. Dokumen LED (Laporan Evaluasi Diri) dan LKPS (Laporan Kinerja Program Studi) keduanya ditargetkan siap untuk submission pada awal tahun depan,” ungkap Sabriansyah.
Langkah serupa juga diikuti oleh Program Studi S1 Teknik Komputer dan Program Studi S2 Ilmu Komputer yang juga menjadwalkan submisi dokumen akreditasi pada awal tahun depan.
Oleh karena itu, pihak fakultas sengaja melibatkan kuantitas dosen yang besar, baik yang berada di dalam struktur unit penjaminan mutu maupun dosen non-struktural sebagai tim penyusun akreditasi. Tujuannya agar seluruh sivitas akademika memiliki frekuensi, rasa kedekatan (feel), dan persepsi yang sama dalam mengawal siklus mutu.
Kegiatan ini menghadirkan pakar sekaligus otoritas penjaminan mutu nasional, Prof. Dr. Prihandoko, S.Kom., M.IT., Ph.D., yang merupakan Sekretaris Dewan Eksekutif LAM-INFOKOM sekaligus Guru Besar di Universitas Gunadarma.

Dalam pemaparannya, ditekankan sebuah visi besar bahwa untuk meraih predikat Unggul, institusi tidak boleh hanya sekadar memenuhi standar baku. FILKOM UB harus mampu melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI) secara kuantitatif dan kualitatif.
Menurut beliau, momentum ini dinilai sangat penting dan tepat waktu bagi FILKOM UB. Pasalnya, saat ini fakultas masih berada pada tahap awal penyusunan dokumen akreditasi.
Memasuki pembahasan teknis, Prof. Prihandoko mengupas tuntas keterkaitan erat antara Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI), Standar Perguruan Tinggi (Standar PT), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).
“Akreditasi yang sukses ditandai dengan tumbuhnya budaya mutu pada program studi, bukan sekadar berapa banyak program studi yang sudah ditetapkan peringkat akreditasinya,” tegas Prof. Prihandoko.

Salah satu sorotan utama dalam materi ini adalah strategi pencapaian predikat Unggul melalui pelampauan SN-DIKTI secara kualitatif atau vertikal. Berdasarkan ketentuan Permen 39/2025 Pasal 30 ayat 1, program studi dituntut untuk menetapkan standar mutu yang memiliki kadar spesifikasi atau persyaratan yang jauh lebih tinggi daripada standar minimal nasional. Sebagai contoh konkret, jika SN-DIKTI menetapkan capaian kelulusan mahasiswa sarjana ditargetkan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) kumulatif tertentu, maka standar internal FILKOM UB harus berani mematok target capaian yang lebih kompetitif demi menciptakan daya saing internasional (international competitiveness).
Diselenggarakan secara intensif satu hari, agenda ini dibagi menjadi beberapa tahapan taktis. Sesi pagi diawali dengan pemaparan umum dari Prof. Prihandoko mengenai kebijakan, arah, dan ekspektasi terbaru dari LAM-INFOKOM, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi penyamaan persepsi teknis terkait penyusunan LED dan pengisian LKPS.
Memasuki sesi siang, masing-masing Program Studi diberikan kesempatan untuk memaparkan secara singkat kondisi awal dokumen mereka, kendala yang dihadapi di lapangan, serta daftar bukti dukung yang telah dipetakan.
Sesi ini diakhiri dengan pembedahan draft di mana Prof. Prihandoko memberikan masukan kritis dan arahan langsung terhadap arah penyusunan dokumen, kedalaman narasi, konsistensi antara LED-LKPS, serta kelengkapan versi awal bukti dukung. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mengoptimalkan kesiapan setiap program studi di FILKOM UB. (rr/er)