Delegasi FILKOM UB Ukir Prestasi Gemilang di Ajang PEKSIMA UB XVIII dan LAFEST 2026

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), berhasil meraih prestasi pada dua ajang prestisius tingkat universitas dan nasional yang berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026. Melalui torehan prestasi pada Pekan Seni Mahasiswa (PEKSIMA) UB XVIII 2026 dan Telkom University Language Festival (LAFEST) 2026.
Pada ajang PEKSIMA UB XVIII 2026 (09 Mei 2026) yang menjadi wadah ekspresi seni tertinggi tingkat UB, delegasi FILKOM UB berhasil membawa pulang tiga penghargaan dari berbagai tangkai lomba yang kompetitif.
Prestasi emas diraih oleh Ezra Fara Al Ihsan yang menyabet Juara I pada tangkai lomba Desain Poster. Melalui karyanya berjudul “Yang Diam Bukan Berarti Aman”, Ezra berhasil menyisihkan kompetitor dari berbagai fakultas di UB.
“Poster ini mengangkat isu krusial mengenai kesehatan mental, di mana banyak individu yang tampak luar terlihat baik-baik saja, namun sebenarnya memendam rasa takut untuk menyuarakan kondisi psikologis mereka yang sebenarnya,” jelas Ezra.
Proses kreasi Ezra tidaklah instan. Ia harus melewati fase brainstorming ide yang intens di bawah tekanan waktu, mengingat subtema lomba baru diumumkan secara mendadak oleh panitia pada hari pelaksanaan perlombaan. Dituntut untuk menghasilkan minimal tiga draf desain, Ezra berhasil menyelaraskan seluruh visualisasi agar mampu menyampaikan pesan humanis yang konsisten.
Keberhasilan di bidang seni rupa dan tarik suara juga dilengkapi oleh torehan prestasi dari mahasiswi FILKOM lainnya. Mustika Ningtias (‘22 – PTI) berhasil memperoleh Juara II pada tangkai lomba Menyanyi Dangdut Putri. Sementara itu, Raden Ajeng Reina Shafira Gayatri (‘24 – SI) berhasil meraih trofi Juara III pada tangkai lomba Lukis.

Sedangkan Andry Njakatiana Anthonio, mahasiswa internasional asal Madagaskar ini sukses merebut Juara III pada kompetisi bahasa nasional Telkom University Language Festival (LAFEST) 2026 untuk kategori Mendeskripsikan Gambar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Festival yang diinisiasi oleh Telkom University Language Center (LaC) ini mengusung tema “Empowering Global Communication in the Era of Safe AI”. Setelah melewati babak penyisihan secara daring yang ketat sejak 7 April 2026, Andry berhasil melaju ke babak final yang digelar secara luring (onsite) di Kampus Telkom University, Bandung, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Pada babak penentuan tersebut, Andry ditantang untuk mendeskripsikan visual bertema “Indonesian in Words” yang kaya akan nilai kultural. Penilaian dewan juri didasarkan pada aspek kejelasan suara, ketepatan pengucapan (pronunciation), penggunaan kalimat efektif, kekayaan kosakata, serta kesesuaian interpretasi gambar dengan konteks budaya lokal.
“Menjadi mahasiswa asing di Indonesia memberikan saya kesempatan luar biasa untuk belajar. Kompetisi ini memotivasi saya untuk terus mengasah kemampuan bahasa Indonesia dan memahami makna budaya Indonesia. Terima kasih kepada FILKOM UB atas dukungannya,” ungkap Andry dengan penuh antusiasme.
Selamat kepada Ezra Fara Al Ihsan, Mustika Ningtias, Raden Ajeng Reina Shafira Gayatri, dan Andry Njakatiana Anthonio. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya tanpa batas. (rr)