FILKOM UB Akselerasi Gerakan Smart Green Campus melalui Transformasi Digital Holistik

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui gerakan Smart Green Campus. Meskipun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Green Campus tingkat universitas baru resmi dibentuk pada tahun 2025, FILKOM UB bergerak cepat melakukan penyelarasan tugas dan fungsi untuk mengimplementasikan budaya ramah lingkungan di tingkat fakultas. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan ekosistem digital guna meminimalisir penggunaan kertas (paperless) dalam berbagai lini kegiatan akademik dan administrasi.
Guna memantapkan implementasi gerakan tersebut, FILKOM UB menggelar rapat koordinasi khusus pada Kamis (30 April 2026). Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi fakultas, di antaranya Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., selaku Dekan FILKOM UB, serta Dr.Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya. Hadir pula Ketua Smart Green Campus (SGC) FILKOM UB Dr. Tibyani, S.T., M.T., Ketua Kampung Lingkar Kampus (KLK) FILKOM UB Ir. Edy Santoso, S.Si., M.Kom., serta Andilala Wahyuningsih, S.E., M.AB., selaku Kepala Tata Usaha.
Sebagai fakultas yang berfokus pada pengembangan teknologi informasi, FILKOM UB mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam sistem digital yang sudah berjalan. Salah satu pilar utamanya adalah optimalisasi Learning Management System (LMS) E-ling melalui platform digital resmi sejak tahun 2020, yang kemudian diperkuat dengan pemanfaatan platform Brone sejak tahun 2023 di bawah koordinasi pihak universitas. Pemanfaatannya kini semakin diperluas tidak hanya untuk distribusi materi, tetapi juga untuk pengumpulan tugas serta evaluasi pembelajaran secara penuh guna mereduksi ribuan lembar kertas setiap semesternya.
Selain sektor pembelajaran, sistem pemantauan kegiatan internal kini juga telah terpusat pada aplikasi terintegrasi melalui FILKOM Apps. Kehadiran platform ini memudahkan pengawasan aset dan kinerja tata usaha fakultas tanpa perlu lagi bergantung pada dokumen fisik. Langkah revolusioner paperless ini disempurnakan oleh siklus skripsi digital yang diimplementasikan sejak tahun 2017 dan terus disempurnakan hingga tahun 2025. Seluruh tahapan penyelesaian skripsi kini dilakukan sepenuhnya melalui sistem daring, sehingga berhasil menghilangkan kebutuhan penggandaan draf fisik.
Dalam arahannya, dekan FILKOM UB menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar mengikuti tren modernisasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral institusi terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Begitu UPT Green Campus dibentuk di tingkat universitas, FILKOM UB langsung bergerak menyelaraskan fungsi tersebut ke dalam proses bisnis fakultas dengan target menciptakan ekosistem kampus yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga hijau secara esensi,” ujarnya

Senada dengan hal tersebut, Dr.Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa efisiensi birokrasi dan anggaran menjadi dampak positif yang sangat terasa dari gerakan ini. Transformasi ke arah paperless melalui FILKOM Apps dan E-ling secara signifikan berhasil mengurangi belanja operasional kantor, sehingga alokasi anggaran pengadaan kertas kini dapat dialihkan oleh bagian tata usaha untuk pengembangan infrastruktur hijau lainnya, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau yang lebih nyaman bagi mahasiswa.
Di sisi lain, Dr. Tibyani, S.T., M.T., menambahkan bahwa fokus utama SGC bukan hanya soal aktivitas fisik seperti menanam pohon, melainkan bagaimana keunggulan komputasi di FILKOM UB dapat dimanfaatkan secara nyata untuk mereduksi jejak karbon kampus.
“Ke depan, pihak SGC bersama elemen terkait akan terus mengembangkan inovasi berbasis data untuk memantau efisiensi energi. Sinergi ini semakin kuat dengan program Kampung Lingkar Kampus (KLK) untuk memastikan dampak positif gerakan lingkungan ini turut dirasakan oleh masyarakat di sekitar lingkungan kampus,” jelas Tibyani
Melalui langkah proaktif yang komprehensif ini, FILKOM UB berharap dapat menjadi pionir bagi fakultas-fakultas lain di lingkungan Universitas Brawijaya dalam mewujudkan visi Smart Green Campus yang berkelanjutan dan berbasis teknologi tinggi.
Meskipun AI sangat menjanjikan, menerapkannya di SGC FILKOM memiliki banyak tantangan. Pertama, masalah skalabilitas muncul. FILKOM harus memiliki infrastruktur sensor dan IoT yang memadai untuk mengumpulkan data kontinu. Sebuah renovasi besar mungkin diperlukan untuk kampus lama.
Kedua, etika dan privasi. Informasi sensor mahasiswa, dosen dan Tenaga Kependidikan seperti keberadaan dalam ruangan, harus diproses secara anonim dan aman agar privasi tidak terganggu. Regulasi dan transparansi penting dalam desain sistem.
Ketiga, adopsi budaya: teknologi saja tidak cukup jika pengguna, termasuk dosen, mahasiswa, atau tenaga kependidikan, tidak terbiasa dengan sistem atau tidak peduli untuk mengikuti rekomendasi aplikasi atau mematikan lampu sendiri. Pendidikan berkelanjutan sangat penting.
Ke depan, ada kemungkinan bahwa AI akan digabungkan dengan energi terbarukan, seperti panel surya kampus, penyimpanan baterai, atau micro-grid kampus. Selain itu, kolaborasi UB dengan platform AI open source untuk campus hijau dapat mempercepat adopsi di Indonesia.
Teknologi dan sistem informasi yang bertahan lama merupakan dasar inovasi kampus masa depan, bukan hanya pilihan Program Studi. Ada peluang besar bagi mahasiswa FILKOM untuk memberi dampak nyata pada efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan budaya ramah lingkungan dengan menerapkan AI di SGC FILKOM. Dengan membangun infrastruktur hijau dan mendirikan pusat integrasi sustainability, FILKOM UB akan menunjukkan komitmennya.
Bagi kalian calon mahasiswa, mahasiswa aktif, alumni dan Civitas Akademika FILKOM UB yang tertarik untuk berkontribusi dalam transformasi kampus, pertimbangkan untuk bergabung dengan Program Studi yang ada di FILKOM. Dengan fasilitas mutakhir, kolaborasi riset, dan fokus keberlanjutan, Kita bisa belajar sekaligus berkontribusi nyata dalam green campus. (es, tb, rr)