FILKOM UB Gelar Kuliah Tamu Bahas Pemahaman Mesin, Kupas Explainability dan Bias dalam AI

FILKOM UB Gelar Kuliah Tamu Bahas Pemahaman Mesin, Kupas Explainability dan Bias dalam AI

dok. PSIK FILKOM UB
Profesor Nakashima Yuta dari The University of Osaka memberikan kuliah tamu di FILKOM UB, Selasa (8/9/2026).

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Does a Machine Understand? Explainability and Bias in AI” pada Selasa (8/9/2026) di Ruang 4.1, Gedung Kreativitas Mahasiswa (GKM) FILKOM UB. Kuliah tamu ini menghadirkan Profesor Nakashima Yuta dari The University of Osaka (sebelumnya bernama Osaka University), Jepang, sebagai pemateri, dengan Mahendra Data, S.Kom., M.Kom., Ph.D., dosen FILKOM UB, bertindak sebagai moderator.

Dalam paparannya, Nakashima mengangkat pertanyaan mendasar yang telah lama menjadi perdebatan di bidang kecerdasan buatan: apakah mesin benar-benar dapat memahami sesuatu, atau hanya mensimulasikan pemahaman tanpa pengertian yang sesungguhnya. Ia mengajak peserta menelusuri tiga argumen filosofis klasik, yaitu Turing Test, Chinese Room, dan Philosophical Zombie, yang masing-masing menawarkan sudut pandang berbeda dalam menilai batas antara kecerdasan buatan dan pemahaman yang otentik.

Symbol grounding problem adalah tantangan bagaimana sebuah sistem AI dapat menghubungkan simbol atau representasi abstrak dengan makna yang sesungguhnya di dunia nyata,” jelas Nakashima.

Topik lain yang menjadi sorotan adalah persoalan bias pada model AI. Nakashima mengungkapkan model-model kecerdasan buatan saat ini kerap membawa stereotip tertentu dalam proses pengambilan keputusannya. Ia mempertanyakan apakah sebuah model dapat benar-benar dikatakan memahami apabila keputusannya hanya didasarkan pada fitur-fitur superfisial, bukan pada pemahaman kontekstual yang mendalam, sekaligus membahas sejumlah upaya mengatasi bias tersebut agar model AI menghasilkan keputusan yang lebih adil dan dapat dipertanggungjawabkan.

dok. PSIK FILKOM UB
Sesi foto bersama kuliah tamu, Does a Machine Understand? Explainability and Bias in AI, di FILKOM UB, Selasa (8/9/2026).

Antusiasme mahasiswa terlihat dari sesi tanya jawab, dengan lima pertanyaan yang diajukan peserta. Salah satu pertanyaan menyoal ada tidaknya metode pengujian yang dapat menggantikan Turing Test saat ini. Nakashima menjawab bahwa Turing Test dianggap “obsolete” atau tidak lagi sepenuhnya relevan untuk mengukur kecerdasan mesin di era AI modern, tetapi ia menegaskan belum ada metode pengujian baru yang benar-benar dapat menggantikan posisi Turing Test sebagai tolok ukur pemahaman mesin.

Kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya FILKOM UB memperluas wawasan mahasiswa terkait isu kontemporer di bidang kecerdasan buatan, khususnya explainability dan bias, sekaligus mempererat kolaborasi akademik antara FILKOM UB dan The University of Osaka.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan wawasan akademik mahasiswa tentang isu kontemporer kecerdasan buatan, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi keilmuan antara FILKOM UB dan The University of Osaka. (md/rr)

#Universitas Brawijaya_SDG4, #Universitas Brawijaya_SDG17