Perkuat Ketahanan Sivitas Akademik, FILKOM UB Gelar Coaching Mental Wellness Berbasis TalentDNA

Perkuat Ketahanan Sivitas Akademik, FILKOM UB Gelar Coaching Mental Wellness Berbasis TalentDNA

dok. PSIK FILKOM UB
Kolase peserta ESQ Mental Wellness Program: Coaching for Mental Wellness with TalentDNA, Sabtu (22/8/2026).

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menggelar Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Mental Wellness Program: Coaching for Mental Wellness with TalentDNA bagi Sivitas Akademik, Sabtu (22/8/2026), di Malang. Kegiatan berlangsung santai namun tetap serius, sebagai bagian dari upaya FILKOM UB untuk menjaga kesejahteraan emosional dan performa kerja sivitas akademika.

ESQ merupakan metode pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual yang telah lama dikembangkan oleh Ary Ginanjar Agustian. FILKOM UB menggandeng ESQ sejak 2025 dan kembali bekerja sama dengan lembaga tersebut pada penyelenggaraan tahun ini.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Dr.Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs., mewakili Dekan FILKOM UB yang tengah menghadiri agenda lain di lingkungan Universitas Brawijaya. Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., bersama Wakil Dekan Bidang Akademik Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D. dan Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Dr.Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T., turut hadir menyusul di tengah rangkaian acara. Program ini merupakan kelanjutan dari Program ESQ Mental Wellbeing FILKOM UB yang digelar pada 2025.

dok. PSIK FILKOM UB
Sesi kerja sama tim dalam ESQ Mental Wellness Program: Coaching for Mental Wellness with TalentDNA, Sabtu (22/8/2026).

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Budi Darma, dalam sambutannya menjelaskan bahwa coaching ini bertujuan membekali para dosen Penasihat Akademik (PA) dengan pemahaman teknis untuk membaca pemetaan potensi berbasis TalentDNA. Penguasaan instrumen ini krusial mengingat seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 dan 2026 juga diwajibkan mengisi pemetaan bakat tersebut.

“Melalui pemahaman hasil TalentDNA, dosen PA dapat mengidentifikasi kendala akademik maupun pribadi mahasiswa secara presisi. Pendekatan ini memungkinkan dosen mendampingi mahasiswa untuk mengoptimalkan potensi bakat mereka sekaligus merumuskan strategi pembelajaran yang tepat demi menjaga stabilitas performa akademik,” ujar Budi Darma.

Dalam sesi materi, tim pakar dari ESQ membedah fenomena krisis kesehatan mental di lingkungan kerja dan akademis. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sebanyak 15 persen populasi usia kerja mengalami gangguan mental yang turut memicu penurunan produktivitas dan tingginya angka burnout secara global.

dok. PSIK FILKOM UB
Coach Heidy dari tim ESQ Ary Ginanjar, memberikan materi terkait mental health, Sabtu (22/8/2026).

Para peserta juga dibekali pemahaman spektrum stres, mulai dari understress (kekurangan stimulasi yang memicu kebosanan), eustress (tingkat stres optimum yang mendorong fokus dan kinerja maksimal), hingga distress dan burnout akibat beban kronis. Pengelolaan stres yang tepat terbukti menjadi kunci utama untuk mengubah beban tekanan kerja menjadi bahan bakar produktivitas yang sehat.

Penyelenggaraan program kesejahteraan mental ini sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) serta poin ke-8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). (rr)