Sinergi Akademisi dan Industri: Kuliah 3-in-1 FILKOM UB Bedah Strategi Manajemen Rantai Suplai Modern

Sinergi Akademisi dan Industri: Kuliah 3-in-1 FILKOM UB Bedah Strategi Manajemen Rantai Suplai Modern

dok. Pribadi

MALANG, FILKOM UB – Memasuki periode April–Mei 2026, Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) sukses menyelenggarakan rangkaian program Kuliah 3-in-1 untuk mata kuliah Manajemen Rantai Suplai. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet ini menghadirkan pakar industri terkemuka, Dr. Lala Ayu Kantari, CSCA., yang merupakan perwakilan dari ISCEA Indonesia. Pelaksanaan program ini merupakan wujud nyata pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 4, yaitu menghadirkan praktisi berpengalaman untuk mengajar di dalam kampus, serta IKU 6 melalui kemitraan strategis antara program studi dengan institusi mitra setingkat nasional dan internasional.

dok. Pribadi

Di bawah koordinasi dosen pengampu Dr. Ir. Diva Kurnianingtyas, S.Kom., mahasiswa angkatan Genap 2025/2026 diajak untuk menyelami kompleksitas operasional industri, mulai dari perencanaan dan pengendalian transportasi hingga koordinasi strategis dalam rantai suplai. Dr. Lala membedah bagaimana sinkronisasi sumber daya dan pengendalian distribusi menjadi kunci efisiensi perusahaan di era digital. Integrasi perspektif praktis ini sangat krusial dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), di mana mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori tekstual, tetapi juga dibekali dengan kompetensi pemecahan masalah yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.

dok. Pribadi

Selain aspek teknis, kuliah ini memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas logistik, yang secara langsung berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan sistem distribusi yang lebih tangguh dan inovatif. Melalui interaksi langsung dengan pakar dari ISCEA Indonesia, para mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang transformatif sesuai dengan amanah IKU 2, yakni memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu terapan di luar kurikulum konvensional. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pemahaman bahwa kolaborasi berkelanjutan, sebagaimana ditekankan dalam SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), merupakan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem rantai pasok yang cerdas dan kompetitif di masa depan. (dk)