DWP dan ULKT FILKOM UB Bangun Jaringan Kepedulian Kesehatan Mental Mahasiswa

DWP FILKOM UB bersama mahasiswa FILKOM UB di GKM FILKOM UB
Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Unit Layanan Konseling Terpadu (ULKT) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) membangun jaringan kepedulian untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa melalui dua program utama: Sahabat Kampus dan pengembangan konselor sebaya (peer counselor). Kolaborasi ini merupakan bentuk respons institusi terhadap kebutuhan mahasiswa yang cenderung lebih nyaman berbagi beban dengan teman sebaya atau figur kepercayaan dibandingkan langsung mendatangi layanan formal.
Ketua DWP FILKOM UB, dr. Iin Lujeng Ariati, berkomitmen menjembatani mahasiswa dengan layanan kesehatan mental formal. Dukungan penuh dari DWP juga disampaikan oleh perwakilannya, Sumarah Noor Widyastuti, dalam pelatihan Upgrading Konselor Sebaya yang digelar ULKT pada Kamis (3/9/2026) lalu.
“DWP siap berkolaborasi dan menyediakan ruang pendampingan bagi mahasiswa yang membutuhkan tempat bertukar cerita,” ujar Sumarah.
Program *Sahabat Kampus* merupakan inisiatif yang menempatkan relawan terlatih dari berbagai latar belakang—termasuk anggota DWP dan mahasiswa senior—sebagai pendengar pertama bagi mahasiswa yang sedang mengalami kesulitan emosional. Program ini tidak menggantikan terapi formal, melainkan memberikan pertolongan pertama psikologis: mendengarkan tanpa menghakimi, membantu mahasiswa mengidentifikasi sumber tekanan, serta membuka jalan menuju layanan profesional jika diperlukan.
Sementara itu, program konselor sebaya merupakan pengembangan dari *Sahabat Kampus*. Mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan intensif dibekali keterampilan komunikasi, penetapan batasan, dan respons krisis, sehingga dapat memberikan dukungan dengan tingkat kecakapan yang lebih tinggi sambil tetap menjaga hubungan sebaya yang setara.
Lebih lanjut Iin, menekankan bahwa kehadiran program ini adalah bentuk pengakuan bahwa kampus tidak hanya bertanggung jawab pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada kepedulian terhadap mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa tahu bahwa ada tempat yang aman untuk berbagi—tanpa takut dihakimi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar beliau
Sinergi DWP dan ULKT juga menghadirkan dimensi penting bagi mahasiswa perempuan. Dengan kehadiran anggota DWP yang didominasi oleh perempuan matang dengan pengalaman hidup yang luas, program ini menciptakan ruang aman khusus bagi mahasiswa perempuan yang mungkin merasa kurang nyaman berbagi dengan konselor laki-laki.
Ketua ULKT FILKOM UB, Yuita Arum Sari, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan bahwa setiap konselor sebaya yang tergabung dalam program ini telah melalui modul pelatihan yang mencakup pengenalan tanda-tanda tekanan emosional (depresi, kecemasan, hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri), pemberian pertolongan pertama psikologis tanpa melampaui batas profesional, serta pengetahuan kapan dan bagaimana merujuk ke layanan profesional seperti psikolog, psikiater, atau saluran bantuan krisis.
Kolaborasi DWP dan ULKT FILKOM UB sejalan dengan komitmen UB pada SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui prioritas pada kesehatan mental sebagai bagian integral dari kesejahteraan kampus, serta SDG 5 – Kesetaraan Gender melalui penciptaan ruang aman yang sensitif terhadap tantangan spesifik yang dihadapi mahasiswa Perempuan. (rr)