Program Adjunct Professor Hadirkan Prof. Hsiu-Ling Chen dari NTUST: Kupas Tuntas Peran GenAI dalam Pembelajaran Digital

Program Adjunct Professor Hadirkan Prof. Hsiu-Ling Chen dari NTUST: Kupas Tuntas Peran GenAI dalam Pembelajaran Digital

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) sukses menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu Adjunct Professor pada Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan yang dilangsungkan secara daring melalui Google Meet ini menghadirkan pakar pendidikan dari The Graduate Institute of Digital Learning and Education, National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), yaitu Prof. Hsiu-Ling Chen. Mengangkat tema sentral “Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di era AI”, acara ini disambut dengan antusiasme tinggi.

Program kuliah tamu ini terintegrasi langsung dengan mata kuliah Lingkungan Pembelajaran Digital dan ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi. Guna mengoptimalkan proses pembelajaran, kegiatan dibagi ke dalam dua sesi waktu. Sesi pertama dilaksanakan pada pagi hari pukul 07.00-09.00 WIB untuk mahasiswa kelas A, dilanjutkan dengan sesi kedua pada sore hari pukul 15.30-17.30 WIB untuk mahasiswa kelas C.

Dalam pemaparannya, Hsiu-Ling membedah berbagai tantangan utama yang muncul dari kehadiran Generative AI (GenAI) di sektor edukasi, meliputi halusinasi (hallucination) di mana sistem GenAI dapat memproduksi fakta dan referensi palsu yang sulit dideteksi oleh pengguna karena sifat black-box dari teknologi tersebut, bias yang berpotensi mencerminkan serta memperkuat bias dalam wacana dan data manusia, kesenjangan (equity) akibat ketimpangan digital pada akses, penggunaan, hingga hasil luaran teknologi, serta isu kekayaan intelektual (intellectual property) karena model AI dilatih menggunakan jutaan konten buatan manusia yang sering kali tidak memberikan atribusi atau kredit kepada kreator aslinya.

Selain tantangan teknis, pemateri juga memperingatkan bahaya dari ketergantungan berlebih terhadap GenAI yang dapat memicu Cognitive Offloading dan Cognitive Debt. Mengandalkan sistem AI secara terus-menerus untuk menggantikan proses berpikir mandiri dapat meringankan beban kognitif dalam jangka pendek, namun akan menciptakan kerugian keterampilan kognitif dalam jangka panjang.

Perkuliahan ini tidak hanya berlangsung satu arah. Konsep materi diaplikasikan langsung melalui kegiatan diskusi interaktif menggunakan fasilitas breakout room. Mahasiswa secara berkelompok mendiskusikan paradigma penggunaan GenAI sebagai “rekan berpikir” (thinking partner) alih-alih menjadikannya pengganti pemikiran manusia seutuhnya.

Dari hasil diskusi kolaboratif tersebut, mahasiswa menyimpulkan bahwa GenAI merupakan alat bantu yang sangat baik untuk melahirkan ide (brainstorming), memahami topik yang sulit, serta mencari solusi alternatif. Kendati demikian, pengguna tetap wajib mengedepankan kemampuan berpikir kritis. Memverifikasi keakuratan informasi dari sumber terpercaya secara mandiri dan mempertahankan kendali penuh atas keputusan akhir adalah kunci utama agar manusia tidak kehilangan daya kreativitasnya.

Rangkaian kegiatan Adjunct Professor ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin institusi yang dilaksanakan setiap semesternya. Inisiatif berkelanjutan ini merupakan wujud nyata dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi di FILKOM UB. (uh)