Tingkatkan Keselamatan Mahasiswa MMD, Tim K3L FILKOM UB Gelar Monitoring dan Evaluasi di Kabupaten Blitar

Dalam upaya memastikan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) selama pelaksanaan program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2026, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menerjunkan Tim K3L untuk melakukan peninjauan langsung (monitoring dan evaluasi) ke posko-posko mahasiswa yang tersebar di wilayah Kabupaten Blitar.
Kegiatan inspeksi lapangan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, mencakup sejumlah wilayah seperti Kecamatan Doko, Sutojayan, Binangun, Bakung, Wonotirto, Panggungrejo, hingga Wates. Penugasan ini bertujuan untuk memantau secara mendalam kondisi tempat tinggal serta aktivitas harian para mahasiswa peserta MMD.
Berdasarkan hasil peninjauan dan dokumentasi Tim K3L di beberapa posko mahasiswa, aspek keselamatan instalasi listrik menjadi salah satu perhatian utama. Di lapangan, tim menemukan penggunaan stop kontak yang bertumpuk akibat penyambungan kabel ekstensi yang berlebihan pada satu titik sumber listrik. Selain itu, instalasi kabel listrik, charger, hingga kipas angin tampak melintasi area lantai dan karpet tanpa pelindung, sehingga berpotensi memicu risiko tersandung maupun korsleting. Kondisi penataan barang-barang mahasiswa serta kebersihan lingkungan tempat tinggal juga masih perlu dirapikan kembali guna menghindari potensi bahaya kebakaran ringan maupun gangguan kesehatan.

Selama proses monitoring, Tim K3L FILKOM UB tidak hanya mencatat temuan, tetapi juga memberikan edukasi dan arahan langsung kepada mahasiswa di posko MMD. Mahasiswa diminta untuk segera merapikan jalur kelistrikan, membatasi beban penggunaan arus listrik pada satu stopkontak, serta menjaga kerapian area tempat tidur dan ruang kumpul demi keselamatan bersama.
Selain itu, tim K3L juga memastikan bahwa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) portabel dan kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang diperuntukkan bagi setiap kelompok telah ditempatkan secara optimal di area yang mudah dijangkau dan siap digunakan sewaktu-waktu. Langkah preventif ini diambil sebagai sarana mitigasi risiko dalam menunjang keamanan serta kenyamanan seluruh aktivitas kegiatan. Kendati demikian, tim K3L berharap perlengkapan darurat ini tidak perlu digunakan sepanjang kegiatan berlangsung, sebab keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan mahasiswa tetap menjadi prioritas utama yang paling mendasar.

Langkah preventif ini menegaskan komitmen FILKOM UB dalam menjamin keamanan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh mahasiswa selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Blitar. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui perlindungan kesehatan dan keselamatan mahasiswa, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan lingkungan belajar dan pengabdian yang aman serta kondusif. Tim K3L juga mengimbau para mahasiswa untuk tetap waspada, saling mengingatkan antaranggota kelompok, serta segera melaporkan apabila ditemukan kendala teknis atau potensi bahaya keselamatan di posko masing-masing. (rr)