Transformasi Logistik: Kuliah 3-in-1 FILKOM UB Kupas Tuntas “Intelligent Ecosystem” dalam Rantai Suplai

MALANG, FILKOM UB – Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) kembali memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri melalui rangkaian program Kuliah 3-in-1 pada mata kuliah Manajemen Rantai Suplai (April-Mei 2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Lala Ayu Kantari, CSCA., yang merupakan Vice President ISCEA Indonesia. Kehadiran tokoh pimpinan dari organisasi sertifikasi rantai pasok global ini menjadi capaian signifikan bagi IKU 4 (Praktisi Mengajar di Kampus) dan IKU 6 (Kemitraan dengan Mitra Kelas Dunia), yang sekaligus mendukung SDG 17 dalam membangun kemitraan global untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

Dalam sesi spesial bertajuk “From Chain to Intelligent Ecosystem”, Dr. Lala membedah pergeseran paradigma dari rantai pasok tradisional yang bersifat linier menuju ekosistem yang terintegrasi secara cerdas. Beliau menekankan bahwa efisiensi transportasi dan pengendalian sumber daya kini tidak lagi cukup hanya dengan pengelolaan manual, melainkan harus bertransformasi menjadi jaringan yang saling terhubung. Integrasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analytics menjadi pesan kunci dalam kuliah ini. Dr. Lala menjelaskan bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan fondasi untuk menciptakan sistem yang prediktif dan adaptif, yang sangat relevan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam membangun infrastruktur industri yang tangguh.

Dipandu oleh dosen pengampu Dr. Ir. Diva Kurnianingtyas, S.Kom., para mahasiswa diajak memahami bahwa masa depan rantai pasok bergantung pada kemampuan mengintegrasikan AI untuk optimasi rute, prediksi permintaan, hingga otomatisasi gudang. Upaya pemutakhiran wawasan ini merupakan implementasi nyata dari SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), guna memastikan lulusan FILKOM UB memiliki kompetensi digital yang selaras dengan tuntutan revolusi industri 5.0. Melalui paparan mengenai ekosistem cerdas ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar internasional dan praktis yang mendalam sesuai dengan IKU 2, membekali mereka untuk menjadi arsitek masa depan dalam dunia Supply Chain Management yang berbasis teknologi. (dk)